Kanker Nasofaring | Jenis, Penyebab, Gejala, Ciri Dan Pengobatannya

Kanker Nasofaring – Jenis, Penyebab, Gejala, Ciri Dan Pengobatan Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring adalah jenis kanker yang terjadi di bagian tenggorokan atau faringKanker Nasofaring adalah jenis kanker yang terjadi di bagian tenggorokan atau faring, yang muncul pada area nasofaring. Area ini adalah area di belakang hidung dan langit-langit tenggorokan.

Ketika bernapas melalui hidung, aliran udara akan masuk melewati hidung menuju ke tenggorokan, lalu ke nasofaring, sampai akhirnya sampai di paru-paru.

Jenis kanker yang satu ini memang terbilang lebih jarang dibanding beberapa kanker pada area kepala dan leher. Akan tetapi, kanker ini tetap membutuhkan perawatan khusus.

Apa Itu Kanker Nasofaring?

Salah satu jenis kanker yang mulai menyebar pada masa kini adalah kanker nasofaring. Kanker yang satu ini pun menjadi salah satu penyakit yang sangat perlu untuk diwaspadai, tanpa mengenal usia, lokasi, dan jenis kelamin sekali pun.

Selain muncul di nasofaring, kanker ini juga bisa ditemukan di area orofaring (tonsil, dasar lidah, serta permukaan bawah langit-langit mulut) dan hipofaring (area tulang krikoid, dinding belakang faring, dan sinus piriformns).

Jenis kanker yang satu ini tergolong cukup jarang terjadi jika kita bandingkan dengan kanker pada leher atau kepala lainnya.

Jenis-Jenis Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring terdiri dari 2 jenis, yaitu jinak dan ganas. Kita bisa mengetahuinya sebagai berikut ini.

  1. Kanker Nasofaring Jinak

    Kanker nasofaring jinak pada umumnya menyerang anak dan remaja. Terdapat beberapa jenis tumor yang termasuk non kanker. Sel kanker ini tumbuh pada pembuluh darah kecil dan dikenal dengan nama haemangioma dan angiofibroma.

    Selain itu, terdapat tumor jinak yang tumbuh pada kelenjar air liur minor. Kelenjar ini ditemukan pada semua bagian leher dan kepala, juga termasuk nasofaring.

    Bila tak diobati, kanker ini bisa berubah menjadi tumor ganas dan menyebar ke sekitar serta bagian tubuh yang lain jika tak ditangani.
     

  2. Kanker Nasofaring Ganas

    Jenis kanker nasofaring ganas ini termasuk beberapa di bawah ini.

    a. Karsinoma sel skuamosa

    Sel skuamosa merupakan sel yang melapisi bagian dalam hidung, mulut, tenggorokan, dan laring. Kanker tersebut dimulai dari beberapa sel ini. Salah satu tipenya seperti karsinoma sel skuamosa keratinisasi.

    b. Karsinoma dan adenokarsinoma kistik adenoid

    Kanker jenis ini bisa berkembang pada kelenjar air liur minor yang ada di dalam nasofaring. Kanker ganas ini lebih sering terjadi pada hidung dan mulut.

    c. Limfoma

    Kanker ini dimulai pada jaringan kelenjar gondok atau kelenjar getah bening.

    d. Melanoma

    Jenis kanker ganas ini berkembang dari sel penghasil pigmen yang memberi warna pada kulit. Perkembangannya terjadi di leher dan kepala, dalam mulut, hidung, dan juga kulit.

    e. Sarkoma

    Jenis kanker ganas ini berkembang dari jaringan ikat atau sel-sel yang bertugas membentuk jaringan tubuh, misalnya pada lemak, tulang, tulang rawan, dan otot.

Penyebab Kanker Nasofaring Yang Jarang Disadari

Meski terbilang salah satu penyakit berbahaya dan sifatnya ganas, masih saja ada banyak orang yang mengabaikan bahkan tidak menyadari penyebabnya.

Bila Anda secara tidak sadar melakukan hal-hal ini, sebaiknya segera hentikan karena beberapa kegiatan yang kita jalankan menyebabkan nasofaring.

Di bawah ini adalah penyebab terjadinya kanker nasofaring :

1. Virus EBV

Ilmuwan telah mendeteksi adanya penyebab munculnya penyakit nasofaring pada diri seseorang yaitu virus EBV.

Virus Epstein-Barr atau EBV diketahui bisa menyebabkan sel yang ada di nasofaring menjadi tidak normal dan kemudian berkembang menjadi kanker.

Bahkan, di negara maju, banyak orang terindikasi virus EBV bisa sembuh tanpa ada masalah jangka panjang.

2. Keturunan

Keturunan pasti selalu berhubungan dengan DNA. DNA sendiri adalah bahan kimi yangmana setiap selnya membentuk gen kita.

Bila DNA seseorang sudah bercampur dengan virus EBV maka kemungkinan besar sel DNA tersebut sudah terinfeksi dan akan berlanjut pada keturunannya.

Faktor penyebab nasofaring ini akan semakin kuat bila keturunan yang terkena virus EBV melakukan diet tinggi garam, diet ikan asin dan daging yang diawetkan.

Mengingat penyebab nasofaring selalu berhubungan dengan gen, virus dan hal-hal yang kita lakukan, sudah saatnya kita peduli dengan kesehatan. Bila ingin diet, cobalah konsultasikan kepada dokter.

Begitu pula dengan terjakitnya virus EBV, tidak ada salahnya memeriksakan diri guna mengetahui apakah tubuh Anda terinfeksi vrius tersebut atau tidak.

Mengenal Gejala Kanker Nasofaring

gejala kanker nasofaringSebagian masyarakat awam mungkin masih asing dengan kanker nasofaring. Terlebih yang lebih mengkhawatirkan lagi ternyata gejala awal penyakit ini hampir mirip dengan flu.

