Kanker Getah Bening | Penyebab, Gejala, Ciri Dan Pengobatan Kanker

Kanker Getah Bening | Penyebab, Gejala, Ciri Dan Pengobatan Kanker Getah Bening

penyakit kanker getah beningKanker getah bening adalah penyakit kanker yang menginvasi kalenjar getah bening yang bisa mempengaruhi kesehatan organ mulut, sel-sel saraf mulut dan semua bagian yang terhubunga dengan kalenjar ini.

Terkadang gejala kanker getah bening kerap diabaikan hingga mencapai stadium lanjut. Akibatnya, kematian penderita kanker kalenjar getah bening terus meningkat sepanjang waktu.

Makanan Yang Harus Dihindari Untuk Mencegah Kanker Getah Bening

Selain deteksi dini dan memperlakukan gaya hidup sehat seperti menjaga kesehatan mulut, Anda juga wajib tahu mengenai 5 jenis makanan yang wajib dihindari bagi penderita kanker getah bening berikut ini :

1. Makanan pedas dan dibakar

Jenis makanan pertama yang wajib masuk daftar hitam adalah makanan yang memiliki cita rasa pedas dan dibakar. Makanan yang dibakar bisa memiliki kandungan zat karsinogen yang bisa mengubah kandungan asam deoksiribonukleat menjadi zat perusak jaringan.

2. Alkohol

Konsumsi alkohol tentu tidak baik bagi kesehatan tak hanya pada penderita kanker getah bening. Namun, penderita kanker yang mengkonsumsi alkohol akan memiliki kekebalan tubuh yang lemah. Pasalnya, alkohol mampu merusak sel saraf otak.

3. Daging unggas

Penderita juga tidak boleh mengkonsumsi aneka menu makanan dari daging unggas karena bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Mengkonsumsi daging unggas berlebihan bisa memicu timbulnya tumor pada organ tubuh.

4. Makanan yang mengandung pengawet

Musuh kanker getah bening adalah makanan yang mengandung zat kimia pengawet. Zat kimia dalam bahan pengawet bisa menyebabkan penderita mengalami tumor mulut yang akan memperparah kondisi kanker yang tengah dialami.

5. Seafood

Makanan yang enak ini tidak disarankan untuk penderita kanker kalenjar getah bening karena dikategorikan dalam makanan penyebab kanker tersebut. Jadi, para penderita kanker berbahaya ini wajib selektif memilih makanan.

Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan ahli medis soal konsumsi makanan sehat selama masa pengobatan kanker berlangsung. Hal yang paling baik tentu saja mencegah kemungkinan terjadi kanker agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari bahaya kanker mematikan ini.

Penyebab Kanker Getah Bening

penyebab kanker getah beningInformasi tentang penyebab kanker getah bening menjadi satu hal yang ada baiknya untuk Anda tahu. Hal ini dikarenakan kanker adalah salah satu jenis penyakit berbahaya dan mematikan yang cukup sering terjadi di Indonesia.

Oleh karena itu, hal tentang bahasan serupa pun bisa Anda tahu dengan menyimak ulasan di bawah ini.

1. Infeksi tertentu

Ada sejumlah bakteri atau virus yang menjadi penyebab kanker getah bening. Hal ini bisa terjadi jika ada virus yang tumbuh dan membelah di sel limfoma atau menstimulasi sistem kekebalan tubuh dalam waktu lama, sehingga memicu perkembangan limfoma.

2. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Seseorang lebih berisiko terkena kanker jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Hal ini akan membuatnya tak bisa melindungi diri dari serangan virus dan infeksi.

3. Pengobatan kanker sebelumnya

Seseorang yang mempunyai riwayat kanker sebelumnya dan melakukan kemoterapi serta radioterapi mempunyai risiko besar mengembangkan limfoma.

Hal ini menjadi salah satu efek dari pengobatan yang bisa merusak sel sehat yang normal.

4. Bahan kimia

Ada lagi penyebab kanker getah bening, yaitu paparan bahan kimia. Misalnya saja seperti pewarna rambut, pestisida, dan beberapa produk kimia yang lainnya. Hal ini terjadi bukan hanya untuk para pemakai produk, namun juga yang bekerja di dalamnya.

5. Usia

Jenis kanker ini lebih sering menyerang orang dengan usia lanjut. Hal ini terjadi karena ada mutasi pada gen yang terus berjalan, sementara tubuh seseorang yang sudah memasuki usia lanjut semakin renta, sehingga sulit mengimbanginya.

6. Gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sehat bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya kanker getah bening. Misalnya saja seperti kebiasaan merokok. Hal ini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

7. Riwayat keluarga

Risiko seseorang terkena limfoma bisa meningkat bila ada saudara kandung atau orangtua yang mengalami kanker getah bening. Hal ini menjadi satu bentuk warisan genetika.

Beberapa penyebab kanker seperti di atas sudah Anda ketahui. Dengan begitu, Anda pun bisa memahami apa saja yang menjadi penyebab penyakit berbahaya yang satu ini.

Gejala Kanker Getah Bening

gejala kanker getah beningSeperti yang kita ketahui, kelenjar getah bening merupakan salah satu kelenjar penting dalam tubuh manusia yang berfungsi menghasilkan beberapa hormon serta menjaga stabilitas kondisi tubuh.

Oleh sebab itu, munculnya sel kanker kelenjar getah bening perlu segera ditangani agar tidak berujung buruk bagi penderitanya, dan yang kali pertama harus dilakukan adalah mengetahui apa saja gejala kanker getah bening yang bisa diamati.

Gejala kanker getah bening bisa berbeda pada setiap kasus. Banyak kondisi penderita yang kemudian menjadi diagnosa awal dari gejala kanker getah bening tersebut.

Beberapa gejala kanker getah bening akan dipaparkan pada ulasan berikut ini :

1. Demam

Suhu tubuh yang kian meningkat selalu menjadi patokan bahwa kondisi seseorang tidak dalam keadaan yang prima atau sehat. Demam menjadi indikator adanya kondisi lemah dari seseorang yang mungkin tengah terinfeksi virus atau diserang penyakit tertentu.

Salah satu gejala yang bisa diamati dari awal adalah demam yang temperaturnya berada di sekitar 37 hingga 38 derajat Celcius.mDemam mungkin tergolong sebagai panas biasa, namun seringkali muncul pada malam hari dan menjelang pagi.

2. Sering kelelahan

Penderita kanker akan otomatis mengalami penurunan metabolisme tubuh, sehingga kondisi tubuhnya pun akan berangsur lemah. Gejala kanker getah bening juga bisa memunculkan kondisi penderita yang sering merasa kelelahan meski tidak dalam aktivitas yang berat.

3. Perut begah

Rasa nyaman juga akan dirasakan bagi sebagian besar penderita kanker pada bagian pencernaan. Ini dikarenakan tekanan hormon yang semakin meningkat serta kerusakan jaringan sehat yang berpengaruh pada nafsu makan serta rasa penuh di dalam perut. Selain itu, pada beberapa kasus kanker getah bening, penderita juga bisa merasakan nyeri pada bagian tersebut.

4. Berkeringat

Keringat memang seharusnya dikeluarkan sebagai tanda bahwa tubuh kita mengalami metabolisme secara normal. Namun, bila kondisinya keringat lebih sering muncul di waktu malam, Anda juga harus berhati-hati. Berkeringat pada malam hari juga merupakan salah satu gejala kanker getah bening.

5. Berat badan turun drastis

Selain nafsu makan yang berkurang, penderita akan mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Gejala ini dialami selama kurang dari enam bulan sejak munculnya gejala kanker getah bening lainnya. Biasanya, penurunan berat badan penderita berkisar antara 10 persen hingga 20 persen dari sebelumnya.

6. Pembengkakan

Gejala kanker getah bening yang paling mudah diamati adalah adanya pembengkakan pada bagian kelenjar getah bening. Biasanya, bengkak muncul di sekitar leher, ketiak, atau pangkal paha.

Ciri-ciri Kanker Getah Bening Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non Hodgkin

Berikut ini adalah ciri-ciri kanker getah bening non Hodgkin yang bisa Anda waspadai diantaranya adalah :

1. Adanya rasa sakit ataupun pembengkakan di area perut
2. Membesarnya kelenjar getah bening di area sekitar leher, selangkangan maupun ketiak yang tidak terasa sakit.
3. Makan sedikit namun cepat kenyang
4. Keringat di waktu malam hari
5. Anemia
6. Hingga kelelahan ekstrim

Jika Anda merasakan gejala-gejala seperti yang telah disebutkan diatas dalam waktu sebagian besar. Maka ada baiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatannya yang lebih lanjut.

Adapun saja ciri-ciri kanker getah bening Hodgkin adalah :

1. Demam yang menggigil
2. Hilangnya selera makan
3. Terus-menerus merasa lelah
4. Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
5. Pembesaran getah bening diarea selangkangan atau ketiak hingga leher tanpa dirasa sakit
6. Gatal-gatal
7. Serta sensitivitas pada efek alkohol yang meningkat atau disertainya rasa sakit pada kelenjar getah bening pasca meminum alkohol

Jika Anda sudah mengalami ataupun merasakan gejala-gejala diatas maka segera kunjungi layanan kesehatan untuk mengetahui apa saja penyebab dari yang Anda keluhkan. Dan pengobatan pun bisa segera dilakukan.

Beberapa Pengobatan Kanker Getah Bening dengan Tanaman Herbal

Agar Anda tidak terlalu dipusingkan dengan kanker getah bening ada baiknya Anda langsung menyimak pengobatan kanker getah bening berikut ini :

1. Daun sirsak

Salah satu pengobatan kanker getah bening adalah dengan mengonsumsi daun buah sirsak. Dengan adanya kandungan carvone, anethofuran dan acetogenins yang alami dapat membantu meredam sel kanker.

Cara pengobatan kanker getah bening menggunakan daun sirsak adalah dengan merebus 7 helai daun sirsak dengan menambahkan 200 cc air. Biarkan sampai mendidih, dan jika sudah saringlah dan biarkan hingga dingin.

2. Kunyit putih

Kunyit putih yang memiliki nama ilmiah curcuma mangga ini dapat dijadikan sebagai obat herbal alami untuk mengobati kanker getah bening. Kandungan minyak atsirinya efektif dalam mengobati pembengkakan. Tidak hanya itu, kunyit putih juga mampu merangsang dan menaikkan daya tahan tubuh serta merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Dalam mengobati kanker tersebut, kunyit putih berperan dalam mematikan sel-sel kanker di dalam tubuh.

3. Manggis

Buah manggis tentu sudah tidak asing lagi. Siapa sangka jika tanaman ini bahkan bisa mengobati penyakit kanker getah bening secara alami. Adanya senyawa antioksidan dan flavonoid yang merupakan bahan aktif anti kanker tentu dapat menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker yang ada.

ak hanya itu saja, ada juga kandungan lain di dalam buah manggis seperti tookoferol dan polifenol. Jadi Anda tinggal meminum air hasil rebusan kulit manggis secara rutin. Anda bisa meminumnya 3 hingga 8 kali per gelasnya dalam seharinya.

Jamur Maitake sebagai Pengobatan Kanker Getah Bening secara Alami

manfaat jamur maitake sebagai obat kanker dan tumorJamur memang sudah tidak asing lagi jika dijadikan campuran masakan. Namun tahukah Anda jika ada salah satu jenis jamur yang dapat digunakan sebagai pengobatan kanker getah bening?

Jamur maitake adalah salah satu jenis jamur yang memiliki kandungan senyawa yang mampu mengobati sel kanker serta mengurangi efek samping dari kemoterapi.

Untuk mengobatinya sendiri Anda bisa mengolahnya dengan beragam kreasi masakan. Namun tetap pastikan membeli jamur tersebut dalam keadaan segar.

Jika tidak ingin mengolahnya Anda bisa mendapatkan ekstrak jamur maitake yang berupa bubuk, kapsul hingga suplemen untuk mengobati kanker getah bening tersebut.

 

Artikel Terkait :

Kanker Serviks | Jenis, Penyebab, Gejala, Ciri Dan Pengobatannya

Kanker Serviks – Jenis, Penyebab, Gejala, Ciri Dan Pengobatan Kanker Serviks

kanker serviks adalah kanker yang menyerang leher rahimKanker serviks adalah kanker yang terjadi akibat kerusakan dan perkembangan sel yang tidak normal di area leher atau mulut rahim.

Kanker yang satu ini menyerang wanita dan tergolong berbahaya. Oleh karena itu, tak jarang ada banyak orang yang khawatir dengan adanya penyakit kanker yang satu ini.

Keberadaan kanker yang menyerang serviks ini hanya terjadi pada wanita. Hal tersebut karena area serviks hanya dimiliki oleh kaum wanita, sedangkan pria tidak.

Maka, tak heran jika seluruh penderita kanker ini adalah kaum wanita. Namun demikian, bukan berarti kanker ini bisa dianggap remeh oleh pria, terlebih yang anggota keluarganya mengidap penyakit serupa.

Jenis-jenis kanker serviks

jenis-jenis kanker serviksSetelah mengetahui gambaran umum tentang kanker serviks seperti di atas, tak ada salahnya jika Anda juga mengetahui beberapa info lebih lanjut.

Kanker yang satu ini memang memiliki beberapa jenis yang dikategorikan berdasarkan tipenya. Jika Anda mengetahuinya, maka penanganan akan tepat.

Ada beberapa jenis dari penyakit ini yang tergolong sulit untuk ditangani. Beberapa jenis dari kanker ini antara lain seperti melanoma, adenosquamous, adenosarcoma, adenocarcinoma, lymphoma, dan small cell carcinoma.

Setelah mengetahui beberapa hal di atas, tak ada salahnya Anda melakukan penanganan yang tepat. Dengan mengenal informasi lebih detail, Anda pun bisa menentukan apa yang harus dilakukan sebagai pencegahannya.

Mengetahui Penyebab Kanker Serviks

penyebab kanker serviks pada wanitaBanyak penyandang kanker tersebut berujung pada kematian karena penanganan yang telat. Agar tidak terjangkit penyakit tersebut, maka perlu sekali mengetahui penyebab kanker serviks. Sehingga di kemudian hari Anda dapat terhindar jauh-jauh dari serangan kanker.

Salah satu penyebab kanker serviks adalah Human Papillomavirus atau sering disingkat HPV. Menurut penelitian sekitar 99,7 persen pengidap kanker ini disebabkan oleh virus HPV. HPV ini memiliki lebih dari 100 jenis virus.

