kanker melanoma

Kanker Melanoma | Penyebab, Gejala, Ciri Dan Pengobatannya

Kanker Melanoma | Tahukah Anda Bahwa 7 Orang Ini Rentan Terkena Kanker Melanoma

penyakit kanker melanomaKanker melanoma adalah salah satu penyakit kanker kulit ganas yang bisa menyebabkan kematian.

Fakta membuktikan bahwa kanker melanoma bisa menyerang orang-orang dengan ciri tertentu.

7 Ciri Orang Yang Rentan Terkena Kanker Melanoma

1. Mempunyai warna kulit, rambut cerah dan bintik-bintik

Orang Eropa, Amerika dan Australia yang merupakan ras Kaukasian memiliki risiko terkena kanker melanoma lebih besar dibandingkan ras lain. Hal ini disebabkan oleh pigmen melamin yang sedikit padahal pigmen ini berfungsi melindungi kulit dari sengatan sinar UV.

2. Faktor genetik

Jelas tidak terbantahkan bahwa orang yang memiliki riwayat genetik kanker kulit bisa terkena penyakit yang sama.

3. Memiliki tahi lalat aneh

Tahi lalat aneh yang dimaksud di sini adalah tahi lalat yang gatal, berdarah, bersisik dan memiliki bentuk lebih besar dibandingkan tahi lalat biasa. Jika Anda memiliki tanda tersebut, mungkin sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

4. Memiliki riwayat kanker kulit

Orang yang pernah mengalami kanker kulit sebelumnya seperti kanker kulit basal cell berisiko terkena kanker melanoma lebih besar.

5. Memiliki sistem imun rendah

Setiap manusia memiliki sistem imun yang berbeda. Faktor kekebalan tubuh kuat atau lemah juga dipengaruhi oleh banyak hal mulai lingkungan, nutrisi dan lain-lain selain bawaan lahir. Orang yang memiliki sistem imun lemah cenderung gampang terkena penyakit termasuk kanker jenis ini.

6. Usia dan jenis kelamin

Pada perempuan, kanker kulit kerap menyerang usia 30 tahun ke bawah, sedangkan kaum laki-laki cenderung menderita kanker ini pada usia 50 tahun ke atas.

7. Terlalu sering terpapar sinar UV

Hati-hati bagi Anda yang suka berjemur karena bisa saja rentan terkena kanker melanoma. Sebaiknya menggunakan pakaian panjang atau sunblock saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Penyebab Kanker Melanoma

penyebab kanker melanomaKanker merupakan penyakit yang tergolong sangat ganas karena dapat membuat penderitanya meninggal salah satunya yaitu kanker melanoma, adapun penyebab kanker melanoma sangat banyak.

Kanker melanoma merupakan penyakit yang menyerang kulit, sehingga menimbulkan perubahan pada kulit penderita.

Penyebab kanker melanoma secara detail bisa Anda lihat pada berikut ini :

1. Gangguan sel melanosit

Sel melanosit berfungsi untuk menentukan pigmen warna kulit. Bila sel melanosit ini mengalami gangguan maka, sel tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik.

Bahkan sel melanosit akan mengalami perubahan yaitu dapat menimbulkan adanya tahi lalat baru yang mengindakasi terjadinya kanker melanoma. Apabila tidak diberi pengobatan dengan cepat maka, bisa menyebar ke organ dalam tubuh.

2. Sinar ultraviolet

Penyebab kanker melanoma yang paling umum yaitu karena kulit terpapar sinar ultraviolet terus menerus. Perlu diketahui bahwa sinar ultraviolet datang bersama dengan sinar matahari. Dalam melakukan kegiatan di luar ruangan usahakan agar menggunakan sunblock.

3. Mutasi genetik

Kanker melanoma juga terjadi karena mutasi genetik. Bila sudah menyangkut pada mutasi genetik maka, kanker tersebut dapat terjadi kapan saja. Terjadinya kanker tersebut bisa cepat atau lambat tergantung mutasi genetik yang menyerang tubuh.

4. Keturunan

Orang tua yang dahulunya sudah terkena kanker melanoma, pasti anak keturunannya akan terkena penyakit tersebut karena kanker melanoma dapat diturunkan dari orangtua. Perhatikan riwayat kesehatan keluarga Anda, supaya dapat menjaga agar tubuh terhindari dari kanker dengan cara melakukan pengobatan dini.

5. Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah juga sangat rentan, karena dapat membuat orang tersebut dengan mudah terkena sinar ultraviolet akibatnya bisa terkena kanker melanoma.

