Kelenjar Tiroid | Apa itu Kelenjar Tiroid, Penyebab dan Penyembuhannya

Mengenal Seluk Beluk Kelenjar Tiroid Pada Manusia

penyakit kelenjar tiroid autoimunKelenjar Tiroid – Tubuh kita tersusun dari berbagai kelenjar yang berfungsi untuk mendukung proses kinerja dalam tubuh.

Dari sekian banyak jenis kelenjar yang ada, bagian kelenjar tiroid merupakan salah satu jenis kelenjar endokrin yang terbesar di dalam tubuh. Persebaran kelenjar ini ada di beberapa bagian tubuh, seperti halnya pada bagian leher, tepatnya di depan larynx.

Terkait dengan sistem kerjanya, bagian kelenjar tiroid ini akan memproduksi sejenis hormon yang akan mengatur fungsi tubuh serta mengatur suasana hati kita.

Tidak hanya itu saja, hormon tersebut juga sangat berpengaruh pada kesuburan, detak jantung, pencernaan, pengaturan suhu tubuh hingga detak jantung.

Bagaimana anatomi kelenjar tiroid?

Untuk membedakan dengan jenis kelenjar lain, anatomi dari bagian kelenjar tiroid ini bisa diketahui dari ukuran panjangnya yang mencapai 5 cm, lebar 3 cm dan tebal 2 cm.

Kelenjar ini sering dikenal dengan jakun pada pria yang diselimuti oleh otot serta kulit. Jika dilihat sekilas, kelenjar ini memiliki bentuk layaknya kupu–kupu dengan dua sayap di masing–masing sisinya, dikenal dengan sebutan lobus.

Kedua lobus ini dihubungkan oleh sebuah jaringan lebih kecil yang disebut isthmus dengan panjang dan lebar 1,25 cm.

Secara miskroskopik, bagian dari kelenjar tiroid ini memiliki bagian – bagian utama yang terdiri dari:

Folikel Tiroid

Pada bagian ini tersusun dari sel kecil dengan diameter 0,02 – 0,9 mm yang berfungsi untuk menjalankan dari adanya fungsi tiroid. Dengan inti berupa protein precursor yang dikenal dengan sebutan thyroglobin, bagian ini tersusun dari pembuluh darah dan syaraf.

Sel Folikuler

Dikenal sebagai inti dari inti folikel, sel folikuler ini bekerja dengan mengekskresikan sejumlah hormon tiroid T4 dan T3. Bentuk dari sel ini sangatlah beragam tergantung dari keaktifannya. Beberapa ada yang terbentuk kuboid, kolumnar ataupun datar.

Sel Parafolikular

Dikenal dengan istilah lain pada bagian ini sebagai sel C, bagian ini akan memproduksi kalsitonin yang akan berperan dalam homoestasis kalsium.
Sayangnya, tidak semua orang awam faham dengan letak dari bagian kelenjar tiroid ini. Untuk membedakannya dengan kelenjar getah bening, bisa dilakukan dengan cara yang mudah. dalam hal ini, kita bisa memegang bagian leher.

Jika kita merasakan adanya pergerakan di bagian depan seiring dengan kita menelan makanan, maka gerakan tersebut menandakan bagian dari kelenjar tiroid. Sedangkan kelenjar getah bening terletak pada sisi kanan kiri leher.

Apa saja fungsi dari kelenjar tiroid?

Secara umum, fungsi dari bagian kelenjar tiroid ini adalah untuk memproduksi hormon yang nantinya akan bertanggungjawab dalam mengatur kinerja sistem metabolisme dalam tubuh. Tidak mengherankan jika kelenjar ini sangat berpengaruh pada sistem kinerja dalam tubuh kita.

Secara lebih spesifik, berikut ini fungsi dari kelenjar tiroid :

  1. Meningkatkan kinerja proses pernafasan, denyut jantung serta curah jantung
  2. Meningkatkan pengeluaran atas energi dalam tubuh serta pengkonsumsian oksigen
  3. Meningkatkan penyerapan atas glukosa pada tubuh serta meningkatkan produksi glukosa oleh hati
  4. Mendukung pertumbuhan serta mematangkan sistem saraf pusat
  5. Mempengaruhi adanya siklus menstruasi
  6. Mempercepat adanya proses pembersihan kolesterol yang berasal dari plasma

Bagaimana cara kerja kelenjar tiroid tersebut?