Terdapat sekitar 15 jenis HPV yang berpotensi memicu penyebab kanker serviks. Jenis HPV yang paling sering menyebabkan kanker adalah HPV 16 dan HPV 18.

HPV ini bisa menyebar ke tubuh melalui hubungan seksual, atau kontak langsung antar kelamin., pertukaran cairan tubuh, membrane mukosa, atau oral seks. Setelah melakukan hubungan seksual diperkirakan sebanyak 33 persen wanita terkena kanker ini.

Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HPV ini. Virus HPV bisa menetap atau hilang begitu saja dari dalam tubuh tanpa penanganan apapun.

Agar tidak terjangkit virus HPV disarankan bagi wanita untuk melakukan vaksinasi HPV agar tidak mudah tertular.

Selain HPV, penyebab kanker serviks bisa dipicu oleh sel prakanker. Sel prakanker merupakan tahap dimana sel sehat berpotensi berubah menjadi sel kanker.

Dalam istilah kedokteran, sel prakanker disebut dengan Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN). Pertumbuhan sel CIN menjadi sel kanker cenderung lambat. Biasanya membutuhkan waktu sekitar 10-20 tahun.

Dalam proses perkembangannya, CIN memiliki tiga stadium;

1. CIN 1.

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel rahim mengalami perubahan yang tidak terlalu signifikan. Pada tahapan ini perlu dilakukan pemantauan, karena masih ada kemungkinan sel-sel dapat normal kembali tanpa perlu penanganan medis.

2. CIN 2.

Terjadi perubahan yang lebih signifikan. Sel-sel abnormal perlu diangkat oleh dokter.

3. CIN 3.

Perubahan sel pada tahap in sangat abnormal namun belum berpotensi menjadi kanker. Sel CIN 3 juga akan diangkat oleh dokter.

Gejala Kanker Serviks

gejala kanker serviks pada wanitaKanker serviks atau Kanker mulut rahim adalah salah satu jenis kanker paling sering menyerang kaum hawa. Berdasarkan data dari WHO (badan kesehatan dunia), penyakit kanker serviks ini dialami lebih dari 1 juta wanita di seluruh dunia.

Berikut ini gejala awal penyakit kanker serviks yang perlu diwaspadai :

1. Vagina mengeluarkan darah

Waspadalah apabila secara tiba-tiba vagina mengeluarkan bercak darah, padahal bukan masa menstruasi. Waspadai juga bila setiap kali setelah berhubungan seksual, vagina juga mengeluarkan darah. maka bisa jadi hal tersebut merupakan gejala awal kanker serviks. Selain itu, bisa juga menjadi gejala kanker serviks apabila darah ketika masa menstruasi jumlahnya menjadi lebih banyak melebihi normal.

2. Panggul mengalami rasa sakit

Apakah bagian panggul Anda sering kali merasakan nyeri atau sakit tanpa sebab yang jelas? Apabila iya, sebaiknya jangan menganggap remeh nyeri tersebut.

Apabila rasa nyeri di panggul saat masuk masa menstruasi mungkin hal yang biasa. Namun apabila rasa nyeri atau sakit pada panggul dirasakan saat melakukan hubungan seksual, maka waspadalah karena nyeri panggul tersebut tidak normal bahkan bisa menjadi gejala awal.

3. Keputihan tidak normal

Faktanya, wanita mengalami keputihan merupakan hal normal. Namun waspadalah apabila keputihan menunjukkan ciri tidak normal, misalnya cairan keputihan berbau menyengat.

Warna cairan keputihan juga perlu diperhatikan, karena keputihan yang tidak normal juga menjadi gejala kanker serviks.

4. Terjadi perubahan jadwal buang air besar

Jadwal buang air besar yang tidak normal juga bisa menjadi pertanda penyakit tertentu, salah satunya kanker serviks. Mengalami sulit BAB bukan sekedar pertanda tubuh kurang serat.

Wanita yang menderita kanker serviks biasanya juga mengalami sulit BAB. Apabila jaringan telah tumbuh besar, maka benjolan kanker tersebut bisa menekan usus hingga mengalami sulit BAB.

5. Mengalami lelah berlebihan

Mudah mengalami lelah merupakan suatu gejala umum yang dialami oleh penderita penyakit kronis, salah satunya menjadi gejala kanker serviks. Kelelahan terjadi karena sel-sel jahat sudah aktif mempengaruhi kinerja organ tubuh.

Ciri-ciri Kanker Serviks

ciri-ciri kanker serviks pada leher dan mulut rahimPenderita kanker serviks terpapar virus HPV atau human papilomavirus yang disebabkan oleh kontak seksual langsung dengan kulit kelamin.

Agar Anda bisa waspada sejak dini, ada baiknya mengetahui ciri-ciri kanker serviks berikut ini :

1. Pendarahan yang tidak normal keluar dari vagina

Jika Anda tidak berada pada jadwal menstruasi namun ada pendarahan atau flek, wajib waspada dengan ciri kanker serviks tersebut. Selain itu, proses menstruasi yang terlalu panjang dan darah menstruasi yang terlalu banyak juga wajib diwaspadai.

2. Pendarahan serta nyeri saat melakukan hubungan seksual

Kematian sel atau nekrosis dan peradangan mengakibatkan rasa nyeri yang terasa menyakitkan saat tersentuh. Tentu rasa tersebut akan semakin sakit saat melakukan hubungan seksual.

3. Terjadi keputihan yang tidak biasa

Ciri-ciri kanker serviks yang wajib diwaspadai adalah keputihan yang berlebihan atau berbeda dari keputihan normal. Jika keputihan terjadi saat hendak menstruasi, keputihan akibat kanker serviks menunjukkan perubahan seperti terdapat lendir atau nanah.

4. Nyeri pada panggul

Tidak hanya akibat hubungan seksual, nyeri pada panggul akibat pemeriksaan atau tersentuh bisa menjadi ciri kanker serviks. Hal ini disebabkan oleh peradangan leher rahim.

Pengobatan Kanker Serviks Secara Medis

pengobatan kanker serviks dengan jamur maitakePengobatan kanker serviks tergantung beberapa faktor, diantaranya jenis kanker, stadium kanker, riwayat medis pasien, usia pasien, harapan memiliki anak dan sebagainya.

Berdasarkan data WHO tahun 2014 dinyatakan lebih dari 92.000 kasus kematian wanita akibat serangan penyakit kanker. Sekitar 10,3 persen kematiannya dikarenakan penyakit ini.

Secara medis jenis pengobatan kanker serviks terbagi dua berdasarkan stadiumnya :

  1. Penanganan tahap awal berupa bedah atau operasi pengangkatan jaringan kanker yakni sebagian atau pun keseluruhan organ rahim, atau radioterapi, atau keduanya dikombinasikan.
  2. Penanganan penderita yang telah memasuki stadium akhir, yakni radioterapi atau/dan kemoterapi, disertai pula dengan tindakan bedah bila perlu dilakukan.

Pasien yang terdiagnosis kanker serviks sejak awal, maka kemungkinan sembuhnya cukup besar. Tetapi jika penyakit ini sudah menyebar, maka peluang sembuh total semakin kecil.

Bagi penderita kanker ini dengan kemungkinan sembuh kecil, biasanya akan disarankan perawatan paliatif yang berfungsi memperlambat penyebaran sel kanker, memperpanjang harapan hidup pasien serta mengurangi intensitas kemunculan gejala, misalnya pendarahan dan sakit di vagina.

Sedangkan pengobatan kanker serviks dengan tindakan operasi pengangkatan setelah benar-benar terdiagnosis , terdapat tiga jenis bedah utama antara lain :

1. Radical trachelectomy

Operasi jenis ini lebih cocok bagi penderita stadium awal serta masih ingin mempunyai anak. Tindakan operasi ini tujuannya ialah bagian atas vagina, mengangkat organ leher rahim dan jaringan sekitarnya, tanpa mengangkat organ rahim sehingga masih berpeluang hamil.

Pasca Radical trachelectomy membutuhkan waktu pemulihan sekitar 6 bulan hingga 1 tahun sebelum memutuskan hamil.

2. Histerektomi

Operasi ini akan sekaligus mengangkat rahim. Histerektomi dilakukan agar penyakit kanker serviks tidak kembali khususnya bila masih stadium awal.

Terdapat 2 jenis Histerektomi :

a. Histerektomi sederhana
Operasi ini akan mengangkat leher rahim sekaligus rahim. Pada sebagian kasus, tuba falopi dan ovarium bisa juga diangkat. Tindakan medis ini dapat dilakukan pada penderita yang masih stadium awal.

b. Histerektomi radikal
Operasi ini akan mengangkat rahim, leher rahim, jaringan sekitarnya, ovarium, nodus limfa, serta tuba falopi. Histerektomi radikal cenderung dilakukan terhadap penderita yang masih stadium 1 lanjutan maupun stadium 2 tahap awal.

3. Pelvic exenteration

Ini merupakan operasi besar jika penyakit muncul kembali setelah sempat sembuh karena pernah diobati. Pelvic exenteration dilakukan bila kanker muncul di daerah panggul, tetapi belum menyebar menuju wilayah lainnya. Setelah menjalani operasi ini, vagina dapat direkonstruksi ulang.

Pengobatan kanker serviks melalui tindakan kemoterapi dapat digabungkan dengan radioterapi. Pada penderita stadium akhir, Kemoterapi dilakukan hanya untuk memperlambat terjadinya penyebaran serta mengurangi intensitas kemunculan gejala. Penanganan ini biasa disebut kemoterapi paliatif.

Pengobatan Kanker Serviks Dengan Cara Alami Menggunakan Jamur Maitake

manfaat jamur maitake sebagai obat kanker dan tumorJamur maitake sudah digunakan sebagai bahan obat selama bertahun-tahun silam oleh masyarakat China dan Jepang.

Jamur Maitake punya banyak manfaat kesehatan, salah satunya karena berkhasiat untuk menghambat penyebaran penyakit kanker. Jamur Maitake bisa mengaktifkan sel abnormal yang telah rusak agar sel abnormal membunuh dirinya sendiri.

Artikel Terkait :

Kanker Rahim | Jenis, Penyebab, Gejala, Ciri Dan Pengobatannya

Kanker Rahim – Jenis, Penyebab, Gejala, Ciri Dan Pengobatan Kanker Rahim

kanker rahim disebut juga kanker endometriumKanker rahim adalah jenis kanker yang ada di rahim atau bisa juga kita sebut dengan sistem reproduksi wakita. Nama lain dari kanker ini adalah kanker endometrium.

Sebutan ini diberikan karena pada umunya kanker ini menyerang sel-sel yang bertugas membentuk dinding rahim atau dalam istilah medis endometrium.

Selain menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim, kanker ini juga bisa menyerang otot-otot yang ada di sekitar rahim dan membentuk sarkoma uteri. Akan tetapi, kasus yang satu ini jarang terjadi.

Jenis kanker yang satu ini menyerang kaum wanita, karena alat reproduksi berupa rahim ini hanya dimiliki oleh para wanita.

Jenis-jenis Kanker Rahim

jenis kanker rahimKanker yang menyerang area rahim ini terbagi menjadi 2 jenis kanker rahim sebagai berikut ini :

1. Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma sel skuamosa merupakan jenis kanker rahim yang awalnya bermula di bagian sel-sel lapisan pada bagian luar leher rahim, yang datar dan tipis, lebih tepatnya di sel skuamosa yang menonjol ke bagian dalam vagina.

2. Adenokarsinoma

Adenokarsinoma merupakan jenis kanker rahim yang awal mulanya ada di sel kelenjar dengan bentuk kolom di saluran leher rahim. Kasus ini terhitung lebih jarang jika dibandingkan dengan jenis Karsinoma Sel Skuamosa.

Penyebab Kanker Rahim

penyebab kanker rahim pada wanitaSecara pastinya penyebab kanker rahim belum diketahui menurut medis. Namun terdapat beberapa faktor penyebab yang meningkatkan resiko serangan, diantaranya:

1. Menopause

Estrogen dan progesteron merupakan hormon yang dominan mengatur sistem organ reproduksi kaum wanita. Setelah perempuan memasuki masa menopause, maka produksi hormon estrogen akan mengalami ketidaknormalan dan produksi progesteron akan berhenti.

Jumlah hormon estrogen dapat meningkat apabila tidak diimbangi hormon progesteron. Oleh karena itulah, akan semakin tinggi resiko serangan.

2. Belum Pernah Masuk Masa Hamil

Di masa kehamilan, jumlah hormon progesteron lebih tinggi dibandingkan hormon estrogen. Karena itulah, perempuan yang sama sekali belum pernah mengalami masa hamil mempunyai resiko terserang kanker rahim lebih tinggi.

3. Pengaruh Obesitas

Perempuan yang mengalami obesitas atau kelebihan berat tubuh pada umumnya memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. Perempuan dengan obesitas beresiko dua kali terhadap serangan kanker rahim.

4. Usia Lanjut

Faktor peningkat resiko serangan selanjutnya ialah usia. Pada umumnya kanker akan menyerang wanita berusia lanjut yang telah mengalami menopause.

5. Ovarium Polisistik

Perempuan yang menderita sindrom ovarium-polisistik memiliki resiko yang lebih tinggi terkena serangan kanker rahim sebab kadar estrogen tinggi.

6. Diabetes Type II

Penyakit Diabetes Type II juga menjadi faktor peningkat resiko penyebab kanker rahim. Hal ini disebabkan perempuan penderita diabetes type II cenderung mengalami obesitas.

7. Menggunakan Tamoksifen

Semua jenis obat-obatan pasti memiliki efek samping, begitu pula dengan tamoksifen yang beresiko meningkatkan kemungkinan serangan terhadap penggunanya.

8. Hiperplasia Endometrium

Peningkat resiko penyebab kanker rahim lainnya ialah menderita Hiperplasia endometrium. Ini adalah kondisi dimana dinding rahim lapisannya jadi lebih tebal.

Gejala Kanker Rahim

gejala kanker rahim pada wanitaBanyak orang awam yang menyangka bahwa kanker rahim sama dengan kanker serviks. Gejala kanker ini hampir mirip dengan kanker serviks, juga menyebabkan kebanyakan orang mengira dua jenis kanker tersebut sama. Padahal secara medis, kanker rahim dan kanker serviks merupakan jenis berbeda.