Gejala Kanker Melanoma

Gejala kanker melanoma biasanya ditandai dengan munculnya bercak hitam yang mirip dengan tahi lalat di beberapa bagian tubuh terutama wajah.

Selain itu, kanker melanoma juga bisa dideteksi dari tumbuhnya tahi lalat lama yang semakin tidak terkendali.

Namun ada beberapa ciri khas yang bisa membedakan tahi lalat biasa dengan melanoma tersebut untuk memudahkan kita mengetahui secara pasti sejak dini.

Beberapa gejala kanker melanoma yang bisa dideteksi dari kulit serta kondisi tubuh bisa membantu penderita untuk mendapatkan penanganan lebih awal mengatasi kanker kulit ini. Apa saja gejala kanker melanoma yang sering terlihat dengan mudah? Simak infonya berikut ini!

Melanoma yang Tumbuh di Banyak Tempat

Melanoma merupakan sebutan untuk bercak hitam yang menyerupai tahi lalat dan merupakan ciri utama kanker kulit melanoma. Melanoma tidak hanya sering dijumpai pada beberapa bagian wajah dan leher, tetapi juga seringkali muncul di beberapa anggota tubuh lainnya seperti tangan, kaki, serta punggung. Melanoma juga tidak hanya tumbuh di bagian tubuh yang sering terpapar sinar ultraviolet, karena banyak juga kasus melanoma yang tumbuh di bawah kuku, mulut, saluran kemih, hingga vagina. Inilah gejala kanker melanoma yang wajib diwaspadai oleh kita semua.

Lokasi Tumbuhnya Melanoma Mengalami Perubahan

Dilihat dari lokasi tumbuhnya, melanoma juga pasti bisa menyebar ke anggota tubuh lainnya. Biasanya pada lengan, area vagina, area sekitar mulut, melanoma juga akan menimbulkan perubahan. Perubahan tersebut meliputi perubahan warna, hingga sedikit mengeluarkan bau tidak sedap bila melanoma sudah lama tumbuh di tempat tersebut.

Kulit Menjadi Mudah Iritasi

Kanker merupakan jaringan yang memang merusak jaringan sehat, sehingga seringkali pada bagian yang ditumbuhi sel kanker akan memunculkan perubahan cukup siginifikan. Pada jenis kanker kulit melanoma, sel jaringan kulit yang sudah terinfeksi kanker akan mudah mengalami iritasi. Awalnya, mungkin hanya terlihat ruam merah saja, namun berangsur menjadi iritasi akut pada kulit tubuh.

Ciri-ciri Kanker Melanoma

gejala kanker melanoma

Daftar ABCDE Melanoma menjadikan seseorang lebih mudah mengenali melanoma sejak awal. Penjelasan ABCDE tersebut antara lain sebagai berikut:

1. A atau Asymmetrical yang mencirikan bahwa melanoma memiliki bentuk yang asimetris dan tidak beraturan atau tidak bisa dibagi dua sama rata.

2. B atau Border yang mencirikan bahwa pinggiran pada melanoma lebih kasar dan tidak rata, sehingga berbeda dengan tahi lalat normalnya.

3. C atau Colour yang mencirikan bahwa melanoma biasanya terdiri dari dua hingga tiga warna sekaligus.

4. D atau Diameter yang mencirikan bahwa melanoma memiliki diameter yang lebih dari 6 mm.

5. E atau Evolution yang mencirikan bahwa melanoma mengalami perubahan bentuk serta ukuran menjadi semakin besar.

Satu jenis ciri-ciri kanker yakni yang menempel dan berkembang di melanosit, sebagai sel pigmen berfungsi sebagai penghasil melamin. Nah, melamin tersebut berguna untuk menyerap sinar ultraviolet matahari, kanker melanoma jarang terjadi tetapi sangat berbahaya.

Kanker akan muncul pada bagian kulit, kemudian berkembang dan menyebar ke organ tubuh lainnya. Ciri-ciri kanker melanoma yang umum terjadi adalah munculnya tahi lalat baru atau tahi lalat berkembang terutama pada bagian wajah, kaki, punggung, dan tangan.

Selain banyak muncul tahi lalat baru, terdapat tahi lalat yang berkembang atau berubah dari bentuk awal. Tahi lalat pada umumnya memiliki satu warna saja, berdiameter 6 mili, dan bentuknya oval atau bulat. Sementara ciri-ciri kanker melanoma adalah:

1. Memiliki bentuk yang tidak teratur.
2. Memiliki diameter lebih besar dari tahi lalat umumnya.
3. Umumnya memiliki warna lebih dari satu.
4. Tahi lalat terasa gatal dan bisa berdarah saat di garuk.

