lupus adalah penyakit autoimun akibat kehilangan antibodi

Penyakit Lupus Yang Konon Diam-Diam Mematikan!

Penyakit Lupus Yang Konon Diam-Diam Mematikan!

Penyakit lupus adalah penyakit yang bersifat peradanganPenyakit lupus adalah penyakit yang bersifat peradangan atau inflamasi kronis dimana peradangan kronis tersebut disebabkan oleh adanya sistem imun yang menyerang jaringan dalam tubuh maupun organ dalam tubuh itu sendiri.

Dalam dunia kedokteran penyakit jenis ini sering disebut dengan autoimun, bebeberapa organ tubuh yang biasanya terkena serangan lupus ialah sendi, kulit, ginjal, sumsum tulang belakang, paru-paru dan jantung hingga yang paling parah otak.

Pengertian Penyakit Lupus

Dalam dunia medis, lupus identik dengan adanya kelebihan sistem imum dimana efeknya menyebabkan organ tubuh mengalami kondisi tidak sehat.

Sistem imun atatu sistem kekebalan dalam tubuh manusia berperan dalam melindungi tubuh dari serangan bakteri serta virus yang masuk melalui berbagai macam hal termasuk lewat makanan.

Namun, hal tersebut berbeda dengan penderita lupus, imunitas dalam tubuh penderita lupus justru menyerang organ dalam. Meski begitu, penyakit ini sebenarnya tidak menular namun diam-diam mematikan.

Secara garis besarnya, penyakit lupus adalah penyakit mematikan yang diduga disebabkan oleh imunitas berlebihan di dalam tubuh. Penyakit ini kebanyakan menyerang kaum wanita dibandingkan dengan kaum laki-laki pada umumnya.

Penyebab Penyakit Lupus

Meski penyebab utama lupus belum sepenuhnya diketahui, sebenarnya pada dasarnya beberapa hal bisa mempengaruhi seseorang terkena lupus. Misalnya saja interaksi genetik, hormonal dan lingkungan. Sayangnya, hingga kini mekanisme faktor tersebut belum bisa dipastikan.

Berikut adalah beberapa hal yang diduga menjadi penyebab penyakit lupus, yaitu :

1. Hormon

Setelah diketahui bahwa kebanyakan penderita lupus adalah kaum hawa, banyak peneliti pada akhirnya mengungkap hormon pada diri seseorang wanita diduga menjadi penyebab munculnya lupus.

Wanita adalah penghasil hormon esterogen yang lebih banyak dibandingkan dengan kaum pria. Esterogen inilah yang berperan memperkuat sistem imunitas dalam tubuh wanita.

Karena itu, wanita lebih rentan terserang penyakit lupus. Lebih dari itu risiko terkena penyakit autoimun lebih besar terjadi pada wanita di masa pubertas maupun kehamilan.

2. Genetik

Faktor genetik diduga juga memiliki pengaruh yang besar terhadap munculnya penyakit lupus pada diri seseorang. Hal ini diperkuat lagi dengan adanya kasus-kasus dimana anggota penderita penyakit autoimun memiliki riyawat sebagai penderita lupus.

3. Lingkungan

Lingkungan diduga menjadi faktor penyebab ketiga setelah hormon seseorang dan faktor genetik. Apa yang dialami seseorang dalam lingkungannya memiliki peran besar dalam memicu munculnya lupus.

Kondisi seseorang yang stress, sering terkena sinar matahari langsung, merokok, hingga penggunaan bahan kimia seperti silika serta merkuri termasuk ke dalam kondisi lingkungan pemicu penyakit lupus.

Jenis-Jenis Penyakit Lupus

Penyakit autoimun/ lupus pada dasarnya mengacu pada SLE yang memiliki beragam jenis. Penyakt ini akan menjadi semakin berkembang karena gejalanya terlihat ringan.

Berikut adalah jenis-jenis penyakit lupus :

1. Systemic Lupus Erythematosus

Systemic Lupus Erythematosus adalah salah satu jenis penyakit lupus yang presentasi penderitanya mencapai angka 70 %. Para pengidap Systemic Lupus Erythematosus mengalami kondisi yang berat maupun ringan.

Kondisi tersebut dapat mempengaruhi keadaan bagian tubuh. Penderitanya bahkan mengalami rambut rontok secara berlebihan, kelelahan yang tidak wajar, kepekaan terhadap cahaya matahari, nyeri berlebihan pada sendi hingga mengalami pembengkakan sendi.

2. Neonatal Lupus

Jenis kedua ialah Neonatal lupus. Jenis kedua ini paling banyak menyerang bayi. Penyebab utamanya diduga karena antibodi yang dimiliki oleh ibu bayi. Bayi yang lahir menderita neonatal lupus tampak mempunyai ruam pada kulit, mengalami masalah pada organ dalam yaitu hati, serta memiliki volume trombosit yang lebih rendah.

Gejala ini bisa saja menghilang setelah beberapa bulan. Namun, hal tersebut perlu diwaspadai karena bayi penderita penyakit lupus dapat mempunyai riwayat cacat jantung.

3. Drug Induced Lupus

Drug Induced Lupus adalah jenis penyakit lupus yang diduga disebabkan oleh faktor obat-obatan. Jenis yang satu ini hampir sama dengan lupus sistematik yang jarang memberikan pengaruh besar pada organ utama. Para penderitanya akan mengalami rasa nyeri di bagian sendi dan otot serta akan merasakan deman ringan.