Perlu diketahui bahwa organ rahim terbagi menjadi badan rahim, leher rahim, dan saluran telur rahim. Kanker rahim menyerang badan rahim, sedangkan kanker serviks menyerang leher rahim.

Berikut ini adalah gejala kanker rahim, yaitu :

  1. Mengalami perdarahan pada organ rahim yang tidak normal.
  2. Sering kali mengalami siklus menstruasi tidak normal atau tidak teratur.
  3. Terjadi perdarahan diantara 2 siklus menstruasi.
  4. Sering mengalami perdarahan vagina maupun mengeluarkan bercak darah (spotting) ketika telah masuk masa menopause.
  5. Sering kali ketika menstruasi mengalami perdarahan sangat lama, dengan jumlah darah yang keluar banyak, terlebih bila wanita berusia lebih dari 40 tahun.
  6. Sering kali mengalami nyeri di bagian perut bawah.
  7. Sering kali mengalami kram di sekitar area panggul.
  8. Sering kali mengeluarkan cairan putih dengan tekstur encer atau bisa juga cairan berwarna bening. Terutama pada wanita yang telah memasuki masa menopause.
  9. Sering kali mengalami nyeri atau kesulitan saat ingin buang air kecil.
  10. Sering kali mengalami nyeri saat atau setelah melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Ciri-ciri Kanker Rahim

ciri-ciri kanker rahim pada wanitaCiri-ciri kanker rahim yang mudah dikenali dibandingkan kanker serviks pada tahap awal antara lain:

1. Keputihan yang abnormal

Kalau Anda mengalami keputihan yang normal yakni tidak berbau, tidak terasa gatal dan terjadi sebelum atau sesudah masa menstruasi, maka hal tersebut tidak perlu ditakutkan.

Hal yang perlu diwaspadai adalah jika mengalami keputihan abnormal berupa keluar lendir atau nanah hingga bau yang tak biasa.

2. Pendarahan diluar masa menstruasi

Jika Anda tiba-tiba mengeluarkan darah atau flek saat tidak menjalani menstruasi, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Ciri-ciri kanker rahim khusus adalah apabila Anda mengalami pendarahan padahal telah mengalami masa menopause.

3. Penurunan sistem kekebalan tubuh

Pada masa virus HPV berkembang semakin ganas, kekebalan sistem imun pun semakin menurun. Anda bakal merasa lebih mudah lelah, nafsu makan berkurang, perut terasa mudah kembung dan lain-lain.

Anda wajib waspada terhadap gejala ringan kanker ovarium pada tahap awal seperti rasa mual, nyeri pada panggul, rasa terbakar di bagian dada serta mengalami perubahan pola buang air kecil atau besar.

Metode Pengobatan Kanker Rahim

pengobatan kanker rahim dengan cara alamiBerdasarkan ilmu medis, pengobatan kanker rahim bisa dilakukan tergantung pada kondisi kesehatan penderita.

Selain itu, stadium kanker juga mempengaruhi proses pengobatan tersebut.

Ada 4 pengobatan kanker rahim yang bisa diterapkan pada penderita kanker tergantung dengan kondisi atau riwayat kesehatan pasien berikut ini.

1. Histerektomi

Bagi penderita kanker ovarium, dokter akan menyarankan pengobatan kanker rahim yang efektif yaitu histerektomi atau operasi pengangkatan rahim.

Tentu banyak pasien menolak histerektomi sebab bisa mengakibatkan sang pasien tidak bisa memiliki seorang anak.

Apalagi jika pasien yang akan melakukan histerektomi menderita kanker stadium 1 yang kemungkinan bisa sembuh.

Pada penderita stadium 4, operasi histerektomi tidak bisa menyembuhkan penyakit namun hanya bisa mengurangi gejala yang ditimbulkan.

2. Radioterapi

Pasien yang telah menjalani prosedur operasi pengangkatan rahim memerlukan langkah selanjutnya yaitu menjalani radioterapi.

Pengobatan ini dipilih untuk meminimalisir penyebaran sel kanker atau mencegah penyakit mematikan ini datang kembali.

Hanya saja dampak yang ditimbulkan antara lain mual, kelelahan, diare, kulit yang menjalani pengobatan menjadi merah dan perih serta terjadi pendarahan pada bagian rektum.

3. Kemoterapi

Pengobatan stadium lanjut 3 dan 4 biasanya menjalani prosedur kemoterapi. Hal ini untuk mencegah sel kanker kembali datang dan menyebar ke seluruh tubuh.

Hanya saja kemoterapi bisa saja berdampak buruk sebab bisa membunuh sel tubuh yang baik sekaligus.

Efek yang sering ditimbulkan seperti rambut rontok, lelah, mual dan muntah.

4. Terapi hormon

Pada kanker stadium lanjut atau akhir, angka harapan hidup semakin menurun. Biasanya dokter akan memberikan langkah pengobatan seperti terapi hormon.

Tablet hormon progesteron diberikan sebagai ganti hormon progesteron secara alami. Tentu ada dampak lain yang ditimbulkan oleh terapi hormon seperti mual dan muntah.

Secara medis, 4 metode tersebut kerap diterapkan pada para penderita kanker rahim. Selain menggunakan metode pengobatan medis secara umum, tak ada salahnya para pasien mencoba jalur pengobatan lain.

Makanan bisa menjadi salah satu pendukung pengobatan kanker rahim yang wajib diperhatikan para pasien. Nah, sudahkah Anda mengenal mengenai khasiat jamur maitake yang telah terkenal?

Khasiat Jamur Maitake Sebagai Pengobatan Kanker Rahim

pengobatan kanker tulang dengan jamur maitakeJamur maitake merupakan salah satu tumbuhan jamur yang dipercaya mampu menyembuhkan beragam penyakit kanker sejak jaman dahulu oleh orang Jepang dan China.

Ada banyak khasiat yang dimiliki jamur maitake seperti mencegah pertumbuhan sel kanker, mampu meminimalisir dampak negatif pengobatan kanker rahim seperti kerontokan rambut, mual, muntah, diare dan lain-lain.

Selain itu, efek kemoterapi yang bisa membunuh sel tubuh yang baik pun bisa terminimalisir sehingga efek pemulihan pasca pengobatan bisa lebih cepat.

Anda bisa mencoba mengkonsumsi jamur maitake yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Jamur ini bisa pula dimasak dan dijadikan menu harian asal Anda bisa menemukan keberadaannya dengan mudah.

Pasalnya, jamur ini memiliki harga yang lebih mahal sebab habitat asli bukan di Indonesia. Namun, Anda tetap bisa mengkonsumsi jamur maitake dalam bentuk ekstrak sebagai pengobatan kanker rahim yang sangat efektif.

Artikel Terkait :

Kanker Tulang | Jenis, Penyebab, Gejala, Ciri Dan Cara Pengobatannya

Kanker Tulang – Jenis, Penyebab, Gejala, Ciri Dan Cara Pengobatan Kanker Tulang

penyakit kanker tulang pada tubuh manusiaKanker tulang adalah salah satu jenis kanker perusak tulang. Jenis kanker ini bisa diidap oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Kanker ini terbagi jadi dua, yakni sekunder dan primer. Dinamakan kanker primer dikarenakan sel kanker muncul serta berkembang langsung dalam tulang.

Berbeda dengan kanker sekunder yang muncul dari organ tubuh lainnya dan kemudian menyebar hingga ke tulang-tulang.

Seluruh tulang pada tubuh berkemungkinan terserang kanker pada tulang, tetapi sebagian besar kasus kanker tulang terjadi di tulang tangan dan tulang kaki.

Jenis Kanker Tulang

Kanker pada tulang terbagi beberapa jenis disesuaikan dengan lokasinya.

Berikut jenis kanker tulang yang kasusnya sering ditemukan :

1. Osteosarcoma

Jenis kanker ini termasuk primer yang kerap kali menyerang remaja dan anak-anak. Jenis kanker ini lebih sering pula diidap oleh laki-laki. Sel kanker osteosarcoma umumnya tumbuh di tulang-tulang yang panjang, diantaranya paha, tulang kering dan lengan.

2. Chondrosarcoma

Kanker ini merupakan jenis kedua yang kasusnya sering terjadi pada tulang. Chondrosarcoma tumbuh di tulang-tulang rawan. Kanker ini sering kali terjadi pada penderita usia lanjut, lebih dari 40 tahun.

Sel chondrosarcoma bisa bertumbuh dengan sangat agresif maupun bertumbuh sangat lambat. Tulang paha dan pinggul sering kali mejadi lokasi sasaran serangan kanker ini.

3. Ewing sarcoma

Jenis kanker ini pertumbuhannya sangat agresif bila dibandingkan dengan berbagai jenis kanker pada tulang lainnya. Ewing sarcoma kerap kali dialami remaja dan anak-anak berusia sekitar 4 – 15 tahun.

Jenis kanker ini terjadi di tulang maupun jaringan lunak. Sebagaimana osteosarcoma, tulang yang sering terserang ewing sarcoma ialah tulang-tulang yang panjang diantanya tulang tangan dan kaki.

4. Fibrosarcoma

Jenis ini kasusnya jarang muncul. Biasanya kanker ini terjadi di lutut belakang, dan kebanyakan terjadi pada orang dewasa.

5. Chordoma

Kanker ini kasusnya jarang terjadi dan bila terjadi biasanya diidap oleh orang berusia lebih dari 30 tahun. Chordoma sering terjadi pada tulang belakang.

Tahapan Stadium Penyakit Kanker Tulang

Ada 4 tahapan tingkat keparahan kanker pada tulang, diantaranya :

1. Stadium 1

Sel kanker baru menyerang satu bagian pada tulang serta belum menyebar pada bagian lainnya. Pada stadium 1 ini terbagi menjadi dua, yaitu :

  • Stadium 1A yang ukurannya ≤ 8 cm.
  • Stadium 1B yang ukurannya > 8 cm, dapat pula bila ada lebih dari 1 tumor dalam satu bagian tulang.

2. Stadium 2

Pada tahapan ini, sel kanker masih di 1 bagian tulang serta belum menyebar. Namun agresivitas kanker telah mulai terlihat. Pada stadium 2 ini terbagi menjadi dua, yaitu :

  • Stadium 2A yang ukurannya ≤ 8 cm.
  • Stadium 2B yang ukurannya > 8 cm.

3. Stadium 3

Pada tahapan ini sel kanker telah menyebar lebih dari 1 area tulang.

4. Stadium 4

Pada tahapan ini sel kanker telah menyebar menggerogoti bagian-bagian lain dalam tubuh, seperti hati, paru-paru, maupun otak. Pada stadium 2 ini terbagi menjadi dua, yaitu :

  • Stadium 4A telah menyebar hingga paru-paru
  • Stadium 4B telah menyebar hingga kelenjar getah-bening di sekitar area atau dan menyebar menuju organ lainnya selain organ paru-paru.

Penyebab Kanker Tulang dan Cara Mendiagnosanya

penyebab kanker tulangKanker tulang adalah kanker yang menyerang tulang manusia. Kanker dapat menyerang seseorang tanpa pandang usia, baik usia anak-anak maupun dewasa

Kebanyakan orang-orang tidak mengetahui penyebab kanker tulang. Hingga akhirnya terdeteksi dalam kondisi yang sudah parah.

Kanker tulang pada dasarnya dapat menyerang seluruh bagian tulang. Namun kebanyakan kasus sering menyerang pada tulang kaki dan lengan.

Menurut para pakar kedokteran, penyebab kanker tulang adalah adanya mutasi di dalam struktur DNA pengendali pertumbuhan sel yang menjadikan sel tersebut tumbuh terus di luar kendali.

Pertumbuhan sel tanpa henti membuat terjadinya penumpukan sel yang menyebabkan muncul tumor yang menyerang struktur tulang.

Kanker ulang dapat dipicu oleh beberapa hal, diantaranya adalah:

  • Pernah terkena paparan radiasi tinggi ketika melakukan pengobatan seperti radiologi.
  • Menderita suatu kelainan genetika langka yang disebut dengan sindroma Li-Fraumeni.
  • Sejak lahir mengidap penyakit hernia umbilitikus.
  • Pernah memiliki riwayat kanker mata yang disebut retinoblastoma saat kecil.

Cara Mendiagnosa Kanker Tulang

diagnosa penyakit kanker tulangDari beberapa penyebab kanker tulang tersebut, semuanya tidak dapat dideteksi secara kasat mata.

Agar memastikan bahwa seseorang menderita kanker tulang atau tidak maka perlu diagnosa lebih lanjut.

Adapun cara yang biasanya digunakan untuk mendiagnosa kanker tulang adalah sebagai berikut:

1. X Ray

Penggunaan X Ray dapat berfungsi untuk mengetahui penyebab kerusakan tulang disebabkan oleh kanker atau penyebab yang lain.

2. Biopsi

Alat ini dapat mendeteksi keberadaan kanker pada tulang sekaligus mengetahui jenis kanker yang menyerangnya.

3. CT Scan

Metode diagnosa ini merupakan kombinasi antara X Ray dengan teknologi komputer yang dapat menghasilkan gambar bagian tubuh dalam bentuk tiga dimensi. Metode ini biasanya digunakan untuk mengetahui sejauh mana kanker telah menyerang tubuh.

Gejala Kanker Tulang Berdasarkan Jenisnya

gejala kanker tulangGejala yang timbul karena kanker tergantung dari jenis kanker tulang seperti apa yang menyerangnya. Hal tersebut bisa diketahui berdasarkan apa yang dikeluhkan seseorang saat itu.

Lantas apa saja gejala kanker tulang yang bisa dideteksi dengan mudah?

1. Gejala Kanker Tulang Osteosarcoma

Jenis kanker ini seringkali menyerang anak-anak pada lapisan luar tulang tangan. Namun dalam beberapa kasus ditemukan bahwa ada pula yang menyerang bagian kaki.

Gejala kanker tulang osteosarcoma adalah sebagai berikut:

  1. Rasa nyeri pada tulang
    Biasanya diawali dengan adanya rasa nyeri. Rasa nyeri tersebut mulanya tidak sering, namun akan sangat terasa pada malam hari.
  2. Muncul benjolan pada tulang
    Gejala ini muncul setelah sekitar satu minggu rasa nyeri mulai dirasakan. Gejala ini sering dirasakan oleh anak-anak.
  3. Tulang patah
    Jenis ini membuat tulang di sekitar kanker menjadi lemah dan berakibat patah.

