Kanker Hati | Waspadai dan Kenali Kanker Hati Beserta Jenisnya

Waspadai dan Kenali Kanker Hati Beserta Jenisnya

gejala kanker hati yang dapat terjadiKanker hati adalah jenis kanker yang menyerang hati atau liver. Penyakit yang satu ini bisa terjadi pada kaum pria maupun wanita.

Selain itu, jenis kanker yang satu ini juga terdiri dari 2 klasifikasi berdasarkan lokasi pertumbuhannya. Oleh karena itu, tak heran jika ada penderita yang mengidap kanker ini dengan klasifikasi primer atau bisa juga dengan sekunder.

Salah satu penderita kanker ini yang bisa Anda ketahui adalah David Bowne, yang merupakan salah satu selebritis terkenal dari Hollywood. Jenis kanker ini juga menjadi salah satu penyakit yang cukup mematikan di dunia.

Klasifikasi Penyakit Kanker Hati

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kanker ini termasuk salah satu jenis yang berbahaya. kanker hati sendiri bisa diklasifikasikan menjadi 2. Hal ini didasarkan pada lokasi tumbuhnya sel kanker itu sendiri. Ada baiknya Anda mengenal klasifikasi dari jenis kanker ini, sehingga bisa dilakukan langkah yang tepat jika ada seseorang yang terkena penyakit ini.

1. Kanker hati primer

Klasifikasi yang pertama dari kanker liver ini adalah jenis primer. Kanker pada hati ini berawal pada organ hati. Kanker ini juga termasuk jenis yang berpotensi fatal.

2. Kanker hati sekunder

Klasifikasi kedua dari kanker hati ini bermula dari organ tubuh lain. Setelah itu, sel kanker pun menyebar dan juga tumbuh di hati.

Jenis – Jenis Kanker Hati

Kedua jenis kanker hati seperti di atas bukan berarti menjadi satu-satunya yang bisa Anda tahu. Meskipun jenis kanker ini terbagi menjadi primer dan sekunder berdasarkan awal mula pertumbuhannya, masih ada juga beberapa jenis yang bisa Anda tahu.

Beberapa jenis kanker hati antara lain seperti yang ada di bawah ini.

1. Hepatocellular Carcinoma atau Karsinoma Hepatoseluler

Jenis kanker ini paling umum terjadi dari klasifikasi kanker liver primer. Jenis kanker pada hati yang satu ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita. Selain itu, kondisi ini pun lebih umum terjadi pada orang usia lanjut.

2. Angiosarcoma

Jenis kanker hati ini bisa juga disebut dengan haemangiosarcoma. Meskipun sangat jarang terjadi, penyakit ini bermula di pembuluh darah hati. Penyakit ini sering terjadi pada orang berusia 70 sampai 80-an.

3. Karsisnoma Fibrolamellar

Penyakit ini adalah jenis yang langka dari karsinoma hepatoseluler. Jenis kanker pada hati ini cenderung terjadi pada orang-orang yang usianya lebih muda.

4. Hepatoblastoma

Ini adalah jenis kanker yang sangat jarang terjadi pada kanker liver primner. Pada umumnya kanker ini sering terjadi pada anak-anak yang usianya di bawah 3 tahun.

Berbagai klasifikasi dan jenis kanker hati seperti di atas sudah Anda tahu. Dengan begitu, ada baiknya Anda melakukan intervensi yang tepat jika menemukan kasus seperti ini.

Penyebab Kanker Hati yang Perlu Diwaspadai

Kanker hati merusak fungsi dari hati seseorang. Padahal hati merupakan organ tubuh yang sangat vital. Tentu perlu tingkat kewaspadaan yang tinggi agar tidak terjangkit penyakit tersebut.

Setidaknya kewaspadaan diri bisa dilakukan dengan mengetahui penyebab kanker hati yang sering dialami banyak orang.

Sirosis atau Cirrhosis Hati menjadi salah satu penyebab kanker hati pada seseorang. Namun prosentase penderita sirosis yang berujung pada kanker cenderung tidak terlalu banyak. Jadi mengidap sirosis belum tentu akan mengidap kanker hati juga.

Pada saat mengidap sirosis, jaringan hati normal akan digantikan oleh jaringan parut yang menyebabkan hati menjadi mengeras. Sehingga fungsi hati menjadi menurun dan rawan terhadap serangan sel kanker.