Sistem kerja dari bagian kelenjar tiroid ini akan maksimal dengan hadirnya asupan yodium yang cukup di dalam tubuh. Peranan yodium sangat penting dalam membentuk hormon tiroid yang kemudian akan disesuaikan dengan kondisi tubuh kita.

Proses kinerja kelenjar ini dimulai dari adanya hypothalamus yang akan menghasilkan tyrotropin releasing hormon yang kemudian akan merangsang kelenjar pituitary untuk menghasilkan tyroid stimulating hormon (TSH). Dengan demikian, maka bagian kelenjar ini akan mensekresikan sejumlah hormon tiroid ke dalam peredaran darah.

Perlu kita sadari bahwa sangat penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan dari hormon tiroid yang terdapat dalam tubuh. Jika kita kekurangan hormon tiroid, maka tubuh akan mengalami permasalahan yang disebut sebagai hipotiroid dan jika kelebihan hormon tiroid, maka akan menyebabkan permasalahan hipertiroid.

Gangguan kesehatan apa saja yang terjadi pada kelenjar tiroid?

Sering kali permasalahan pada bagian kelenjar tiroid disebabkan oleh beberapa hal yang dalam hal ini adalah kerusakan pada kelenjar tiroid itu sendiri, masalah hipotalamus yang terdapat pada otak, konsumsi obat dengan kandungan litium serta konsumsi iodium yang berlebih.

Secara umum, permasalahan tersebut terbagi menjadi beberapa hal berikut ini:

1. Hipotiroidsime

Salah satu gangguan kesehatan pada bagian ini disebabkan oleh adanya kekurangan produksi kelenjar tiroid. Masalah ini sering kali diderita oleh para wanita yang berusia 60 tahun. Hal ini ditandai dengan adanya kelelahan, tingginya sensitivitas pada udara dingin, konstipasi hingga kelelahan.

2. Hipertiroidisme

Kebalikan dari hipotiroidisme, masalah pada bagian kelenjar tiroid ini disebabkan oleh adanya tingginya jumlah hormon tiroksin yang diproduksi oleh tubuh. Gejala dari permasalahan kesehatan ini ditandai dengan adanya dada yang terasa berdebar, penurunan berat badan, berkeringat hingga perasaan gelisah.

3. Gondok

Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh adanya pembengkakan pada kelenjar tiroid ini sering kali terlihat pada bagian leher. Jika hal ini terus membesar, maka akan menyebabkan adanya perubahan suara, penyempitan saluran pernafasan hingga batuk.

4. Nodul tiroid

Nodul tidoid adalah salah satu gangguan pada bagian kelenjar tiroid yang ditandai adanya benjolan padat ataupun benjolan dengan isi air. bisa dikatakan jika benjolan tersebut merupakan tumor jinak ataupun juga kista yang jumlahnya bisa saja lebih dari satu.

Apa penyebab gangguan kesehatan tersebut?

Selain tinggi ataupun rendahnya hormon tiroid di dalam tubuh, beberapa hal yang menyebabkan permasalahan pada kelenjar tiroid tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Adanya permasalahan pada bagian hipotalamus yang terdapat di otak ataupun pada kelenjar hipofisis
  2. Kerusakan pada kelenjar tiroid yang disebabkan oleh beberapa hal seperti halnya pada pajanan radiasi
  3. Adanya pengaruh negative atas pengkonsumsian obat–obatan kimia yang mengandung litium
  4. Tindakan operasi atas pengangkatan kelenjar tiroid
  5. Terdapatnya kelenjar iodine di dalam tubuh yang sangat berlebih dari sisi jumlahnya

Bagaimana solusi permasalahan gangguan kesehatan tersebut?

Setelah pihak dokter mengetahui penyakit terkait dengan bagian kelenjar tiroid kita, langkah selanjutnya adalah pihak medis akan melakukan pengobatan sesuai dengan penyakit tersebut.

Setidaknya ada tiga cara yang bisa dilakukan oleh kita untuk bisa terbebas dari masalah kesehatan yang menyerang kelenjar tiroid.

Dalam hal ini mencangkup terapi ablasi iodium radioaktif, pemberian obat dan operasi. Namun demikian, penentuan solusi tersebut juga sangat ditentukan oleh adanya usia pasien yang bersangkutan.

Tindakan hipertiroidisme sering kali mendapatkan penanganan yang dalam hal ini berupa terapi ablasi iodium.