2. Gejala Kanker Tulang Ewing Sarcoma

Jenis yang kedua disebut dengan ewing sarcoma. Kanker langka ini menyerang bagian jaringan lunak yang mengelilingi tulang atau langsung pada tulang.

Gejala-gejala yang timbul biasanya adalah sebagai berikut:

  1. Mengalami demam yang berkepanjangan.
  2. Nyeri tulang.
  3. Terdapat benjolan pada permukaan kulit. Jika benjolan tersebut disentuh maka rasanya hangat dan lembut.
  4. Terjadi patah tulang tanpa adanya cedera.

3. Gejala Kanker Tulang Chondrosarcoma

Jenis yang ketiga adalah chondrosarcoma. Sel kanker ini terbentuk di jaringan subchondral, yaitu jaringan ikat diantara tulang. Kanker ini menyerang orang dewasa pada bagian panggul, paha, dan bahu.

Gejala kanker tulang chondrosarcoma yaitu:

  1. Muncul rasa nyeri pada tulang.
  2. Tubuh terasa lemas.
  3. Muncul benjolan pada tulang.
  4. Bila terjadi di panggul, biasanya akan terjadi gangguan saluran kencing.

4. Gejala Kanker Tulang Fibrosarcoma

Jenis keempat adalah fibrosarcoma. Jenis kanker ini terjadi pada jaringan fibrosa yang membungkus tendon, ligament, dan otot. Kanker ini menyerang area kaki atau batang tubuh.

Gejala kanker tulang fibrosarcoma yang muncul adalah :

  1. Muncul benjolan di bawah kulit.
  2. Jika terjadi pada bagian perut dapat terjadi gangguan pernapasan.

Ciri-ciri Kanker Tulang

Kanker tulang merupakan penyakit kanker yang menyerang bagian tubuh yaitu tulang, ciri-ciri kanker tulang masih jarang diketahui oleh orang. Penyakit kanker semakin hari kian merajalela karena dapat menyerang anak dan orang dewasa.

1. Nyeri pada tulang dalam waktu yang lama

Penderita kanker tulang akan merasakan nyeri yang luar biasa pada bagian tulang belakang dan leher. Rasa nyeri akan menyebar ke bagian tulang lainnya dalam kurun waktu yang cepat. Rasa nyeri tersebut akan datang setiap hari, sehingga para penderita akan merasakan kesakitan yang sangat luar biasa.

2. Menurunnya aktivitas tulang

Kanker tulang akan terus menerus merusak dan menekan sel saraf sehingga sel tersebut akan mati. Bila hal tersebut terjadi maka, tulang dapat mengalami penurunan. Kaki mulai tidak bisa digunakan untuk jalan, jari tangan sulit digerakkan dan masih banyak lagi lainnya.

3. Kelumpuhan

Orang yang sudah lama mengidap kanker, misalkan pada stadium akhir maka dapat mengalami kelumpuhan total. Tidak bisa berjalan dan melakukan kegiatan apapun. Kelumpuhan bisa terjadi pada bagian tulang tertentu atau semuanya.

4. Berat badan turun

Kebanyakan orang yang terkena masalah ini akan mengalami penurunan berat badan. Semakin lama berat badan akan turun hingga tubuh semakin kecil. Faktor yang mempengaruhi penurunan berat badan yaitu penderita terlalu fokus terhadap rasa nyeri yang dirasakan. Tanpa disadari kurang makan dan kehilangan berat badan yang banyak.

5. Pembengkakan

Kanker tulang juga memiliki ciri adanya pembengkakan pada sekitar tulang yang terkena kanker. Pembengkakan tersebut cukup besar dan bila dipegang rasanya sakit sekali.

Pengobatan Kanker Tulang Dengan Jamur Maitake

pengobatan kanker tulang dengan jamur maitakePerlu dipahami bahwasanya, ketika Anda merasakan ragam kondisi seperti halnya nyeri pada tulang, pembengkakan pada persendian hingga tulang yang rapuh.

Salah satu pengobatan kanker tulang herbal adalah dengan memanfaatkan jamur maitake yang ternyata memiliki khasiat mampu membunuh sel kanker.

Sedangkan untuk pengkonsumsiannya, jenis jamur yang satu ini bisa dibuat menjadi makanan sehat layaknya apa yang telah lama dilakukan oleh masyarakat Jepang. dengan cara yang demikian ini, maka diharapkan kanker yang diderita akan segera berangsur sembuh.

Kaitannya dengan permasalahan kanker memang sudah tidak bisa dihindari di segala usia. Berbagai tindakan pengobatan kanker tulang dirasa sangatlah tidak menyenangkan mengingat efek sampingnya.

Untuk itu, sangat dianjurkan untuk mencoba pengobatan herbal dengan memanfaatkan bahan jamur maitake yang nantinya akan menyerang sel kanker dan menjadikan sistem pertahanan tubuh menjadi lebih kuat.

Artikel Terkait :

Kanker Nasofaring | Jenis, Penyebab, Gejala, Ciri Dan Pengobatannya

Kanker Nasofaring – Jenis, Penyebab, Gejala, Ciri Dan Pengobatan Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring adalah jenis kanker yang terjadi di bagian tenggorokan atau faringKanker Nasofaring adalah jenis kanker yang terjadi di bagian tenggorokan atau faring, yang muncul pada area nasofaring. Area ini adalah area di belakang hidung dan langit-langit tenggorokan.

Ketika bernapas melalui hidung, aliran udara akan masuk melewati hidung menuju ke tenggorokan, lalu ke nasofaring, sampai akhirnya sampai di paru-paru.

Jenis kanker yang satu ini memang terbilang lebih jarang dibanding beberapa kanker pada area kepala dan leher. Akan tetapi, kanker ini tetap membutuhkan perawatan khusus.

Apa Itu Kanker Nasofaring?

Salah satu jenis kanker yang mulai menyebar pada masa kini adalah kanker nasofaring. Kanker yang satu ini pun menjadi salah satu penyakit yang sangat perlu untuk diwaspadai, tanpa mengenal usia, lokasi, dan jenis kelamin sekali pun.

Selain muncul di nasofaring, kanker ini juga bisa ditemukan di area orofaring (tonsil, dasar lidah, serta permukaan bawah langit-langit mulut) dan hipofaring (area tulang krikoid, dinding belakang faring, dan sinus piriformns).

Jenis kanker yang satu ini tergolong cukup jarang terjadi jika kita bandingkan dengan kanker pada leher atau kepala lainnya.

Jenis-Jenis Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring terdiri dari 2 jenis, yaitu jinak dan ganas. Kita bisa mengetahuinya sebagai berikut ini.

  1. Kanker Nasofaring Jinak

    Kanker nasofaring jinak pada umumnya menyerang anak dan remaja. Terdapat beberapa jenis tumor yang termasuk non kanker. Sel kanker ini tumbuh pada pembuluh darah kecil dan dikenal dengan nama haemangioma dan angiofibroma.

    Selain itu, terdapat tumor jinak yang tumbuh pada kelenjar air liur minor. Kelenjar ini ditemukan pada semua bagian leher dan kepala, juga termasuk nasofaring.

    Bila tak diobati, kanker ini bisa berubah menjadi tumor ganas dan menyebar ke sekitar serta bagian tubuh yang lain jika tak ditangani.
     

  2. Kanker Nasofaring Ganas

    Jenis kanker nasofaring ganas ini termasuk beberapa di bawah ini.

    a. Karsinoma sel skuamosa

    Sel skuamosa merupakan sel yang melapisi bagian dalam hidung, mulut, tenggorokan, dan laring. Kanker tersebut dimulai dari beberapa sel ini. Salah satu tipenya seperti karsinoma sel skuamosa keratinisasi.

    b. Karsinoma dan adenokarsinoma kistik adenoid

    Kanker jenis ini bisa berkembang pada kelenjar air liur minor yang ada di dalam nasofaring. Kanker ganas ini lebih sering terjadi pada hidung dan mulut.

    c. Limfoma

    Kanker ini dimulai pada jaringan kelenjar gondok atau kelenjar getah bening.

    d. Melanoma

    Jenis kanker ganas ini berkembang dari sel penghasil pigmen yang memberi warna pada kulit. Perkembangannya terjadi di leher dan kepala, dalam mulut, hidung, dan juga kulit.

    e. Sarkoma

    Jenis kanker ganas ini berkembang dari jaringan ikat atau sel-sel yang bertugas membentuk jaringan tubuh, misalnya pada lemak, tulang, tulang rawan, dan otot.

Penyebab Kanker Nasofaring Yang Jarang Disadari

Meski terbilang salah satu penyakit berbahaya dan sifatnya ganas, masih saja ada banyak orang yang mengabaikan bahkan tidak menyadari penyebabnya.

Bila Anda secara tidak sadar melakukan hal-hal ini, sebaiknya segera hentikan karena beberapa kegiatan yang kita jalankan menyebabkan nasofaring.

Di bawah ini adalah penyebab terjadinya kanker nasofaring :

1. Virus EBV

Ilmuwan telah mendeteksi adanya penyebab munculnya penyakit nasofaring pada diri seseorang yaitu virus EBV.

Virus Epstein-Barr atau EBV diketahui bisa menyebabkan sel yang ada di nasofaring menjadi tidak normal dan kemudian berkembang menjadi kanker.

Bahkan, di negara maju, banyak orang terindikasi virus EBV bisa sembuh tanpa ada masalah jangka panjang.

2. Keturunan

Keturunan pasti selalu berhubungan dengan DNA. DNA sendiri adalah bahan kimi yangmana setiap selnya membentuk gen kita.

Bila DNA seseorang sudah bercampur dengan virus EBV maka kemungkinan besar sel DNA tersebut sudah terinfeksi dan akan berlanjut pada keturunannya.

Faktor penyebab nasofaring ini akan semakin kuat bila keturunan yang terkena virus EBV melakukan diet tinggi garam, diet ikan asin dan daging yang diawetkan.

Mengingat penyebab nasofaring selalu berhubungan dengan gen, virus dan hal-hal yang kita lakukan, sudah saatnya kita peduli dengan kesehatan. Bila ingin diet, cobalah konsultasikan kepada dokter.

Begitu pula dengan terjakitnya virus EBV, tidak ada salahnya memeriksakan diri guna mengetahui apakah tubuh Anda terinfeksi vrius tersebut atau tidak.

Mengenal Gejala Kanker Nasofaring

gejala kanker nasofaringSebagian masyarakat awam mungkin masih asing dengan kanker nasofaring. Terlebih yang lebih mengkhawatirkan lagi ternyata gejala awal penyakit ini hampir mirip dengan flu.

Dengan demikian agar Anda tak salah menduga gejala antara flu dan kanker nasofaring sebaiknya ketahui gejala kanker nasofaring secara tepat.

Berikut ini akan dijelaskan gejala penyakit kanker nasofaring yang perlu Anda ketahui.

1. Mimisan atau pendarah hidung

Perlu Anda ketahui bahwa mimisan bisa menjadi salah satu tanda munculnya penyakit kanker nasofaring. Meskipun terkadang mimisan dianggap sebagai hal yang biasa tetapi sebaiknya Anda tetap waspada.

2. Muncul benjolan di leher

Jika Anda merasakan adanya benjolan di bagian leher sebaiknya periksakan benjolan tersebut ke dokter. Karena bisa jadi benjolan yang tak wajar tersebut merupakan gejala kanker nasofaring.

3. Diplopi

Gejala yang satu ini akan membuat penglihatan Anda menjadi kabur sehingga muncul dua bayangan ketika Anda sedang melihat benda atau objek. Jika Anda mengalami hal ini sebaiknya perlu waspada.

4. Telinga mendenging sebelah

Telinga yang berdenging sebetulnya hal yang biasa tetapi jika frekuensinya terlalu sering sebaiknya Anda harus waspada dan segera memeriksakannya ke dokter. Karena bisa jadi hal tersebut merupakan gejala munculnya kanker nasofaring.

5. Hidung tersumbat

Gejala yang satu ini memang mirip dengan gejala flu. Tetapi jika hidung tersumbat disertai dengan gejala-gejala yang telah dijelaskan tersebut sebaiknya Anda waspada karena bisa jadi hidung yang tersumbat tersebut adalah kanker.

6. Benjolan di hidung

Jika muncul benjolan di dalam hidung dan membuat Anda tidak nyaman sebaiknya perlu waspada. Sebab benjolan tersebut bisa saja adalah kanker yang mulai tumbuh.

Bila Anda merasakan ciri-ciri kanker nasofaring berikut ini sebaiknya segera lakukan tindakan misalnya dengan melakukan konsultasi kepada dokter

1. Gangguan di area telinga

Seseorang yang menderita kanker nasofaring pasti akan mengalami gangguan pendengaran.

Pendengaran pada akhirnya terasa berdenging dan kurang peka terhadap volume suara kecil.

2. Gangguan dalam pernapasan

Penderita kanker nasofaring pasti akan mengalami kesulitan bernapas. Hal ini terjadi karena hidung tersumbat sehingga hidung terasa penuh dan untuk bernapas pun sulit.

3. Gangguan pada tenggorokan

Apabila kanker nasofaring sudah menyebar ke bagian leher, sudah pasti penderitanya akan mengalami sakit tenggorokan. Bila sudah begini, seseorang akan kesulitan menelan makanan hingga sulit untuk berbicara.

4. Sering mimisan

Waspadalah bila Anda sering mengalami mimisan. Mimisan juga termasuk ke dalam ciri penyakit kanker nasofaring yang kerap disepelekan.

Teknik Pengobatan Kanker Nasofaring

Untuk melakukan pengobatan kanker nasofaring sejak dini, ada baiknya melakukan pemeriksaan ke dokter sedari awal. Hal ini untuk mendapatkan diagnosa pada stadium pertama.

1. Stadium awal

Pada penderita stadium satu, langkah pengobatan tahap pertama adalah radioterapi yang langsung diarahkan pada tumor.

Meskipun sel kanker belum menyebar ke kelenjar limfe, radioterapi diberikan untuk mematikan sel kanker sebelum menyerang ke organ tubuh yang lain.

2. Stadium 2-4B

Pada pasien stadium lanjut 2-4B, kombinasi pengobatan yang dilakukan adalah radioterapi dan kemoterapi.

Jika sel kanker telah melanda kelenjar limfe, opsi pembedahan bisa menjadi salah satu pengobatan yang direkomendasikan.