Dengan demikian agar Anda tak salah menduga gejala antara flu dan kanker nasofaring sebaiknya ketahui gejala kanker nasofaring secara tepat.

Berikut ini akan dijelaskan gejala penyakit kanker nasofaring yang perlu Anda ketahui.

1. Mimisan atau pendarah hidung

Perlu Anda ketahui bahwa mimisan bisa menjadi salah satu tanda munculnya penyakit kanker nasofaring. Meskipun terkadang mimisan dianggap sebagai hal yang biasa tetapi sebaiknya Anda tetap waspada.

2. Muncul benjolan di leher

Jika Anda merasakan adanya benjolan di bagian leher sebaiknya periksakan benjolan tersebut ke dokter. Karena bisa jadi benjolan yang tak wajar tersebut merupakan gejala kanker nasofaring.

3. Diplopi

Gejala yang satu ini akan membuat penglihatan Anda menjadi kabur sehingga muncul dua bayangan ketika Anda sedang melihat benda atau objek. Jika Anda mengalami hal ini sebaiknya perlu waspada.

4. Telinga mendenging sebelah

Telinga yang berdenging sebetulnya hal yang biasa tetapi jika frekuensinya terlalu sering sebaiknya Anda harus waspada dan segera memeriksakannya ke dokter. Karena bisa jadi hal tersebut merupakan gejala munculnya kanker nasofaring.

5. Hidung tersumbat

Gejala yang satu ini memang mirip dengan gejala flu. Tetapi jika hidung tersumbat disertai dengan gejala-gejala yang telah dijelaskan tersebut sebaiknya Anda waspada karena bisa jadi hidung yang tersumbat tersebut adalah kanker.

6. Benjolan di hidung

Jika muncul benjolan di dalam hidung dan membuat Anda tidak nyaman sebaiknya perlu waspada. Sebab benjolan tersebut bisa saja adalah kanker yang mulai tumbuh.

Bila Anda merasakan ciri-ciri kanker nasofaring berikut ini sebaiknya segera lakukan tindakan misalnya dengan melakukan konsultasi kepada dokter

1. Gangguan di area telinga

Seseorang yang menderita kanker nasofaring pasti akan mengalami gangguan pendengaran.

Pendengaran pada akhirnya terasa berdenging dan kurang peka terhadap volume suara kecil.

2. Gangguan dalam pernapasan

Penderita kanker nasofaring pasti akan mengalami kesulitan bernapas. Hal ini terjadi karena hidung tersumbat sehingga hidung terasa penuh dan untuk bernapas pun sulit.

3. Gangguan pada tenggorokan

Apabila kanker nasofaring sudah menyebar ke bagian leher, sudah pasti penderitanya akan mengalami sakit tenggorokan. Bila sudah begini, seseorang akan kesulitan menelan makanan hingga sulit untuk berbicara.

4. Sering mimisan

Waspadalah bila Anda sering mengalami mimisan. Mimisan juga termasuk ke dalam ciri penyakit kanker nasofaring yang kerap disepelekan.

Teknik Pengobatan Kanker Nasofaring

Untuk melakukan pengobatan kanker nasofaring sejak dini, ada baiknya melakukan pemeriksaan ke dokter sedari awal. Hal ini untuk mendapatkan diagnosa pada stadium pertama.

1. Stadium awal

Pada penderita stadium satu, langkah pengobatan tahap pertama adalah radioterapi yang langsung diarahkan pada tumor.

Meskipun sel kanker belum menyebar ke kelenjar limfe, radioterapi diberikan untuk mematikan sel kanker sebelum menyerang ke organ tubuh yang lain.

2. Stadium 2-4B

Pada pasien stadium lanjut 2-4B, kombinasi pengobatan yang dilakukan adalah radioterapi dan kemoterapi.

Jika sel kanker telah melanda kelenjar limfe, opsi pembedahan bisa menjadi salah satu pengobatan yang direkomendasikan.

3. Stadium 4C

Kanker pada tahap ini biasanya sudah tidak mempan dilakukan pengobatan menggunakan teknik radiasi. Pilihan pengobatan stadium 4c adalah kemoterapi yang didukung pemberian obat cisplatin dan lainnya.

4. Kanker nasofaring rekuren

Jika sel kanker yang telah dilakukan berbagai metode pengobatan masih datang kembali, dokter akan menyarankan terapi radiasi tambahan dan kemoterapi lanjutan.

Metode pengobatan tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentu tidak bisa mengabaikan efek samping yang ditimbulkan oleh pengobatan tersebut.

Metode Pengobatan Kanker Nasofaring Dengan Jamur Maitake

manfaat jamur maitake sebagai obat kanker dan tumorDari sekian teknik pengobatan secara kedokteran, pernahkah Anda mendengar jamur maitake yang berasal dari Jepang?

Ya, jenis jamur yang memiliki bentuk seperti bola basket raksasa ini memiliki kandungan yang luar biasa untuk menyembuhkan kanker nasofaring.

Kandungan polisakarida sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien. Selain itu, jamur maitake juga mengandung fraksi D yang mampu menghambat onkogen dan patogen virus bakteri penyebab kanker.

Konsumsi jamur maitake juga telah terbukti aman dan tidak menimbulkan efek negatif bagi tubuh. Anda bisa memilih konsumsi ekstrak jamur maitake yang bisa dikonsumsi rutin untuk mencegah perkembangan sel kanker nasofaring.

Nah, jika Anda mengalami gejala penyakit kanker nasofaring sejak dini, ada baiknya mengetahui khasiat serta mengkonsumsi produk jamur maitake secara rutin sebagai pengobatan kanker terbaik.

Artikel Terkait :