Selain sirosis, penyebab kanker hati bisa karena sebelumnya orang tersebut mengidap penyakit hepatitis. Biasanya jenis hepatitis yang berpotensi menjadi kanker adalah hepatitis B dan hepatitis C.

Beberapa pengidap hepatitis B terkadang memiliki kesamaan dengan pengidap kanker hati yaitu sama-sama beresiko mengalami luka parut yang meluas ke organ hati.

Luka parut merupakan jaringan hati yang terbentuk ketika jaringan normal dan lunak mengalami proses luka. Penyebaran dari hepatitis B bisa melalui cairan tubuh seperti air liur, sperma, ataupun cairan vagina.

Untuk infeksi hepatitis C dalam jangka lama akan menyebabkan peradangan dan kerusakan pada hati. Hal inilah yang dapat memicu munculnya sel kanker di dalam hati.

Resiko kanker hati akan lebih besar lagi jika pengidap hepatitis C masih merokok. Penularan hepatitis C sering terjadi melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi oleh pengidap hepatitis C sebelumnya.

Selain karena infeksi dari beberapa penyakit, penyebab kanker hati bisa muncul karena mengkonsumsi minuman beralkohol. Ketika seseorang memimun minuman beralkohol, maka hati akan bekerja keras untuk menyaring zat berbahaya dari minuman tersebut.

Pada akhirnya setiap menyaring racun beberapa sel hati akan mati. Meskipun dapat meregenerasi, namun penyaringan racun oleh hati dalam jangka panjang dapat merusak hati secara permanen.

Waspada Bermacam-macam Gejala Kanker Hati

Penyakit kanker hati terjadi karena adanya sel abnormal yang tumbuh di dalam hati sehingga dapat merusak sel baik yang terdapat dalam hati tersebut.

Supaya dapat mengetahui seseorang terkena penyakit kanker hati atau tidak dapat diketahui dengan melihat beberapa gejala yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini beberapa gejala kanker hati :

  1. Ketika buang air kecil, air seni yang dikeluarkan berwarna gelap seperti kuning kegelapan hingga berwarna coklat. Ini terjadi bukan dikarenakan dehidrasi namun bisa jadi tanda dari gejala kanker hati.
  2. Ketika buang air besar, feses yang dikeluarkan berwarna gelap.
  3. Hati mengalami pembengkakan, ditandai dengan ukuran hati yang semakin hari semakin cepat membesar serta perut terasa kembung. Kembung ini bukan karena masuk angin. Jika ingin melihat pembengkakan yang terjadi pada hati dapat dilakukan dengan ronsen.
  4. Selain pembengkakan pada hati, dapat juga ditandai dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening.
  5. Sering mengalami mual-mual hingga muntah. Ini menyebabkan nafsu makan menjadi menurun.
  6. Kondisi tubuh mudah merasa lelah jadi tidak semangat dalam beraktivitas atau lesu.
  7. Kekebalan dalam tubuh semakin hari semakin turun atau melemah.
  8. Mengalami sakit pada perut bagian kanan.
  9. Sistem pencernaan mengalami gangguan.
  10. Gula darah semakin menurun. Ini menyebabkan kurang darah sehingga penderita sering pingsan.
  11. Terasa sakit dan ngilu-ngilu pada sendi-sendi.
  12. Meningkatnya bau mulut dan bau badan juga dapat dikarenakan terkena kanker.
  13. Bola mata dan kulit mengalami perubahan warna menjadi kuning.
  14. Sering mengalami mimisan.

Dari beberapa gejala kanker hati di atas dapat dijadikan kewaspadaan pada diri kita masing-masing. Jika mengalami gejala-gejala yang ada di atas maka segera periksakan kepada ahli kesehatan.

Penyakit kanker hati merupakan penyakit yang sudah banyak terjadi khususnya di Indonesia. Anda tidak perlu bingung juga jika ingin melakukan pengobatan kanker hati. Sekarang ini aneka macam pengobatan telah ada.

Pengobatan dapat dilakukan secara herbal dengan obat herbal, dapat juga dengan obat medis, operasi dan juga terapi.

Sayangi Hatimu, Inilah Pengobatan Kanker Hati

Secara medis penderita kanker hati ditangani dengan pengobatan yang disesuaikan dengan tingkat keparahan atau stadium kanker. Selain pengobatan medis, pengobatan kanker hati menggunakan bahan herbal pun bisa menjadi solusi alternatif.