Hal ini dilakukan jika memang pengkonsumsian obat–obatan dirasa tidak lagi berhasil dalam mengatasi permasalahan pada bagian tersebut.

Padahal, jika ditelaah lebih lanjut, obat–obatan dan juga terapi radioaktif tersebut ditujukan untuk:

  1. Menggantikan fungsi hormon tiroid pada penderita hipotiroidisme
  2. Menurunkan kadar hormon tiroid pada tubuh bagi penderita hipertiroidisme
  3. Menghancurkan berbagai sel–sel tiroid

Tindakan memberikan obat–obatan pada penderita gangguan kelenjar tiroid ini juga dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan lain yang mungkin akan muncul seperti halnya pada percepatan detak jantung hingga perasaan berdebar yang sangat kurang nyaman.

Tidak hanya itu saja, tindakan operasi pada bagian kelenjar tiroid ini sangat dimungkinkan bagi penderita pembengkakan kelenjar tiroid. Bisa dibilang jika permasalahan pembengkakan ini tidak memberikan maslah yang besar dalam segi kesehatan. Meskipun demikian, jika hal ini terus saja dibiarkan, maka akan menyebabkan adanya resiko yang lebih parah lagi.

Permasalahan ini tentunya bisa diatasi sesuai dengan penyebabnya dan solusi yang diberikan tentunya disesuaikan dengan usia dari pasien tersebut. melalui penanganan yang sesuai, maka permasalahan tersebut bisa terselesaikan sejak dini.

Jamur Maitake Membantu Proses Penyembuhan Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid memegang peranan penting dalam mengatur keseimbangan hormon tiroid yang berada dalam tubuh. Bentuk dari kelenjar ini sendiri yaitu seperti hewan kupu-kupu yang ukurannya kecil.

Gejala yang sering dialami oleh penderita penyakit kelenjar tiroid yaitu merasa nyeri pada otot, terjadi peningkatan kolesterol sangat tinggi namun kenaikan berat badan hanya sedikit saja, tubuh menggigil, dan badan demam. Tubuh selalu lemas bila sedang terkena penyakit tiroid, hal ini menjadikan penderita tidak dapat melakukan kegiatan apapun.

Penyakit kelenjar tiroid disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri yang berada pada kelenjar. Dalam kurun waktu yang lama infeksi akan semakin serius sehingga mengakibatkan peradangan.

Hal ini dapat menyebabkan munculnya benih kanker tiroid sehingga kita harus melakukan pengobatan sebelum terlambat. Ada berbagai macam pengobatan secara tradisional untuk menyembuhkan penyakit tiroid secara tradisional.

Salah satu pengobatannya yaitu dengan menggunakan jamur maitake. Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit tiroid menyerang dengan cara infeksi bakteri dan virus.

Oleh sebab itu untuk melawan penyakit tersebut maka, tubuh harus selalu tetap fit dan daya tahan tubuh harus kuat. Jamur maitake kaya akan kandungan zat besi, bila dikonsumsi maka kandungan tersebut akan diserap oleh tubuh. Hal ini menyebabkan zat besi dalam tubuh meningkat pesat.

Daya tahan tubuh terus meningkat untuk melawan penyakit tiroid sampai bakteri dan virus mati karena tidak mampu melakukan infeksi ke kelenjar tiroid.

Bila sudah terlanjur terinfeksi kelenjar tiroidnya maka makan saja jamur maitake sebanyaknya. Infeksi yang parah dapat menyebabkan kanker tiroid dan hebatnya jamur maitake juga dapat mencegah terjadinya kanker dalam tubuh.

Bagaimana caranya jamur maitake melawan kanker tiroid? Caranya yaitu dengan menggunakan zat antioksidan yang mampu membunuh sel kanker secara perlahan. Zat antioksidan yang diserap oleh tubuh akan secara aktif melawan sel kanker hingga mati.

Autoimun Adalah Penyakit Akibat Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Sebagian Penyakit Autoimun Menjadi Pengundang Penyakit Lainnya.

penyakit autoimun akibat kerusakan sistem kekebalan tubuhPenyakit autoimun adalah segala jenis penyakit yang terjadi saat sistem imunitas tubuh atau kekebalan tubuh justru bekerja secara tidak normal dan menyerang sel-sel jaringan yang sehat.