Setelah mengetahui ciri-ciri kanker melanoma, maka kita akan membedakan antara tahi lalat dengan kanker, caranya sebagai berikut:

1. Asimetris : melanoma memiliki bentuk tidak teratur, sehingga tidak bisa di bagi menjadi 2 sama rata.
2. Pinggiran : bentuk tepian tidak rata dan cenderung bertekstur kasar, hal ini sangat berbeda dengan tahi lalat umumnya.
3. Warna : tahi lalat memiliki satu warna, sementara melanoma memiliki 2 – 3 warna.
4. Diameter : ukuran diameter tahi lalat hanya mencapai 6 milimeter, sementara kanker melanoma memiliki diameter lebih besar.
5. Perkembangan atau Membesar : tahi lalat yang mengalami perkembangan atau terus membesar, memiliki potensi menjadi kanker.

Walaupun kanker melanoma sering terjadi pada tahi lalat yang sudah ada di kulit, namun ada beberapa kasus melanoma berawal dari kulit tanpa tahi lalat dan tidak terpapar oleh sinar ultraviolet matahari.

Bahkan tidak menutup kemungkinan melanoma akan muncul dari mulut, bahu, saluran kemih, saluran pencernaan, bagian mata, ataupun alat kelamin.

Pengobatan Kanker Melanoma Dengan Jamur Maitake

Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang sering kali mengancam jiwa seseorang. Hingga kini, banyak sekali jenis kanker yang bermunculan sebagai bagian dari gangguan kesehatan yang sangat ditakuti oleh setiap orang.

Penyakit yang menyerang bagian kulit ini bisa dibilang sangat ganas mengingat setidaknya ada 4.872 kasus kanker melanomia yang ditemukan di Australia dengan angka kematian mencapai 680 orang pada 2002 silam.

Sedangkan di Indonesia tercatat setidaknya ada 1.157 kasus dengan angka kematian mencapai 597 orang. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan terkait dengan bahaya kanker jenis ini. lantas, bagaimana dengan pengobatan kanker melanoma?

Berikut ini beberapa tindakan pengobatan kanker melanoma yang disesuaikan dengan tingkat keparahan.

1. Pengobatan kanker kulit melanoma stadium 1

Untuk mereka yang mengalami permasalahan kanker melanoma stadium 1, tindakan pengobatan ini dilakukan dengan cara melakukan operasi kecil yang dilakukan oleh pihak dokter bedah plastik.

Tujuan operasi ini yaitu menghilangkan sel – sel melanoma yang terdapat pada bagian kulit. Mengingat tingkat keparahannya masih terbilang ringan, sering kali pihak dokter akan menggunakan bius lokal demi menghindarkan rasa sakit saat sel kanker ini dihilangkan. Jika dimungkinkan akan dilakukan pencangkokan kulit demi menghindarkan bekas luka yang terlalu mencolok.

2. Pengobatan kanker kulit melanoma stadium 2 dan 3

Ketika Anda telah memasuki stadium 2 ataupun 3 atas serangan kanker melanoma ini, maka tindakan pengobatan kanker melanoma bisa dilakukan melalui pembedahan. Akan tetapi, pembedahan ini sering kali menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh (limfedema). Tindakan ini memang sangat perlu dilakukan mengingat kanker ini telah menyerang bagian nodus limfa sehingga akan dimungkinkan menyebabkan gangguan pada sistem limfatik Anda.

3. Pengobatan kanker kulit menaloma stadium 4

Jika penyakit kanker melanoma Anda telah menyebar dan muncul di berbagai tubuh lainnya, bisa dipastikan jika yang demikian ini penyakit kanker telah memasuki stadium 4.

Untuk tindakan pengobatan kanker melanoma stadium 4, pihak dokter hanya bisa memberikan obat atau melalui tindakan redioterapi untuk memperlambat perkembangan sel kanker tersebut sehingga akan membantu memperpanjang usia hidup pasien. Sering kali tindakan pengobatan ini memberikan efek samping yang mempengaruhi kualitas hidup pasien.

Sebagai solusi permasalahan atas pengobatan kanker melanoma, Anda bisa kembali menggunakan bahan herbal dengan mengkonsumsi jamur maitake. Jenis jamur yang memiliki kandungan berbagai jenis vitamin seperti B1, B2, D, mineral, bioflavonoid, asam amino, asam lemak yang keseluruhannya ini memiliki fungsi menghambat perkembangan sel kanker.

Untuk itu, bagi Anda yang sedang menderita jenis kanker ini, disarankan untuk mengkonsumsi jamur maitake sebagai solusi herbal paling manjur.

Artikel Terkait :

Facebook Comments