3. Stadium 4C

Kanker pada tahap ini biasanya sudah tidak mempan dilakukan pengobatan menggunakan teknik radiasi. Pilihan pengobatan stadium 4c adalah kemoterapi yang didukung pemberian obat cisplatin dan lainnya.

4. Kanker nasofaring rekuren

Jika sel kanker yang telah dilakukan berbagai metode pengobatan masih datang kembali, dokter akan menyarankan terapi radiasi tambahan dan kemoterapi lanjutan.

Metode pengobatan tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentu tidak bisa mengabaikan efek samping yang ditimbulkan oleh pengobatan tersebut.

Metode Pengobatan Kanker Nasofaring Dengan Jamur Maitake

manfaat jamur maitake sebagai obat kanker dan tumorDari sekian teknik pengobatan secara kedokteran, pernahkah Anda mendengar jamur maitake yang berasal dari Jepang?

Ya, jenis jamur yang memiliki bentuk seperti bola basket raksasa ini memiliki kandungan yang luar biasa untuk menyembuhkan kanker nasofaring.

Kandungan polisakarida sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien. Selain itu, jamur maitake juga mengandung fraksi D yang mampu menghambat onkogen dan patogen virus bakteri penyebab kanker.

Konsumsi jamur maitake juga telah terbukti aman dan tidak menimbulkan efek negatif bagi tubuh. Anda bisa memilih konsumsi ekstrak jamur maitake yang bisa dikonsumsi rutin untuk mencegah perkembangan sel kanker nasofaring.

Nah, jika Anda mengalami gejala penyakit kanker nasofaring sejak dini, ada baiknya mengetahui khasiat serta mengkonsumsi produk jamur maitake secara rutin sebagai pengobatan kanker terbaik.

Artikel Terkait :

Kanker Mamae | Kenali Jenis, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Kanker Mamae, Kenali Jenis, Penyebab, Gejala dan Pengobatan Kanker Payudara

Kanker payudara atau Kanker Mamae adalah kanker yang ada pada jaringan payudaraKanker payudara atau Kanker Mamae adalah kanker yang ada pada jaringan payudara, termasuk juga saluran kelenjar air susu serta jaringan penunjangnya.

Kanker yang satu ini muncul saat jumlah sel pada payudara tubuh dan berkembang tanpa terkendali. Sel-sel tersebut bisa menyerang jaringan di sekitarnya, bahkan menyebar ke seluruh tubuh.

Keseimbangan antara diferensiasi, proliferasi, dan kematian sel-sel yang ada di kelenjar payudara memiliki peran penting di dalam proses perkembangan sel payudara.

Data Kanker Mamae di Indonesia dan Dunia

Data dari GLOBOCAN (IARC) pada tahun 2012 yang lalu menyebutkan bahwa kanker mamae adalah penyakit kanker yang menjadi persentase kasus baru dengan angka 43,3% pada jumlah penderitanya.

Selain itu, kanker ini juga memiliki persentase penyebab kematian sebanyak 12,9%. Jumlah ini tentu saja tak sedikit dan membutuhkan penanganan khusus.

Kanker payudara menjadi jenis kanker dengan penderita tertinggi di Indonesia pada tahun 2017. Oleh karena itu, tak heran jika pihak pemerintah pun menerapkan beberapa hal yang bisa menjadi pemberian edukasi untuk masyarakat, terutama wanita.

Mengenal Jenis Kanker Mamae atau Kanker Payudara

Ada beberapa jenis kanker mamae atau kanker payudara, yaitu :

  1. Ductal carcinoma in situ : termasuk kanker stadium awal dan mudah diobati.
  2. Lobular carcinoma in situ : tak menyebar ke jaringan di sekitarnya.
  3. Invasive ductal carcinoma : bisa menyebar ke bagian tubuh lain, terjadi di 70 sampai 80% pada penderita kanker payudara.
  4. Invasive lobular carcinoma : terjadi di 10% penderita kanker payudara dan dapat menyebar ke jaringan yang ada di sekitarnya.
  5. Angiosarcoma : tumbuh pada pembuluh darah serta saluran getah bening pada payudara.
  6. Penyakit paget : tumbuh di bagian puting payudara.
  7. Tumor phyllodes : disebut stroma, termasuk jarang, dan tumbuh pada jaringan ikat payudara.
  8. Inflammatory breast cancer : jarang, tapi berkembang cepat, menyumbat bagian saluran getah bening.
  9. Triple negative breast cancer : biasa positif untuk kanker payudara, tapi negatif pada beberapa pemeriksaan lain.

Apa Penyebab Kanker Mamae atau Kanker Payudara

Kanker mamae atau populer dengan kanker payudara bisa terjadi pada penderita melalui banyak hal. Sayang, meski terbilang penyakit yang berbahaya terutama untuk kaum hawa, masih banyak yang belum sadar bahwa hal-hal sepele bisa menjadi penyebab.

Berikut adalah berbagai macam penyebab munculnya kanker mamae :

  1. Faktor genetik adalah faktor utama yang menyebabkan seseorang terkena kanker mamae. Setidaknya ada 8 faktor penyebab kanker mamae bila dilihat dari segi genetik atau keturunan. Faktor ini diantaranya ialah jenis kelamin, usia yang sudah senja, ras, riwayat kesehatan diri yang terganggu, masa mentruasi, perubahan gen seseorang hingga kepadatan payudara.
  2. Riwayat pribadi seseorang yang kurang terjaga terlebih bila orang tersebut sudah terdiagnosis terkena kanker payudara. Hal ini bisa dilihat apabila seseorang terindikasi memiliki sel abnormal di sekitar payudara. Masa menstruasi yang tidak sehat juga menjadi faktor penyebab kanker mamae. Bahkan perubahan gen BRCA 1 dan BRCA 2 adalah pemicu munculnya penyakit kanker tersebut. Dari segi genetik, masih ada penyebab lainnya yaitu kepadatan payudara dimana jaringan payudara tersebut terindikasi memiliki sel payudara yang lebih tinggi.
  3. Faktor lingkungan dan gaya hidup, penyebab kanker mamae juga terlihat dari lingkungan dan gaya hidup seseorang. Meski sering disepelekan, radiasi sinar matahari bisa menjadi penyebab munculnya kanker. Orang yang sebelumnya pernah mengalami Hodgkin saat kecil pasti melakukan radioterapi hingga bagian dada.. Dari sisi gaya hidup, implan payudara dan makan tidak seimbang serta mengonsumsi alkohol bisa memicu berkembangnya sel kanker.

Gejala Kanker Mamae atau Kanker Payudara

gejala kanker mamae atau kanker payudara

Meskipun gejala kanker ini sedikit sulit dideteksi tetapi setidaknya terdapat beberapa gejala yang bisa menjadi menjadi indikator agar Anda lebih waspada.

Berikut ini akan dijelaskan gejala kanker mamae, yaitu :

  1. Warna payudara berbeda
    Gejala pertama yang perlu Anda waspadai adalah saat kulit payudara Anda berubah menjadi kemerahan atau memar dan tidak seperti biasanya. Selain itu kulit payudara menjadi terasa kasar seperti permukaan kulit jeruk.
  2. Payudara terasa gatal
    Waspada jika Anda mengalami rasa gatal pada payudara yang terus menerus padahal Anda sudah menjaga kebersihan bra. Jika mengalami hal ini sebaiknya segera periksakan ke dokter.
  3. Timbul nyeri di payudara dan punggung
    Apabila punggung dan payudara terasa nyeri secara berkelanjutan sebaiknya Anda harus waspada. Bahkan rasa nyeri tersebut biasanya membuat Anda tidak nafsu makan dan tubuh menjadi lelah.
  4. Muncul benjolan di payudara
    Cara mudah untuk mendeteksi kanker mamae ini adalah dengan meraba bagian payudara dan sekitarnya. Jika terdapat benjolan di sekitar payudara dan rasanya sakit, bisa jadi merupakan salah satu gejala kanker mamae.
  5. Payudara mengeluarkan cairan
    Apabila payudara mengeluarkan cairan tetapi Anda sedang tidak mengandung sebaiknya perlu waspada. Karena bisa jadi cairan tersebut merupakan gejala kanker sehingga mengeluarkan cairan berupa nanah, lendir dan air.

Ciri-ciri Kanker Mamae atau Kanker Payudara

ciri-ciri kanker mamae yang sering terjadiAgar tidak terlambat, cobalah untuk mendeteksi beragam ciri-ciri kanker mamae berikut ini pada tubuh Anda. Dengan begitu, bila terindikasi terkena kanker mamae, Anda bisa melakukan pengobatan sejak dini.

  1. Benjolan tidak wajar di payudara
    Ciri utama kanker mamae ialah adanya benjolan yang tidak wajar pada bagian payudara. Meski benjolan yang ada di payudara bisa dikategorikan jinak, namun hal tersebut tetap harus diwaspadai karena bisa jadi memicu kanker mamae. Bila kurang bisa mendeteksi benjolan, disarankan untuk memeriksakannya ke dokter.
  2. Bentuk dan ukuran payudara yang berubah
    Ciri-ciri kanker mamae selanjutnya ialah adanya perubahan pada bentuk dan ukuran payudara. Misalnya saja salah satu payudara yang lebih besar. Hal ini kerap disepelekan apalagi pada saat sebelum mentruasi terkadang payudara terasa lebih padat. Segera periksakan bila mendapati perubahan apapun pada bagian payudara.
  3. Kulit mengkerut
    Ciri-ciri kanker mamae yang harus dicurigai selanjutnya ialah kulit mengkerut. Perubahan yang tampak mengarah pada mengkerutnya kulit atau melekuk ke arah dalam bahkan muncul bintik merah serta kemerahan di payudara bisa jadi adalah ciri khas dari adanya penyakit kanker. Untuk mengeceknya, mintalah bantuan kepada dokter khusus.

Pengobatan Kanker Mamae atau Kanker Payudara

pengobatan kanker mamae payudara dengan jamur maitakeLangkah pengobatan kanker mamae atau kanker payudara bisa dengan pembedahan, kemoterapi, radioterapi, maupun terapi hormon.

Hal tersebut tergantung stadium, tipe, dan tingkatan sel kanker. Agar pengobatan kanker mamae dapat segera diberikan serta kemungkinan sembuh juga lebih besar, maka penting bagi semua wanita untuk lebih waspada. Dengan mengonsumsi herbal seperti jamur Maitake, juga dapat mencegah serangan kanker mamae.

Pengobatan Kanker Mamae Secara Medis

Salah satu wujud kewaspadaan ialah melakukan SADARI (Pemeriksaan payudara sendiri). Tindakan SADARI ini dengan meraba payudara dan melihat dengan seksama apakah terdapat perubahan fisik di payudara.

Penting menyadari sedini mungkin tentang perubahan abnormal yang terjadi pada payudara. Dengan demikian, langkah pengobatan dapat segera dilakukan.

Berikut beberapa jenis pembedahan bagi penderita kanker mamae antara lain :

  1. Bedah Lumpektomi, tindakan bedah lumpektomi ini dilakukan untuk pengangkatan tumor yang tak terlalu besar disertai sebagian jaringan yang sehat sekitarnya.
  2. Bedah Mastektomi, prosedur bedah mastektomi ini dilakukan dokter bedah spesialis onkologi untuk pengangkatan semua jaringan payudara.
    Mastektomi ini dilakukan bila pasien tidak dapat lagi ditangani dengan bedah lumpektomi.Beberapa tipe mastektomi, yakni :

    1. Simple mastectomy : Mengangkat semua jaringan payudara, antara lain puting, kelenjar payudara, areola, serta kulit penutup. Pada beberapa kasus, kelenjar getah-bening dapat ikut diangkat.
    2. Skinsparing mastectomy : Pengangkatan hanya puting, kelenjar payudara dan areola. Rekonstruksi ulang payudara dapat dilakukan.
    3. Nipplesparing mastectomy : Dilakukan pengangkatan jaringan payudara tanpa disertai pengangkatan kulit dan puting.
    4. Modifiedradical mastectomy : Tindakan bedah ini mengombinasikan bedah simple mastectomy dengan pengangkatan semua kelenjar getah-bening pada ketiak.
    5. Radical mastectomy : Tindakan pengangkatan seluruh jaringan payudara, termasuk kelenjar getah-bening pada ketiak disertai otot dada atau pectoral.
    6. Double mastectomy : Tindakan pencegahan bagi wanita yang memiliki risiko tinggi kanker payudara yakni dengan mengangkat dua jaringan payudaranya.Komplikasi yang kemungkinan bisa timbul dari tindakan bedah kanker mamae tergantung prosedurnya. Namun secara umum, bisa menyebabkan nyeri, pendarahan, maupun pembengkakan lengan atau limfedema.
  3. Pengobatan dengan Radioterapi.
    Pilihan lain langkah pengobatan kanker mamae ialah radioterapi menggunakan sinar kekuatan tinggi.a. Radioterapi eksternal : Dengan cara menembakkan sinar pada bagian tubuh pasien. Biasanya akan dilakukan setelah selesai menjalani bedah lumpektomib. Brachytherapy : Meletakan material radioaktif dalam tubuh si pasien. Tindakan brachytherapy ini dilakukan bila kemungkinan muncul kembalinya kanker mamae kecil.
  4. Tindakan kemoterapi
    Diterapkan sebelum pembedahan atau neoadjuvant chemotherapy lebih bertujuan untuk penyusutan ukuran tumor supaya lebih mudah diangkat saat pembedahan.Komplikasi yang kemungkinan timbul dari tindakan kemoterapi antara lain : kerontokan rambut, mual, infeksi, dan muntah. Pada beberapa kasus bisa mengakibatkan menopause dini, kemandulan, kerusakan saraf, maupun kerusakan liver dan jantung.

Pengobatan Kanker Mamae Secara Alami Dengan Jamur Maitake

manfaat jamur maitake untuk pengobatan sakit kankerJika Anda enggan berhubungan dengan pengobatan medis diatas, cobalah menggunakan pengobatan alami yang aman, yakni dengan Jamur Maitake

Nah, jamur merupakan sejenis tumbuhan tak berklorofil jadi bersifat heterotrof. Terdapat aneka jenis jamur konsumsi diantaranya : Jamur Kuping, Jamur Tiram, Jamur Terompet serta jenis lainnya.

Satu jenis jamur yang dapat dikonsumsi sekaligus memiliki manfaat luar biasa ialah Jamur Maitake. Jenis jamur ini mampu menjadi alternatif pengobatan kanker mamae.