Seharusnya, sistem imunitas tubuh menjadi perisai pertahanan bagi tubuh ketika menghadapi bakteri atau virus penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Penyakit autoimun ini dapat berdampak pada banyak bagian tubuh.

Berdasarkan data kesehatan, terdapat 80 macam penyakit autoimun dan sebagian gejalanya mirip. Dikarenakan gejala yang mirip itulah, maka biasanya tim medis membutuhkan waktu dan ketelitian untuk menentukan diagnose pasti.

Meskipun penyakit kelainan sistem imunitas ini memiliki banyak jenis, namun penyebab pastinya masih belum bisa ditetapkan secara medis.

Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejala dan Penyebab kasusnya

Dari sekian banyak jenis penyakit kelainan sistem imunitas, jenis penyakit berikut ini menjadi yang paling sering kasusnya ditemukan dalam dunia medis, antara lain :

1. Rheumatoid Arthritis

Penyakit Rheumatoid Arthritis disebut juga radang sendiRadang sendi atau yang dalam istilah medis disebut Rheumatoid arthritis adalah salah satu penyakit autoimun yang cukup sering ditemukan kasusnya.

Sistem imunitas tubuh justru memproduksi antibodi lalu menyerang bagian pelapis sendi. Akibatnya, terjadilah gangguan kesehatan seperti peradangan sendi, pembengkakan sekitar sendi, dan munculnya rasa nyeri di area persendian.

Apabila Rheumatoid arthritis tidak segera mendapatkan penanganan yang intensif, maka penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan secara permanen di bagian persendian.

2. Lupus

penyakit lupus salah satu masalah autoimunJenis penyakit autoimun lainnya yang juga sering ditemukan kasusnya dalam dunia medis ialah SLE (Systemic Lupus Erythematosus), masyarakat awam biasa menyebutnya dengan nama penyakit lupus saja.

Penyakit lupus ini dapat menyebabkan tubuh penderitanya memproduksi antibodi yang akan menyerang hampir seluruh jaringan organ tubuh.

Beberapa organ tubuh yang umumnya sering diserang yakni persendian, ginjal, paru-paru, serta jaringan saraf. Penderita lupus harus segera mendapatkan penanganan medis, sebab apabila diabaikan maka organ-organ vital di dalam tubuh akan semakin cepat mengalami kerusakan.

Hingga saat ini, dunia medis belum menemukan pengobatan yang benar-benar menyembuhkan penderita lupus.

Obat-obatan yang disarankan hanyalah untuk mengurangi keparahan gejala. Selain itu, obat bagi penderita lupus hanya mampu mencegah kerusakan parah pada organ tubuh, dan meminimalkan dampak pada kehidupan para penderita lupus.

3. Diabetes Type 1

diabetes tipe 1 terjadi akibat autoimunPenyakit Diabetes type 1 ini umumnya akan terdiagnosa sejak masa kanak-kanak, remaja maupun dewasa awal.

Diabetes type 1 sebenarnya diawali dengan serangan sistem imunitas tubuh terhadap sel-sel organ pankreas dimana organ pankreas yang memiliki tugas untuk memproduksi insulin mengalami kerusakan.

Hal tersebut menyebabkan terganggunya kemampuan produksi insulin dan tubuh tak mampu mengendalikan kadar gula di dalam darah. Apabila keadaan tersebut terus menerus terjadi dan tidak segera mendapatkan penanganan, maka bukan hanya organ pankreas yang mengalami kerusakan, namun berisiko pula menimbulkan kerusakan organ tubuh lainnya.

Diabetes type 1 ini lambat laun akan mengundang penyakit lainnya seperti kebutaan, kerusakan saraf, gagal ginjal, stroke, darah tinggi, terganggunya aliran darah, penyakit jantung, masalah kulit hingga menimbulkan gangrene yang dapat berujung pada amputasi. Penyakit autoimun ini tidak dapat disembuhkan.

Tindakan medis yang dilakukan terhadap para penderitanya hanyalah bertujuan untuk menyeimbangkan kadar gula di dalam darah serta mengendalikan gejala yang muncul. Dengan demikian penderitanya akan tercegah dari munculnya penyakit komplikasi.

Selain itu, penderitanya juga wajib melakukan pemantauan terhadap kadar gula di dalam darah secara berkala. Diet sehat serta olahraga teratur tidak boleh ditinggalkan oleh penderita Diabetes type 1.