Penyakit kanker hati menjadi salah satu jenis kanker yang paling umum ke-5 di dunia bagi kaum laki-laki serta menjadi ke-9 bagi kaum wanita. Sekitar 83% kasus penyakit ini menyerang negara-negara berkembang.

Sedangkan kebanyakan negara-negara yang telah maju, penyebab utama penyakit ini ialah mengonsumsi alkohol berlebihan serta meningkatnya obesitas.

Pengobatan Kanker Hati Secara Medis

Pasien dengan penyakit kanker hati dapat sembuh secara total jika mendapatkan pengobatan sedini mungkin. Ketika terdiagnosis kanker masih berada dalam stadium 1, kemudian segera memperoleh penanganan.

Apabila diagnosis kanker telah berada dalam stadium 4, maka tindakan medis hanya mampu berfokus untuk meringankan munculnya ketidaknyamanan dan rasa sakit. Selain itu, hanya mampu mengusahakan agar pasien memiliki kemungkinan hidup lebih lama.

1. Operasi

Bedah reseksi atau operasi berupa tindakan mengambil jaringan hati yang terserang kanker. Pada umumnya butuh waktu sekitar 3 hingga 4 bulan menjalani masa pemulihan organ hati setelah operasi.

Namun sebagaimana prosedur medis lainnya, bedah reseksi ini juga mempunyai risiko. Sebagian pasien yang menjalani tindakan bedah reseksi hati mengalami komplikasi misalnya infeksi, pendarahan, maupun thrombosis pada vena dalam.

2. Transplantasi hati

Berupa tindakan operasi dalam rangka mengganti organ hati yang lama dengan yang baru, hasil dari pemberian dari pendonor. Para pendonor bisa yang telah meninggal maupun yang hidup.

Transplantasi dari pendonor yang telah meninggal biasanya akan menghadapi hal berikut :

  • Memakan waktu lama untuk menantikan donor hati yang cocok.
  • Hasil biasanya lebih baik bila dibandingkan donor hati dari pendonor yang hidup.

Sedangkan transplantasi yang dilakukan dari pendonor hidup, biasanya akan menghadapi hal berikut :

  • Tak perlu lama menunggu donor hati.
  • Tingkat komplikasi saat prosedur transplantasi menjadi lebih tinggi.
  • Hasil biasanya tidak sebaik apabila menggunakan hati yang berasal dari pendonor yang telah meninggal.

3. Radiofrequency ablation/RFA

Berupa tindakan pengangkatan dengan menggunakan frekuensi radio. Suhu panas yang dihasilkan mampu membunuh sel-sel kanker.

RFA bertujuan untuk mematikan sel kanker serta menyusutkan ukuran menggunakan proses pemanasan aliran listrik.

Pengangkatan atau ablasi menggunakan RFA bisa menjadi langkah alternatif medis selain tindakan operasi. Namun untuk menangani kanker dengan 1 maupun beberapa tumor yang diameternya tidak lebih dari 5 centimeter.

Walaupun jarang, risiko komplikasi juga mungkin terjadi diantaranya luka bakar kecil, pendarahan, infeksi, maupun terjadi kerusakan sekitar organ.

4. Kemoterapi

Jenis tindakan kemoterapi yang biasanya direkomendasikan bagi penderita kanker hati stadium 2 dan 3 yakni kemoembolisasi (TACE).

Tindakan ini tidak dapat menyembuhkan tetapi meredakan sakit serta memperpanjang harapan hidup.

Prosedur kemoterapi tidak direkomendasikan bagi penderita yang terdiagnosis stadium 4 sebab berkemungkinan memperburuk kondisi.

Alternatif Pengobatan Kanker Hati Menggunakan Maitake

Sekitar tahun 1980 ilmuwan Jepang telah meneliti salah satu jamur yang sangat baik dijakan bahan baku obat herbal. Jamur tersebut yakni jamur maitake nama lain dari Grifola Frondosa.

Jamur Maitake merupakan jamur berukuran besar, sebesar bola basket. Jamur maitake biasa disebut juga “Raja Jamur”. Jamur maitake terbukti memiliki kandungan baik berupa anti-kanker.

Dengan mengonsumsi jamur maitake dengan takaran yang pas disesuaikan kondisi stadium kanker, maka dapat menjadi alternatif pengobatan kanker hati.

Artikel Terkait :