Selain itu, jamur maitake juga mampu meminimalisir efek samping dari kemoterapi dan menekan penyebaran sel kanker sehingga meningkatkan standar hidup dan kesehatan anda.

Artikel Terkait :

Kanker Usus | Penyebab, Gejala, Ciri & Cara Pengobatan Kanker Usus

Kanker Usus, Penyebab, Gejala, Ciri & Cara Pengobatannya

apa itu kanker usus dan penyebab kanker ususKanker usus adalah jenis kanker yang menjangkiti bagian usus. Jenis kanker ini dapat terjadi pada usus besar maupun usus kecil. Namun pada umumnya kanker yang terjadi pada usus kecil sangat jarang terjadi.

Kasus kanker pada usus besar lebih banyak terjadi di dunia medis. Kanker pada usus kecil terjadi di usus yang terletak antara usus besar dan lambung. Sedangkan kanker pada usus besar terjadi di usus yang terletak antara rectum dan usus buntu.

Kanker pada usus jarang diperhatikan terutama oleh masyarakat awam. Gejala-gejala yang dialami dianggap hal biasa pada awalnya, sehingga tidak segera memperoleh penanganan medis. Meski gejala kanker ini cukup samar tetapi dapat terdeteksi dini dengan kepekaan.

Pada kenyataannya kanker usus merupakan jenis kanker ke-2 yang banyak diidap. Meskipun laki-laki maupun perempuan berpotensi terhadap serangan kanker ini, tetapi kaum adam memiliki potensi lebih besar.

Di Indonesia diketahui bahwa sebanyak 16 orang per 100.000 penduduk laki-laki terdiagnosa kanker di organ ususnya dengan tingkat kematian 11 orang per 100.000 penduduk laki-laki.

Kanker bermula ketika terjadinya mutasi genetik, yang mana sel-sel di bagian tubuh tertentu bertumbuh secara tidak normal atau tak terkendali serta bersifat merusak.

Pertumbuhan sel yang tidak normal tersebut dimulai pada lapisan dalam organ usus, lalu terus bertumbuh menjalar serta menghancurkan sel-sel lainnya di sekitarnya, bahkan menjalar hingga ke organ tubuh lain selain usus.

Tingkat Keparahan Kanker Usus

Terdapat 4 tingkat keparahan kanker di usus, yaitu:

  • Stadium 1 yakni kanker mulai tumbuh dalam usus tetapi belum menyebar.
  • Stadium 2 yakni kanker sudah menyebar di seluruh dinding organ usus.
  • Stadium 3 yakni getah bening di dekat usus besar sudah digerogoti kanker.
  • Stadium 4 yakni penyebaran kanker makin jauh hingga menggerogoti organ-organ tubuh lain, seperti hati, paru-paru dan sebagainya.

Penyebab Kanker Usus

Faktor genetik atau keturunan merupakan penyebab kebanyakan jenis kanker ini. Jadi, seseorang yang mempunyai keluarga dengan riwayat kanker usus akan beresiko lebih besar untuk menderita jenis kanker ini.

Namun tetap mungkin menyerang seseorang yang tidak mempunyai keluarga dengan riwayat penyakit ini. Dalam kasus kanker usus ada dua jenis penyebab yang bersifat genetik atau keturunan, yaitu :

  1. HNPCC (Hereditary Nonpolyposis Colorectal Cancer) yang merupakan jenis kelainan genetik yang dikenal pula dengan sebutan sindrom Lynch.
  2. FAP (Familial Adenomatous Polyposis) yang merupakan jenis kelainan genetik yang menyebabkan kemunculan benjolan kecil atau polip pada dinding dalam usus besar hingga rektum.
  3. Mengkonsumsi daging merah berlebih yang tidak bersih.
  4. Menderita diabetes memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker ini.
  5. Mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok yang berarti sama saja anda memasang racun di dalam tubuh.
  6. Penyakit Crohn atau Kolitis Ulserativa juga dapat meningkatkan resiko terserang penyakit kanker usus.

Gejala Kanker Usus

gejala kanker ususBerikut ini kami ringkaskan gejala kanker usus yang harus diwaspadai sedari awal.

Mengetahui lebih awal tentulah akan mencegah keterlambatan penanganan terhadap penderita.

Berikut ini adalah gejala kanker usus yang perlu anda perhatikan :

  1. Keluarnya darah saat buang air besar (BAB), hal ini disebabkan karena sel kanker telah melukai bagian usus dan terkadang gejala kanker juga bisa dilihat dari bentuk tinja yang lebih tipis dan panjang.
  2. Adanya gangguan pencernaan seperti adanya sembelit, ada pula yang diare akibat sel kanker telah membuat fungsi dari organ pencernaan.
  3. Berat badan yang menurun drastis karena usus telah dihinggapi sel kanker maka tubuh akan mengalami kegagalan fungsi dalam menyerap nutrisi dalam makanan.
  4. Merasakan nyeri kram pada perut tanpa sebab yang jelas, ada kemungkinan itu merupakan tanda adanya sel kanker yang melekat pada usus.

Pengobatan Penyakit Kanker Usus

pengobatan kanker ususDari penelitian yang telah ada, disebutkan bahwasanya 90% dari usia lansia mengeluhkan permasalahan kanker usus yang lebih dikenal dengan sebutan kanker usus besar atau kanker kolon.

Untuk itu, sudah selayaknya anda melakukan pengobatan kanker dengan memanfaatkan perawatan medis ataupun herbal yang sesuai dengan kepercayaan anda.

Bagaimana Pengobatan Penyakit Kanker Usus Dilakukan Secara Medis?

Untuk melakukan tindakan pengobatan kanker usus, maka terlebih dahulu seorang dokter akan menanyakan terkait dengan riwayat kesehatan di keluarga tersebut.

Ketika diagnosa yang dilakukan oleh dokter dikatakan bahwa seorang pasien menderita kanker usus, maka seorang dokter pun akan melakukan tindakan medis yang sesuai dengan tingkat keparahan atas penyakit yang diderita.

Dalam praktiknya, tindakan pengobatan ini dilakukan dengan memanfaatkan sigmoidoskopi yang nantinya akan dipasang kamera dan dimasukkan melalui anus untuk mengetahui gangguan kanker yang terdapat pada usus besar seorang pasien.

Namun, selain pemanfaatan Sigmoidoskopi, dalam pengobatan kanker usus, juga dilakukan tindakan kolonoskopi yang dalam hal ini akan digunakan selang yang lebih panjang, sehingga bisa menjangkau area usus besar dalam jangkauan yang lebih luas.

Tindakan untuk menemukan gejala kanker ini akan ditelaah melalui monitor atas bantuan kamera yang dipasang pada ujung selang. Sedangkan untuk memastikan adanya gejala kanker, seorang dokter juga melakukan biospi dengan mengambil sampel untuk kemudian diteliti di laboratorium.

Jika dirasa tindakan kolonoskopi tidak memungkinkan karena alasan medis, dalam pengobatan kanker usus, pihak dokter akan memanfaatkan kolonoskopi virtual yang dilakukan dengan memompakan gas ke dalam anus sehingga bagian usus besar akan mengembang.

Ketika kondisi tersebut telah tercapai, maka dokter bisa mengamati segala sudut usus besar melalui CT scan.

Sayangnya, tindakan yang demikian ini membutuhkan biaya yang sangat besar, dan sebagai solusinya, sering kali memanfaatkan bahan herbal seperti halnya dengan mengkonsumsi ekstrak jamur maitake.

Seberapa Besar Pengaruh Jamur Maitake Terhadap Pengobatan Kanker Usus ?

Banyak penyebab yang menjadikan seseorang mengalami kanker usus dan hal ini cenderung disebabkan oleh pola hidup dan makan yang kurang sehat. Untuk pengobatan kanker usus yang disarankan dengan memanfaatkan bahan herbal bisa dilakukan dengan memanfaatkan produk kesehatan dari ekstrak jamur maitake.

Hal ini tentunya disebabkan oleh kandungan jamur maitake yang sangat efektif dalam meningkatkan sel imun bawaan dalam tubuh untuk membunuh dan melawan sel kanker.

Anda bisa memanfaatkan jamur maitake yang nantinya akan membantu dalam memerangi sel kanker usus anda, sehingga secara lambat laun, anda akan bisa tetap bertahan dalam waktu yang lebih lama dan memiliki harapan hidup yang lebih baik.

 

Artikel Terkait :

Kanker Hati | Waspadai dan Kenali Kanker Hati Beserta Jenisnya

Waspadai dan Kenali Kanker Hati Beserta Jenisnya

gejala kanker hati yang dapat terjadiKanker hati adalah jenis kanker yang menyerang hati atau liver. Penyakit yang satu ini bisa terjadi pada kaum pria maupun wanita.

Selain itu, jenis kanker yang satu ini juga terdiri dari 2 klasifikasi berdasarkan lokasi pertumbuhannya. Oleh karena itu, tak heran jika ada penderita yang mengidap kanker ini dengan klasifikasi primer atau bisa juga dengan sekunder.

Salah satu penderita kanker ini yang bisa Anda ketahui adalah David Bowne, yang merupakan salah satu selebritis terkenal dari Hollywood. Jenis kanker ini juga menjadi salah satu penyakit yang cukup mematikan di dunia.

Klasifikasi Penyakit Kanker Hati

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kanker ini termasuk salah satu jenis yang berbahaya. kanker hati sendiri bisa diklasifikasikan menjadi 2. Hal ini didasarkan pada lokasi tumbuhnya sel kanker itu sendiri. Ada baiknya Anda mengenal klasifikasi dari jenis kanker ini, sehingga bisa dilakukan langkah yang tepat jika ada seseorang yang terkena penyakit ini.

1. Kanker hati primer

Klasifikasi yang pertama dari kanker liver ini adalah jenis primer. Kanker pada hati ini berawal pada organ hati. Kanker ini juga termasuk jenis yang berpotensi fatal.

2. Kanker hati sekunder

Klasifikasi kedua dari kanker hati ini bermula dari organ tubuh lain. Setelah itu, sel kanker pun menyebar dan juga tumbuh di hati.

Jenis – Jenis Kanker Hati

Kedua jenis kanker hati seperti di atas bukan berarti menjadi satu-satunya yang bisa Anda tahu. Meskipun jenis kanker ini terbagi menjadi primer dan sekunder berdasarkan awal mula pertumbuhannya, masih ada juga beberapa jenis yang bisa Anda tahu.

Beberapa jenis kanker hati antara lain seperti yang ada di bawah ini.

1. Hepatocellular Carcinoma atau Karsinoma Hepatoseluler

Jenis kanker ini paling umum terjadi dari klasifikasi kanker liver primer. Jenis kanker pada hati yang satu ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita. Selain itu, kondisi ini pun lebih umum terjadi pada orang usia lanjut.

2. Angiosarcoma

Jenis kanker hati ini bisa juga disebut dengan haemangiosarcoma. Meskipun sangat jarang terjadi, penyakit ini bermula di pembuluh darah hati. Penyakit ini sering terjadi pada orang berusia 70 sampai 80-an.

3. Karsisnoma Fibrolamellar

Penyakit ini adalah jenis yang langka dari karsinoma hepatoseluler. Jenis kanker pada hati ini cenderung terjadi pada orang-orang yang usianya lebih muda.

4. Hepatoblastoma

Ini adalah jenis kanker yang sangat jarang terjadi pada kanker liver primner. Pada umumnya kanker ini sering terjadi pada anak-anak yang usianya di bawah 3 tahun.

Berbagai klasifikasi dan jenis kanker hati seperti di atas sudah Anda tahu. Dengan begitu, ada baiknya Anda melakukan intervensi yang tepat jika menemukan kasus seperti ini.

Penyebab Kanker Hati yang Perlu Diwaspadai

Kanker hati merusak fungsi dari hati seseorang. Padahal hati merupakan organ tubuh yang sangat vital. Tentu perlu tingkat kewaspadaan yang tinggi agar tidak terjangkit penyakit tersebut.

Setidaknya kewaspadaan diri bisa dilakukan dengan mengetahui penyebab kanker hati yang sering dialami banyak orang.

Sirosis atau Cirrhosis Hati menjadi salah satu penyebab kanker hati pada seseorang. Namun prosentase penderita sirosis yang berujung pada kanker cenderung tidak terlalu banyak. Jadi mengidap sirosis belum tentu akan mengidap kanker hati juga.

Pada saat mengidap sirosis, jaringan hati normal akan digantikan oleh jaringan parut yang menyebabkan hati menjadi mengeras. Sehingga fungsi hati menjadi menurun dan rawan terhadap serangan sel kanker.

Selain sirosis, penyebab kanker hati bisa karena sebelumnya orang tersebut mengidap penyakit hepatitis. Biasanya jenis hepatitis yang berpotensi menjadi kanker adalah hepatitis B dan hepatitis C.

Beberapa pengidap hepatitis B terkadang memiliki kesamaan dengan pengidap kanker hati yaitu sama-sama beresiko mengalami luka parut yang meluas ke organ hati.

Luka parut merupakan jaringan hati yang terbentuk ketika jaringan normal dan lunak mengalami proses luka. Penyebaran dari hepatitis B bisa melalui cairan tubuh seperti air liur, sperma, ataupun cairan vagina.

Untuk infeksi hepatitis C dalam jangka lama akan menyebabkan peradangan dan kerusakan pada hati. Hal inilah yang dapat memicu munculnya sel kanker di dalam hati.

Resiko kanker hati akan lebih besar lagi jika pengidap hepatitis C masih merokok. Penularan hepatitis C sering terjadi melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi oleh pengidap hepatitis C sebelumnya.

Selain karena infeksi dari beberapa penyakit, penyebab kanker hati bisa muncul karena mengkonsumsi minuman beralkohol. Ketika seseorang memimun minuman beralkohol, maka hati akan bekerja keras untuk menyaring zat berbahaya dari minuman tersebut.

Pada akhirnya setiap menyaring racun beberapa sel hati akan mati. Meskipun dapat meregenerasi, namun penyaringan racun oleh hati dalam jangka panjang dapat merusak hati secara permanen.

Waspada Bermacam-macam Gejala Kanker Hati

Penyakit kanker hati terjadi karena adanya sel abnormal yang tumbuh di dalam hati sehingga dapat merusak sel baik yang terdapat dalam hati tersebut.