4. Multiple Sclerosis

multiple sclerosis adalah problem autoimunDi saat sistem imunitas tubuh justru melakukan penyerangan pada myelin (selaput pelindung saraf) yang sehat, maka beberapa gejala mengerikan lebih berisiko muncul pada penderitanya.

Keadaan demikian merupakan kondisi yang terjadi pada penderita penyakit autoimun yakni Multiple Sclerosis. Serangan sistem imunitas pada myelin biasanya terjadi dalam otak serta saraf tulang bagian belakang.

Beberapa gejala Multiple Sclerosis yang umum terjadi, antara lain rasa lemas maupun kebas, terjadi gangguan penglihatan, sensasi geli maupun munculnya rasa nyeri di beberapa bagian-bagian tubuh, mengalami kelelahan parah, mengalami nyeri neuropati, mengalami ketidakmampuan koordinasi anggota tubuh hingga kesulitan berjalan, mengalami vertigo, maupun mengalami tremor / gemetaran.

Penderita Multiple sclerosis juga sering kali mengalami sakit kepala, terjadi ketidakjelasan saat bicara, mengalami otot kaku atau kejang, terjadi gangguan kemampuan kognitif, cemas berlebihan, emosi tidak stabil, dan penurunan kemampuan seksual. Terapi fisik biasanya juga harus dilakukan agar penderita penyakit autoimun ini mampu melakukan aktivitas pribadi sehari-hari.

5. Graves’ disease

graves disease adalah salah satu penyakit autoimunPenyakit Graves’ disease ini merupakan penyakit autoimun yang mendorong kelenjar tiroid agar menjadi aktif berlebihan memproduksi hormone tiroid.

Para penderita penyakit ini bisa saja mengalami beragam gejala yang mengganggu aktivitas sehari-harinya, misalnya Insomnia, emosi mudah tersulut, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, maupun bola mata tampak menonjol.

Gejala lainnya yang biasanya dialami penderita Graves’ disease yakni terlalu peka terhadap hawa panas, tremor, otot lemah, maupun periode menstruasi menjadi singkat.

Beberapa hal lain yang dapat dilakukan agar kesehatan penderita Graves’ disease tetap terjaga, yakni menjaga pola makan, latihan fisik agar mengurangi risiko kerapuh tulang. Dan mengurangi stres.

Penyakit Graves apabila tak segera ditangani, maka dapat berujung pada komplikasi berbahaya bagi penderitanya. Beberapa komplikasi penyakit Graves diantaranya :

a. Gangguan Jantung

Komplikasi ini seperti kelainan ritme detakan jantung, terjadi perubahan struktur serta otot jantung, berkurangnya kemampuan organ jantung untuk melakukan pemompaan darah menuju seluruh tubuh.

b. Keropos Tulang

Jumlah produksi hormon tiroid yang banyak, ikut berdampak pada kemampuan tubuh menyerap kalsium. Hal ini menjadikan kekuatan tulang menurun dan mudah rapuh (osteoporosis).

c. Kondisi Kehamilan Terganggu.

Komplikasi dari penyakit Graves saat masa kehamilan yang dapat terjadi diantaranya terjadi kelahiran prematur, penurunan perkembangan janin, disfungsi tiroid janin, preeklamsia (tekanan darah tinggi pada ibu), gagal jantung sang ibu, sampai terjadinya keguguran.

6. Psoriasis

penyakit psoriasis terjadi akibat autoimunPsoriasis ialah penyakit autoimun yang menyerang kulit, menyebabkan peradangan kulit yang menahun. Psoriasis ini diawali oleh satu sel darah di dalam sistem imunitas tubuh yang aktif berlebihan, yakni Sel-T.

Berkumpul Sel-T pada bagian kulit tertentu menyebabkan rangsangan di kulit dan memproduksi lebih banyak daripada seharusnya.

Psoriasis ini biasanya ditandai dengan kemunculan ruam merah, terkelupasnya kulit, penebalan kulit, kering serta bersisik. Gejala-gejala tersebut terkadang juga disertai dengan munculnya rasa perih maupun gatal.

Semua kulit bagian tubuh dapat terserang gejala akibat psoriasis. Akan tetapi, gejala yang umum terjadi biasanya muncul di kulit lutut, kulit punggung bawah, kulit siku, maupun kulit kepala.

Selain itu, bagian kulit penderita Psoriasis juga akan berwarna keperakan serta bersisik. Psoriasis ini biasanya tidak membahayakan namun rasa gatal yang muncul akan mengganggu. Selain itu, kulit yang tidak normal akan mengurangi rasa percaya diri penderitanya.

Faktor Risiko Terserang Penyakit Autoimun

Terdapat beberapa faktor pemicu seseorang lebih berisiko mengalami penyakit autoimun. Apa saja faktor-faktor tersebut? Berikut ini diantaranya :

1. Lingkungan

Faktor ini ditengarai menjadi hal penting mengapa seseorang dapat terserang penyakit autoimun. Lingkungan sehari-hari baik di rumah maupun di tempat kerja yang terpapar senyawa atau zat berbahaya hingga masuk ke dalam tubuh dan merusak sistem imunitas tubuh, contohnya terpapar bahan merkuri atau bahan berbahaya lainnya.

2. Hormon

Perubahan hormone juga diduga menjadi salah satu sebab seseorang terserang penyakit autoimun. Beberapa diantara penyakit autoimun kerap kali menyerang wanita pasca melahirkan.

Masa hamil, menopause dan pasca melahirkan identik dengan perubahan hormon, maka hal tersebut memunculkan asumsi bahwa serangan penyakit autoimun erat kaitannya dengan terjadinya perubahan hormon.

3. Genetik

Faktor genetik atau keturunan diprediksi oleh para ahli sebagai faktor terbesar penyakit autoimun. Meski demikian, faktor ini dianggap bukan satu-satunya yang bisa memicu reaksi kekebalan tubuh. Seseorang dengan riwayat keluarga penderita kelainan sistem imunitas tubuh akan cenderung mempunyai risiko lebih besar,

Perlu mewaspadai penyakit autoimun ini dengan mengetahui apa saja faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terserang. Sebagian penyakit yang terkait dengan abnormalnya sistem imunitas tubuh, akan menjadi pengundang berbagai penyakit lainnya.

Apabila tubuh mulai merasakan gejala-gejalanya sebaiknya lakukan langkah penanganan sesegera mungkin agar kerusakan organ tubuh lainnya dapat dicegah.

Artikel Terkait :

Penyakit Lupus Yang Konon Diam-Diam Mematikan!

Penyakit Lupus Yang Konon Diam-Diam Mematikan!

Penyakit lupus adalah penyakit yang bersifat peradanganPenyakit lupus adalah penyakit yang bersifat peradangan atau inflamasi kronis dimana peradangan kronis tersebut disebabkan oleh adanya sistem imun yang menyerang jaringan dalam tubuh maupun organ dalam tubuh itu sendiri.

Dalam dunia kedokteran penyakit jenis ini sering disebut dengan autoimun, bebeberapa organ tubuh yang biasanya terkena serangan lupus ialah sendi, kulit, ginjal, sumsum tulang belakang, paru-paru dan jantung hingga yang paling parah otak.

Pengertian Penyakit Lupus

Dalam dunia medis, lupus identik dengan adanya kelebihan sistem imum dimana efeknya menyebabkan organ tubuh mengalami kondisi tidak sehat.

Sistem imun atatu sistem kekebalan dalam tubuh manusia berperan dalam melindungi tubuh dari serangan bakteri serta virus yang masuk melalui berbagai macam hal termasuk lewat makanan.

Namun, hal tersebut berbeda dengan penderita lupus, imunitas dalam tubuh penderita lupus justru menyerang organ dalam. Meski begitu, penyakit ini sebenarnya tidak menular namun diam-diam mematikan.

Secara garis besarnya, penyakit lupus adalah penyakit mematikan yang diduga disebabkan oleh imunitas berlebihan di dalam tubuh. Penyakit ini kebanyakan menyerang kaum wanita dibandingkan dengan kaum laki-laki pada umumnya.

Penyebab Penyakit Lupus

Meski penyebab utama lupus belum sepenuhnya diketahui, sebenarnya pada dasarnya beberapa hal bisa mempengaruhi seseorang terkena lupus. Misalnya saja interaksi genetik, hormonal dan lingkungan. Sayangnya, hingga kini mekanisme faktor tersebut belum bisa dipastikan.

Berikut adalah beberapa hal yang diduga menjadi penyebab penyakit lupus, yaitu :

1. Hormon

Setelah diketahui bahwa kebanyakan penderita lupus adalah kaum hawa, banyak peneliti pada akhirnya mengungkap hormon pada diri seseorang wanita diduga menjadi penyebab munculnya lupus.