Supaya dapat mengetahui seseorang terkena penyakit kanker hati atau tidak dapat diketahui dengan melihat beberapa gejala yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini beberapa gejala kanker hati :

  1. Ketika buang air kecil, air seni yang dikeluarkan berwarna gelap seperti kuning kegelapan hingga berwarna coklat. Ini terjadi bukan dikarenakan dehidrasi namun bisa jadi tanda dari gejala kanker hati.
  2. Ketika buang air besar, feses yang dikeluarkan berwarna gelap.
  3. Hati mengalami pembengkakan, ditandai dengan ukuran hati yang semakin hari semakin cepat membesar serta perut terasa kembung. Kembung ini bukan karena masuk angin. Jika ingin melihat pembengkakan yang terjadi pada hati dapat dilakukan dengan ronsen.
  4. Selain pembengkakan pada hati, dapat juga ditandai dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening.
  5. Sering mengalami mual-mual hingga muntah. Ini menyebabkan nafsu makan menjadi menurun.
  6. Kondisi tubuh mudah merasa lelah jadi tidak semangat dalam beraktivitas atau lesu.
  7. Kekebalan dalam tubuh semakin hari semakin turun atau melemah.
  8. Mengalami sakit pada perut bagian kanan.
  9. Sistem pencernaan mengalami gangguan.
  10. Gula darah semakin menurun. Ini menyebabkan kurang darah sehingga penderita sering pingsan.
  11. Terasa sakit dan ngilu-ngilu pada sendi-sendi.
  12. Meningkatnya bau mulut dan bau badan juga dapat dikarenakan terkena kanker.
  13. Bola mata dan kulit mengalami perubahan warna menjadi kuning.
  14. Sering mengalami mimisan.

Dari beberapa gejala kanker hati di atas dapat dijadikan kewaspadaan pada diri kita masing-masing. Jika mengalami gejala-gejala yang ada di atas maka segera periksakan kepada ahli kesehatan.

Penyakit kanker hati merupakan penyakit yang sudah banyak terjadi khususnya di Indonesia. Anda tidak perlu bingung juga jika ingin melakukan pengobatan kanker hati. Sekarang ini aneka macam pengobatan telah ada.

Pengobatan dapat dilakukan secara herbal dengan obat herbal, dapat juga dengan obat medis, operasi dan juga terapi.

Sayangi Hatimu, Inilah Pengobatan Kanker Hati

Secara medis penderita kanker hati ditangani dengan pengobatan yang disesuaikan dengan tingkat keparahan atau stadium kanker. Selain pengobatan medis, pengobatan kanker hati menggunakan bahan herbal pun bisa menjadi solusi alternatif.

Penyakit kanker hati menjadi salah satu jenis kanker yang paling umum ke-5 di dunia bagi kaum laki-laki serta menjadi ke-9 bagi kaum wanita. Sekitar 83% kasus penyakit ini menyerang negara-negara berkembang.

Sedangkan kebanyakan negara-negara yang telah maju, penyebab utama penyakit ini ialah mengonsumsi alkohol berlebihan serta meningkatnya obesitas.

Pengobatan Kanker Hati Secara Medis

Pasien dengan penyakit kanker hati dapat sembuh secara total jika mendapatkan pengobatan sedini mungkin. Ketika terdiagnosis kanker masih berada dalam stadium 1, kemudian segera memperoleh penanganan.

Apabila diagnosis kanker telah berada dalam stadium 4, maka tindakan medis hanya mampu berfokus untuk meringankan munculnya ketidaknyamanan dan rasa sakit. Selain itu, hanya mampu mengusahakan agar pasien memiliki kemungkinan hidup lebih lama.

1. Operasi

Bedah reseksi atau operasi berupa tindakan mengambil jaringan hati yang terserang kanker. Pada umumnya butuh waktu sekitar 3 hingga 4 bulan menjalani masa pemulihan organ hati setelah operasi.

Namun sebagaimana prosedur medis lainnya, bedah reseksi ini juga mempunyai risiko. Sebagian pasien yang menjalani tindakan bedah reseksi hati mengalami komplikasi misalnya infeksi, pendarahan, maupun thrombosis pada vena dalam.

2. Transplantasi hati

Berupa tindakan operasi dalam rangka mengganti organ hati yang lama dengan yang baru, hasil dari pemberian dari pendonor. Para pendonor bisa yang telah meninggal maupun yang hidup.

Transplantasi dari pendonor yang telah meninggal biasanya akan menghadapi hal berikut :

  • Memakan waktu lama untuk menantikan donor hati yang cocok.
  • Hasil biasanya lebih baik bila dibandingkan donor hati dari pendonor yang hidup.

Sedangkan transplantasi yang dilakukan dari pendonor hidup, biasanya akan menghadapi hal berikut :

  • Tak perlu lama menunggu donor hati.
  • Tingkat komplikasi saat prosedur transplantasi menjadi lebih tinggi.
  • Hasil biasanya tidak sebaik apabila menggunakan hati yang berasal dari pendonor yang telah meninggal.

3. Radiofrequency ablation/RFA

Berupa tindakan pengangkatan dengan menggunakan frekuensi radio. Suhu panas yang dihasilkan mampu membunuh sel-sel kanker.

RFA bertujuan untuk mematikan sel kanker serta menyusutkan ukuran menggunakan proses pemanasan aliran listrik.

Pengangkatan atau ablasi menggunakan RFA bisa menjadi langkah alternatif medis selain tindakan operasi. Namun untuk menangani kanker dengan 1 maupun beberapa tumor yang diameternya tidak lebih dari 5 centimeter.

Walaupun jarang, risiko komplikasi juga mungkin terjadi diantaranya luka bakar kecil, pendarahan, infeksi, maupun terjadi kerusakan sekitar organ.

4. Kemoterapi

Jenis tindakan kemoterapi yang biasanya direkomendasikan bagi penderita kanker hati stadium 2 dan 3 yakni kemoembolisasi (TACE).

Tindakan ini tidak dapat menyembuhkan tetapi meredakan sakit serta memperpanjang harapan hidup.

Prosedur kemoterapi tidak direkomendasikan bagi penderita yang terdiagnosis stadium 4 sebab berkemungkinan memperburuk kondisi.

Alternatif Pengobatan Kanker Hati Menggunakan Maitake

Sekitar tahun 1980 ilmuwan Jepang telah meneliti salah satu jamur yang sangat baik dijakan bahan baku obat herbal. Jamur tersebut yakni jamur maitake nama lain dari Grifola Frondosa.

Jamur Maitake merupakan jamur berukuran besar, sebesar bola basket. Jamur maitake biasa disebut juga “Raja Jamur”. Jamur maitake terbukti memiliki kandungan baik berupa anti-kanker.

Dengan mengonsumsi jamur maitake dengan takaran yang pas disesuaikan kondisi stadium kanker, maka dapat menjadi alternatif pengobatan kanker hati.

Artikel Terkait :

Jamur Maitake Untuk Penyakit Kanker, Tumor Dan Gangguan Sistem Imun

Manfaat Jamur Maitake untuk Penyakit Kanker, Tumor & Gangguan Sistem Imun

jamur maitake digunakan untuk pengobatan kankerJamur maitake mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat luas, biasanya jamur ini dikenal sebagai bahan makanan yang bisa diolah menjadi berbagai jenis hidangan.

Rasa jamur yang agak kenyal tetapi gurih memberikan citarasa yang khas sehingga banyak orang menyukai jamur. Saat ini berbagai jenis jamur sudah dijual bebas di pasaran tetapi jamur ini memiliki keunggulan tersendiri. Dimana manfaat jamur maitake ternyata sangat bagus untuk kesehatan dan pengobatan penyakit kanker.

Sejarah Jamur Maitake

Nama jamur maitake memang masing-masing di telinga masyarakat Indonesia. terlebih manfaat jamur bagi kesehatan mungkin belum diketahui hingga saat ini. Padahal manfaat jamur bagi obat herbal untuk kesehatan sudah terkenal di awal tahun 1980 di Jepang.

Pada waktu itu, para ahli farmasi di Jepang melakukan studi ilmiah yang berkaitan dengan manfaat serta khasiat jamur bagi kesehatan yang mungkin belum terduga sebelumnya.

Pada waktu itu di Jepang juga telah terdapat 3 jenis jamur yang sudah populer serta diakui sebagai jamur kesehatan oleh pemerintah Jepang. Tiga jenis jamur tersebut adalah jamur ling zhi, jamur shitake dan jamur karawatake.

Selain ketiga jamur tersebut pada pertengahan 1980 para ilmuan Jepang akhirnya menemukan jamur yang memiliki potensi dibandingkan dengan penemuan sebelumnya.

Dimana jamur tersebut adalah jamur maitake yang memiliki ukuran raksasa dan besarnya mencapai sebesar bola basket. Bahkan ada pula yang menyebut jamur ini sebagai raja jamur karena ukurannya yang besar.

Selain itu jamur maitake juga disebut sebagai jamur menari sebab jamur ini memiliki rasa yang lezat serta manfaatnya sangat banyak. Jamur ini juga tergolong langka hanya bisa ditemukan di pegunungan saja.

Orang-orang yang bisa menemukan jamur ini pasti akan merasa senang dan menari. Tak hanya di Jepang, ternyata jamur ini uga bisa ditemukan di Amerika. Tetapi di Amerika jamur ini disebut sebagai hens of the wood atau ayam betina yang berasal dari kayu karena bentuknya yang menyerupai jengger ayam.

Perlu Anda ketahui bahwa jamur maitake ini memang sulit ditemukan dan tergolong langka di Jepang. Hal ini dikarenakan jamur ini hanya dapat hidup pada kondisi lingkungan yang sensitif dan tidak pasti pada tahun berikutnya.

Semenjak jamur ini semakin diminati karena rasanya yang lezat serta manfaat jamur maitake yang banyak, membuat para petani maupun peneliti mencoba membudidayakan jamur ini.

Usaha para petani dan peneliti untuk membudidayakan jamur maitake ternyata gagal sehingga banyak orang yang menyebut jamur ini sebagai jamur fantasi karena mustahil untuk dikembangbiakkan. Ternyata anggapan terhadap jamur ini sebagai jamur fantasi tersebut akhirnya terpatahkan oleh Yoshinobu Ordaira seorang petani dari Jepang.

Yoshinobu Ordaira menjadi orang pertama yang telah berhasil melakukan budidaya terhadap jamur maitake. Atas usahanya selama bertahun-tahun serta menghabiskan biaya yang tak sedikit, petani ini berhasil mengembangbiakkan jamur ini secara massal.

Semenjak saat itu masyarakat Jepang mulai menggunakan jamur maitake sebagai tanaman herbal. Bahkan tak sedikit masyarakat yang menjadikan jamur ini sebagai menu makanan.

Kandungan dalam Jamur Maitake

manfaat jamur maitake untuk pengobatan sakit kankerDibalik manfaat jamur yang ternyata sangat bagus bagi kesehatan serta rasanya yang lezat ternyata tersimpan banyak kandungan yang bagus untuk kesehatan. Dimana kandungan pada jamur maitake ini adalah nutrisi yang cukup lengkap sehingga menjadikan jamur ini penting untuk kesehatan.

Kandungan nutrisi yang terdapat dalam jamur maitake ini diantaranya vitamin B1 dan B2, vitamin D, asam lemak essensial, serat, asam amino, kalium, kalsium, fosfor, zinc dan bioflavonoid.

Senyawa ini tergolong dalam polisakarida dan mempunyai efek psikologis untuk meningkatkan sistem imun serta melawan infeksi virus seperti HIV, hepatitis serta dapat menghambat dan menjadi terapi untuk penyakit kanker maupun tumor.

Manfaat Jamur Maitake Untuk Kanker, Tumor & Gangguan Imun

Manfaat jamur maitake untuk kanker kini mulai banyak diketahui oleh masyarakat. Terlebih hingga saat ini belum bisa ditemukan obat kanker yang benar-benar tepat dan ampuh menyembuhkan kanker di dalam tubuh penderitanya.

Untuk mengatasi kanker memang bukanlah hal yang mudah tetapi Anda bisa mencegahnya. Pastinya upaya pencegahan sejak dini menjadi hal yang lebih mudah dan tidak sesulit maupun semahal ketika mengobati penyakit kanker.

Salah satu upaya untuk mencegah penyakit kanker bisa Anda lakukan dengan mengkonsumsi makanan herbal. Dimana saat ini banyak jenis tanaman herbal yang sudah teruji secara klinis mampu mencegah timbulnya penyakit kanker.

Sampai saat ini berbagai jenis tanaman diklaim mampu mengobati kanker dan dianggap mujarab. Padahal hingga saat ini para peniliti belum berhasil menemukan tanaman herbal yang ampuh mengobati kanker hingga benar-benar sembuh. Tetapi para peneliti hanya bisa menemukan terapi serta suplemen yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Tetapi ternyata manfaat jamur maitake bisa menjadi tanaman herbal penghambat sel kanker. Bahkan manfaat jamur ini untuk penyakit kanker ini sudah teruji secara klinis oleh para peneliti.

Salah satu jenis penyakit kanker yang bisa dihambat pertumbuhan sel-selnya dalam tubuh dengan menggunakan jamur maitake adalah kanker payudara.

Jamur maitake tersebut dapat berfungsi merangsang sistem imunitas tubuh dan membantu mengaktifkan sel-sel tertentu yang akan menyerang sel-sel kanker payudara seperti sel-T, makrofaga serta sel pembunuh alami lainnya.

Selain itu hasil dari penelitian tersebut menunjukkan jamur maitake mampu menghambat terjadinya pertumbuhan sel kanker payudara. Bahkan hasilnya bisa 1,5 kali lebih baik dibandingkan dari jamur shitake. Selain itu manfaat jamur ini 12 kali lebih bagus dibandingkan jamur karawatake serta 16,5 kali lebih bagus dibandingkan jamur ling zhi.

Untuk mencegah terjadinya kanker menggunakan jamur karawatake dengan dosis 300 kali lebih banyak serta dosis 50 kali lebih banyak dengan menggunakan jamur ling zhi.

Dengan menggunakan jamur maitake hasilnya sudah terbukti lebih efektif untuk menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Dengan demikian mengkonsumsi jamur ini sangat ampuh untuk mencegah pertumbuhan serta perkembangan sel kanker di dalam tubuh.

Manfaat Jamur Maitake untuk Kesehatan

jamur maitake untuk kesehatan sistem kekebalan tubuhSelain bermanfaat untuk pencegahan serta menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh, ternyata manfaat jamur maitake sangat bagus untuk kesehatan baik secara umum maupun khusus.