Wanita adalah penghasil hormon esterogen yang lebih banyak dibandingkan dengan kaum pria. Esterogen inilah yang berperan memperkuat sistem imunitas dalam tubuh wanita.

Karena itu, wanita lebih rentan terserang penyakit lupus. Lebih dari itu risiko terkena penyakit autoimun lebih besar terjadi pada wanita di masa pubertas maupun kehamilan.

2. Genetik

Faktor genetik diduga juga memiliki pengaruh yang besar terhadap munculnya penyakit lupus pada diri seseorang. Hal ini diperkuat lagi dengan adanya kasus-kasus dimana anggota penderita penyakit autoimun memiliki riyawat sebagai penderita lupus.

3. Lingkungan

Lingkungan diduga menjadi faktor penyebab ketiga setelah hormon seseorang dan faktor genetik. Apa yang dialami seseorang dalam lingkungannya memiliki peran besar dalam memicu munculnya lupus.

Kondisi seseorang yang stress, sering terkena sinar matahari langsung, merokok, hingga penggunaan bahan kimia seperti silika serta merkuri termasuk ke dalam kondisi lingkungan pemicu penyakit lupus.

Jenis-Jenis Penyakit Lupus

Penyakit autoimun/ lupus pada dasarnya mengacu pada SLE yang memiliki beragam jenis. Penyakt ini akan menjadi semakin berkembang karena gejalanya terlihat ringan.

Berikut adalah jenis-jenis penyakit lupus :

1. Systemic Lupus Erythematosus

Systemic Lupus Erythematosus adalah salah satu jenis penyakit lupus yang presentasi penderitanya mencapai angka 70 %. Para pengidap Systemic Lupus Erythematosus mengalami kondisi yang berat maupun ringan.

Kondisi tersebut dapat mempengaruhi keadaan bagian tubuh. Penderitanya bahkan mengalami rambut rontok secara berlebihan, kelelahan yang tidak wajar, kepekaan terhadap cahaya matahari, nyeri berlebihan pada sendi hingga mengalami pembengkakan sendi.

2. Neonatal Lupus

Jenis kedua ialah Neonatal lupus. Jenis kedua ini paling banyak menyerang bayi. Penyebab utamanya diduga karena antibodi yang dimiliki oleh ibu bayi. Bayi yang lahir menderita neonatal lupus tampak mempunyai ruam pada kulit, mengalami masalah pada organ dalam yaitu hati, serta memiliki volume trombosit yang lebih rendah.

Gejala ini bisa saja menghilang setelah beberapa bulan. Namun, hal tersebut perlu diwaspadai karena bayi penderita penyakit lupus dapat mempunyai riwayat cacat jantung.

3. Drug Induced Lupus

Drug Induced Lupus adalah jenis penyakit lupus yang diduga disebabkan oleh faktor obat-obatan. Jenis yang satu ini hampir sama dengan lupus sistematik yang jarang memberikan pengaruh besar pada organ utama. Para penderitanya akan mengalami rasa nyeri di bagian sendi dan otot serta akan merasakan deman ringan.

Sebagian besar penderita Drug Induced Lupus akan sembuh dengan sendirinya asalkan meminum obat. Penderitanya juga sangat disarankan untuk terus melakukan pemeriksaan dokter guna mendapatkan pengobatan yang tepat.

4. Cutaneus Lupus Erytematosus

Cutaneus Lupus Erytematosus adalah jenis penyakit lupus yang mempengaruhi kondisi kulit penderitanya. Penderitanya akan mengalami gejala ruam di kulit, bisul, rambut rontok berlebihan, vaskulitas, hingga fotosensitivitas. Biasanya, perlu dilakukan penghapusan potongan kecil di ruam.

Ini dilakukan untuk pengamatan lebih lanjut dan agar bisa mengetahui bentuk lupus kulit itu sendiri. Apalagi jenis lupus kulit ada dua macam diantaranya cutaneus dan diskoid.

Jenis pertama mempengaruhi kulit dimana kulit terlihat bersisik dan berwarna merah dan dapat berubah warna menjadi kecoklatan. Jenis kedua mempengaruhi ruam dan pembuluh darah.

Gejala Penyakit Lupus

Secara umum gejala yang dirasakan oleh penderita lupus bervariasi. Bahkan pada setiap jenisnya memiliki gejala yang tidak sama. Gejala pada setiap jenis lupus bisa berkembang dengan pesat maupun perlahan-lahan.

Berikut adalah gejala yang diperlihatkan pada penderita SLE :

1. Rasa Lelah Yang Berlebihan

Gejala paling umum yang disarankan oleh penderita lupus ialah rasa lelah yang berlebihan dan berkepanjangan. Rasa lelah yang sangat ekstrem ini biasanya sangat mengganggu penderitanya dalam menjalankan aktifitas sebagaimana mestinya.

Kebanyakan penderita penyakit lupus mengatakan bahwa rasa lelah berlebihan merupakan dampak negatif munculnya lupus dalam tubuh. Bahkan, penderitanya akan mengalami rasa lelah berkali-kali lipat saat melakukan rutinitas kantor dan pekerjaan rumah tangga yang sebenarnya ringan.

Meski penderitanya sudah beristirahat dengan cukup namun rasa lelah ini tetap melanda kebanyakan penderita lupus.

2. Rasa Nyeri Hebat Di Persendian

Rasa nyeri yang hebat di bagian persendian tangan dan kaki terkadang disepelekan oleh para penderita penyakit lupus. Padahal gejala ini akan memperburuk kondisi penderitanya apabila diabaikan secara terus menerus.

Pada saat pagi hari, rasa nyeri tersebut akan rasa nyeri tersebut akan semakin memburuk. Perpindahan rasa nyeri juga terjadi dengan cepat dari satu sendi ke bagian sendi lainnya.

Meski begitu, pada penderita SLE, rasa nyeri di sendi ini tidak akan mengakibatkan cacat permanen di persendian. Konon, inilah yang membedakan penyakit LSE dengan penyakit lainnya yang menyerang bagian persendian.

3. Ruam Di Bagian Kulit

Ciri khas dari penyakit lupus yang menyerang seseorang adalah ruam. Ruam ini menyebar di bagian batang hidung hingga bagian kedua pipi. Dalam kesehatan, gejala tersebut dikenal dengan butterfly rash atau ruam kupu-kupu. Sebutan kupu-kupu dikarenakan bentuk ruam tersebut menyerupai sayap kupu-kupu.

Sementara bagian tubuh lainnya yang juga bisa ditumbuhi ruam ialah pergelangan tangan dan tangan itu sendiri. Kondisi ruam pada kulit penderitanya bisa hilang namun juga dapat membekas. Kondisi ini akan terasa parah bila disertai rasa gatal, dan nyeri apabila terkena sinar matahari langsung.

4. Gejala Lain Yang Kompleks

Selain ruam, nyeri di persendian dan rasa lelah yang berlebihan ada gejala kompleks yang menyertai penderita lupus. Namun, gejala kompleks ini biasanya hanya diderita pada jenis lupus tertentu saja.

Gejalanya meliputi sariwan yang terjadi secara terus menerus, demam yang tidak jelas penyebabnya, hipertensi, rasa sakit kepala, limfadenopati, sakit kepala sebelah yang terus menerus terjadi, rambut menjadi mudah rontok, mata kering, nyeri di bagian dada, mengalami depresi.

Para penderitanya juga merasakan nyeri di bagian dada bahkan dalam kondisi yang parah bisa mengakibatkan hilang ingatan. Beberapa penderita lainnya juga akan mengalami napas yang pendek diakibatkan oleh anemia dan inflamasi jantung maupun paru-paru.

Jenis penyakit lupus tertentu juga memberikan gejala berupa retensi serta akumulasi cairan tubuh. Bentuk retensi ini seperi pembengkakan di bagian pergelangan kaki. Jari-jari tangan maupun kaki juga akan tampak memutih dan ada pula yang membiru apabila terkena hawa dingin atau dilanda stress.

Hingga sekarang, obat penyakit lupus yang tepat belum ditemukan oleh para ahli. Sehingga orang yang sudah didiagnosa menderita lupus kemungkinan tidak dapat disembuhkan secara total.

Meski begitu, penderita tetap harus menerima pengobatan dengan tujuan menghindari komplikasi, mencegah kerusakan pada persendian, menenangkan sistem imunitas, mengurangi penyebaran berbagai gejala lupus serta menghindari kerusakan organ yang lebih parah.

Artikel Terkait :