Jamur maitake memiliki kandungan nutrisi yang sangat lengkap bagi tubuh sehingga jamur ini sangat bagus bagi kesehatan. Dimana secara umum manfaat kesehatan yang diperoleh dengan mengkonsumsi jamur ini adalah dapat menjaga tubuh dari adanya infeksi, melancarkan peredaran darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Manfaat secara umum ini diperoleh karena adanya kandungan vitamin, protein, asam amino, mineral, antioksidan serta antibiotic alami di dalam jamur maitake.

Jamur ini juga memiliki manfaat kesehatan khusus sehingga dapat membantu mengatasi berbagai jenis penyakit. Dimana selain kanker ternyata manfaat jamur maitake dapat mengatasi berbagai jenis penyakit lainnnya seperti hipertensi, hepatitis B, dan kolesterol.

Selain manfaat tersebut, terdapat ada manfaat lain bagi kesehatan diantaranya dapat membantu melangsingkan tubuh, mencegah terjadinya penimbunan lemak, menstabilkan detak jantung, serta membuat otak menjadi lebih fresh.

Manfaat mengkonsumsi jamur ini lainnya adalah membantu melancarkan buang air besar, menghilangkan bekas luka, serta meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh sehingga bisa mencegah anemia.

Kelebihan Jamur Maitake

manfaat jamur maitake untuk kesehatanJamur maitake merupakan jenis jamur yang bisa dimasak menjadi berbagai jenis hidangan yang menggugah selera. Selain rasanya yang enak dan menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan ternyata mengkonsumsi jamur ini dalam jumlah yang banyak juga dijamin tak akan menimbulkan efek samping.

Berikut ini akan dijelaskan kelebihan jamur maitake yang perlu Anda ketahui.

1. Tidak mengandung kolesterol

Jamur maitake ternyata sama sekali tidak mengandung kolesterol sehingga sangat luar biasa, Dengan demikian jamur ini terbukti tidak memiliki kadar LDL sehingga sangat aman dikonsumsi meskipun dalam jumlah yang banyak.

2. Mengandung banyak karbohidrat

Dalam 100 gram jamur maitake terdapat sekitar 2% karbohidrat sehingga jamur ini bisa Anda konsumsi sebagai sumber karbohidrat alternatif. Meskipun sebetulnya kandungan karbohidrat dalam jamur ini masih belum bisa disamakan dengan beras maupun gandum.

3. Kandungan vitamin D yang melimpah

Kandungan vitamin D yang terdapat dalam jamur ini ternyata sangat bagus untuk menjaga kesehatan kulit. Bahkan jika dikonsumsi secara teratur akan membuat kulit Anda terasa lebih kencang dan halus. Selain itu Anda akan terlihat lebih awet muda serta bebas dari keriput maupun jerawat.

4. Kadar magnesium yang rendah

Kadar magnesium yang terkandung dalam jamur maitake sangat bagus bagi kesehatan serta dapat membantu kinerja enzim agar semakin optimal.

5. Mengandung sedikit gula

Memiliki kadar gula tetapi jumlahnya sangat sedikit yaitu sekitar 2,1 mg saja. dengan kadar gula yang tidak terlalu banyak ini justru menjadikan manfaat jamur maitake sangat bagus sebagai sumber energi sehingga tubuh Anda tidak mudah merasa lemas.

6. Mengandung ion

Jamur maitake juga memiliki kandungan ion sebesar 1%. Dimana kandungan ion ini sangat baik untuk meningkatkan produksi sel darah merah serta hemoglobin. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jamur ini dapat meningkatkan kadar zat besi di dalam tubuh.

7. Bisa diolah Menjadi berbagai jenis masakan

Biasanya tanaman herbal tertentu harus diolah secara hati-hati agar tidak merusak kandungan zat alami yang terkandung di dalamnya. Tetapi Anda tak perlu khawatir jika ingin mengolah jamur maitake karena jamur ini bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan sesuai dengan selera Anda. Bahkan Anda tak perlu khawatir kandungan zat alami dalam jamur ini akan hilang selama proses pemasakan.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa ternyata manfaat jamur maitake telah terbukti ampuh dan bagus untuk penyakit kanker. Sebab kandungan senyawa aktif dalam jamur ini ampuh menghambat pertumbuhan serta perkembangan sel kanker.

Selain itu jamur maitake juga memiliki manfaat kesehatan lainnya sehingga Anda tak perlu ragu untuk mengonsumsinya setiap hari menjadi berbagai sajian yang lezat.

 

Artikel Terkait :

Kanker Paru-Paru | Gejala, Penyebab dan Pengobatan Kanker Paru-Paru

Kanker Paru-Paru, Gejala, Penyebab dan Pengobatan Kanker Paru-Paru

gejala penyakit kanker paru-paruKanker paru-paru adalah kanker yang menyerang area paru-paru. Kanker ini berasal dari jaringan tipis area paru-paru itu sendiri.

Umumnya, jaringannya berupa lapisan sel yang letaknya pada saluran udara. Kanker yang sasaran utama adalah paru-paru ini rupaya merupakan kanker yang umum terjadi diidap oleh pria dan wanita di negara Singapura.

Tipe Kanker Paru-Paru yang Menyerang Seseorang

Berikut adalah beberapa tipe kanker yang menyerang area paru-paru. Dengan mengetahui tipenya, Anda akan lebih mudah mendeteksi tipe apa kanker yang menyerang paru-paru seseorang.

1. Tipe Non-Sel Kecil NSCLC

Tipe kanker paru-paru yang pertama ialah tipe non-sel kecil atau NSCLC. NSCLC adalah tipe kanker yang paling umum dari penyakit paru-paru. Kanker ini tidak memiliki tingkatan sifat agresif yang tinggi bila dibandingkan dengan tipe lainnya yaitu SCLC.

Tipe non-sel kecil atau NSLC pada umumnya cenderung tumbuh dan berkembang lebih lambat. Kesembuhan penderitanya tergantung dari diagnosa yang dilakukan sejak dini.

2. Tipe Sel Kecil SCLC

Tipe kanker paru-paru kedua yaitu SCLC atau dikenal dengan kanker sel kecil. Kanker tersebut memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih pesat. Sel kanker ini juga menyebar dengan cepat ke area pembuluh darah dan menuju anggota tubuh yang lain.

Saat didiagnosa, tipe kanker yang menyerang paru-paru ini dikategorikan sebagai penyakit yang kompleks. Pengobatan kanker tipe sel kecil tersebut tak bisa dilakukan dengan pembedahan melainkan dengan kemoterapi.

Sebenarnya, para dokter umumnya tidak selalu menjelaskan mengapa seseorang bisa terkena kanker yang satu ini. Akan tetapi, kecenderungan orang yang memiliki faktor risiko tertentu bisa lebih besar terkena kanker khususnya di bagian paru-paru. Secara garis besar, sel paru-paru yang sudah rusak akibat faktor tertentu akan berubah menjadi kanker.

Gejala Kanker Paru-Paru

Sebagai masyarakat awam sebaiknya Anda mengetahui dengan jelas gejala penyakit kanker paru-paru. Sebab penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan tidak memandang usia maupun jenis kelamin.

Lebih parahnya lagi banyak penderita yang akhirnya berujung maut karena terlambat dilakukan penanganan secara medis. Untuk mencegah hal tersebut agar tidak terjadi, berikut ini akan dijelaskan gejala kanker paru-paru yang perlu Anda ketahui.

1. Batuk yang sulit disembuhkan

Penyakit batuk sebetulnya bisa menyerang siapa saja tetapi jika penyakit batuk tersebut berlangsung lama dan tak kunjung sembuh sebaiknya Anda perlu waspada. Karena bisa jadi merupakan gejala penyakit kanker paru-paru.

2. Adanya perubahan saat batuk

Anda perlu waspada jika batuk yang Anda alami ternyata berubah-ubah mulai dari batuk kering, berdahak hingga berdarah. Bisa jadi batuk tersebut merupakan gejala awal munculnya kanker paru-paru.

3. Sesak napas setelah beraktivitas

Apabila setelah beraktivitas tetapi tiba-tiba Anda merasakan sesak napas hingga berbunyi, hal ini bisa menjadi salah satu gejala kanker.

4. Nyeri di bagian dada

Biasanya penyakit kanker paru-paru akan menimbulkan rasa nyeri di bagian dada, punggung dan bahu. Rasa nyeri tersebut bisa disebabkan oleh adanya metatastis di dinding dada dan pleura yang mulai membengkak.

5. Napas menjadi bersuara

Jika napas Anda menjadi bersuara atau tersengal sebaiknya perlu waspada karena hal ini bisa menjadi salah satu gejala munculnya kanker paru-paru.

6. Napas tersengal-sengal

Barangkali Anda pernah mengalami napas yang tersengal-sengal setelah melakukan kegiatan berat misalnya lari atau mengangkat beban yang berat. Hal tersebut wajar.

Yang dimaksud dengan napas tersengal-sengal di sini adalah Anda merasa cepat lelah dan kehabisan napas padahal sedang tidak melakukan aktivitas yang berat.

Ketidak wajaran ini perlu dicurigai karena bisa jadi adalah tanda paru-paru Anda terserang penyakit kanker.

7. Sakit di bagian dada

Ciri-ciri kanker paru-paru ketiga ialah rasa sakit bagian dada. Biasanya hal ini terjadi berbarengan dengan batuk. Pada kasus batuk biasa, rasa sakit di bagian dada adalah hal yang wajar.

Namun, apabila batuk sudah berhenti namun rasa sakit di dada masih terasa, maka hal tersebut bisa jadi adalah tanda bahwa paru-paru anda mengalami gangguan. Biasanya nyeri ini akan muncul secara terus menerus pada tubuh penderitanya.

Jika Anda mengalami gejala di atas sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memperoleh pertolongan dan pengobatan. Sebab semakin cepat kanker diketahui dalam tubuh seseorang, akan membuat kemungkinan untuk sembuh juga semakin besar terlebih jika kanker tersebut masih dalam stadium awal.

Pengobatan Kanker Paru-Paru Secara Medis

Berdasarkan data dari WHO, penyakit kanker paru-paru di Indonesia merupakan salah satu kanker yang sering menyerang kaum laki-laki. Tahun 2012, Indonesia memiliki 25.322 kasus penyakit kanker paru-paru terhadap kaum pria. Sedangkan terhadap kaum wanita terdapat 9.374 kasus.

Angka kasus kanker paru lebih didominasi penderita berusia di atas 40 tahun. Langkah pengobatannya bisa dengan beberapa tindakan medis.

Beberapa jenis operasi dalam pengobatan kanker paru-paru antara lain :

1. Lobektomi

Lobektomi adalah operasi pengangkatan bagian lobus yang terserang kanker pada satu organ paru. Namun paru-paru masih dapat berfungsi karena lobus yang tersisa.

2. Pneumonektomi

Pneumonektomi adalah operasi pengangkatan 1 sisi organ paru-paru tetapi secara keseluruhan. Pelaksanaan operasi ini hanya dilakukan jika terpaksa, seperti dikarenakan sel-sel kanker ada di tengah organ paru-paru maupun sel kanker sudah menyebar pada seluruh bagian organ paru-paru (satu sisi).

Penderita kanker paru-paru tetap bisa bernapas sesudah operasi. apabila sebagian paru-paru diangkat, maka sisa jaringan akan mengembang meski butuh waktu beberapa lama.

Sama halnya bila menjalani prosedur operasi-operasi lainnya, tindakan operasi pengangkatan organ paru-paru memungkinkan juga berujung pada komplikasi.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi kanker paru-paru diantaranya peradangan paru-paru, penggumpalan darah dan pendarahan.

Langkah pengobatan kanker paru-paru selain operasi antara lain :

1. Radioterapi

Tindakan medis radioterapi juga menjadi salah satu langkah pengobatan kanker paru-paru. Radioterapi bertujuan membasmi sel kanker yang tersisa pada kondisi pasien pasca operasi.

Apabila dokter menyatakan bahwa tindakan operasi tidak mungkin dilakukan, maka radioterapi diterapkan untuk redakan gejala yang muncul, mengurangi intensitas rasa sakit serta memperlambat penyebaran kanker.

2. Kemoterapi

Langkah pengobatan lainnya yang biasa diterapkan pada penderita kanker paru-paru ialah kemoterapi secara berkala selama beberapa minggu maupun beberapa bulan.

Tindakan kemoterapi juga bisa disarankan dokter agar dilakukan pasca operasi yang berfungsi untuk menghancurkan sel-sel kanker sisa operasi.

Pasien yang menjalani kemoterapi biasanya akan mengalami efek samping antara lain mual, muntah, kelelahan fisik, sariawan, dan kerontokan rambut. Dengan menjalani Kemoterapi, beberapa kasus tubuh pasien juga bisa menjadi rentan terkena infeksi.

3. Fotodinamik

Tindakan pengobatan ini bisa digunakan bagi pasien kanker paru-paru yang masih dalam stadium awal tetapi dia menolak melakukan operasi. Dalam terapi Fotodinamik ini, satu tabung pipih dimasukkan pada lokasi kanker.

Selanjutnya sinar laser ditembakkan dari tabung tersebut. Tindakan ini bertujuan menghancurkan jaringan kanker.

4. Terapi biologis

Pengobatan ini menggunakan obat-obatan sejenis erlotinib serta gefitinib. Terapi biologis berfungsi menghambat tumbuhnya sel-sel kanker.

Tindakan ini biasanya direkomendasikan pada penderita kanker paru-paru yang nonsel kecil dan telah menyebar hingga sulit diobati menggunakan langkah radioterapi maupun operasi.

5. Kryoterapi

Langkah medis ini dilakukan apabila kanker sudah membuat sumbatan di saluran udara. Kryoprobe merupakan alat yang akan diletakkan di jaringan kanker, lalu menghasilkan suhu yang sangat dingin. Dikarenakan suhu sangat dingin tersebut maka akan menyusutkan jaringan kanker.

Alternatif Pengobatan Kanker Paru-Paru dengan Jamur Maitake

Tak hanya enak, jenis jamur maitake mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Penyakit kanker cukup ampuh dihentikan perkembangannya dengan mengonsumsi jamur maitake

Untuk penjelasan lebih lanjut silakan membaca artikel tentang  Jamur Maitake Sebagai Obat Sakit Kanker, Tumor & Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Artikel Terkait :