Sebagian besar penderita Drug Induced Lupus akan sembuh dengan sendirinya asalkan meminum obat. Penderitanya juga sangat disarankan untuk terus melakukan pemeriksaan dokter guna mendapatkan pengobatan yang tepat.

4. Cutaneus Lupus Erytematosus

Cutaneus Lupus Erytematosus adalah jenis penyakit lupus yang mempengaruhi kondisi kulit penderitanya. Penderitanya akan mengalami gejala ruam di kulit, bisul, rambut rontok berlebihan, vaskulitas, hingga fotosensitivitas. Biasanya, perlu dilakukan penghapusan potongan kecil di ruam.

Ini dilakukan untuk pengamatan lebih lanjut dan agar bisa mengetahui bentuk lupus kulit itu sendiri. Apalagi jenis lupus kulit ada dua macam diantaranya cutaneus dan diskoid.

Jenis pertama mempengaruhi kulit dimana kulit terlihat bersisik dan berwarna merah dan dapat berubah warna menjadi kecoklatan. Jenis kedua mempengaruhi ruam dan pembuluh darah.

Gejala Penyakit Lupus

Secara umum gejala yang dirasakan oleh penderita lupus bervariasi. Bahkan pada setiap jenisnya memiliki gejala yang tidak sama. Gejala pada setiap jenis lupus bisa berkembang dengan pesat maupun perlahan-lahan.

Berikut adalah gejala yang diperlihatkan pada penderita SLE :

1. Rasa Lelah Yang Berlebihan

Gejala paling umum yang disarankan oleh penderita lupus ialah rasa lelah yang berlebihan dan berkepanjangan. Rasa lelah yang sangat ekstrem ini biasanya sangat mengganggu penderitanya dalam menjalankan aktifitas sebagaimana mestinya.

Kebanyakan penderita penyakit lupus mengatakan bahwa rasa lelah berlebihan merupakan dampak negatif munculnya lupus dalam tubuh. Bahkan, penderitanya akan mengalami rasa lelah berkali-kali lipat saat melakukan rutinitas kantor dan pekerjaan rumah tangga yang sebenarnya ringan.

Meski penderitanya sudah beristirahat dengan cukup namun rasa lelah ini tetap melanda kebanyakan penderita lupus.

2. Rasa Nyeri Hebat Di Persendian

Rasa nyeri yang hebat di bagian persendian tangan dan kaki terkadang disepelekan oleh para penderita penyakit lupus. Padahal gejala ini akan memperburuk kondisi penderitanya apabila diabaikan secara terus menerus.

Pada saat pagi hari, rasa nyeri tersebut akan rasa nyeri tersebut akan semakin memburuk. Perpindahan rasa nyeri juga terjadi dengan cepat dari satu sendi ke bagian sendi lainnya.

Meski begitu, pada penderita SLE, rasa nyeri di sendi ini tidak akan mengakibatkan cacat permanen di persendian. Konon, inilah yang membedakan penyakit LSE dengan penyakit lainnya yang menyerang bagian persendian.

3. Ruam Di Bagian Kulit

Ciri khas dari penyakit lupus yang menyerang seseorang adalah ruam. Ruam ini menyebar di bagian batang hidung hingga bagian kedua pipi. Dalam kesehatan, gejala tersebut dikenal dengan butterfly rash atau ruam kupu-kupu. Sebutan kupu-kupu dikarenakan bentuk ruam tersebut menyerupai sayap kupu-kupu.

Sementara bagian tubuh lainnya yang juga bisa ditumbuhi ruam ialah pergelangan tangan dan tangan itu sendiri. Kondisi ruam pada kulit penderitanya bisa hilang namun juga dapat membekas. Kondisi ini akan terasa parah bila disertai rasa gatal, dan nyeri apabila terkena sinar matahari langsung.

4. Gejala Lain Yang Kompleks

Selain ruam, nyeri di persendian dan rasa lelah yang berlebihan ada gejala kompleks yang menyertai penderita lupus. Namun, gejala kompleks ini biasanya hanya diderita pada jenis lupus tertentu saja.

Gejalanya meliputi sariwan yang terjadi secara terus menerus, demam yang tidak jelas penyebabnya, hipertensi, rasa sakit kepala, limfadenopati, sakit kepala sebelah yang terus menerus terjadi, rambut menjadi mudah rontok, mata kering, nyeri di bagian dada, mengalami depresi.

Para penderitanya juga merasakan nyeri di bagian dada bahkan dalam kondisi yang parah bisa mengakibatkan hilang ingatan. Beberapa penderita lainnya juga akan mengalami napas yang pendek diakibatkan oleh anemia dan inflamasi jantung maupun paru-paru.

Jenis penyakit lupus tertentu juga memberikan gejala berupa retensi serta akumulasi cairan tubuh. Bentuk retensi ini seperi pembengkakan di bagian pergelangan kaki. Jari-jari tangan maupun kaki juga akan tampak memutih dan ada pula yang membiru apabila terkena hawa dingin atau dilanda stress.

Hingga sekarang, obat penyakit lupus yang tepat belum ditemukan oleh para ahli. Sehingga orang yang sudah didiagnosa menderita lupus kemungkinan tidak dapat disembuhkan secara total.

Meski begitu, penderita tetap harus menerima pengobatan dengan tujuan menghindari komplikasi, mencegah kerusakan pada persendian, menenangkan sistem imunitas, mengurangi penyebaran berbagai gejala lupus serta menghindari kerusakan organ yang lebih parah.

Artikel Terkait :

 

Facebook Comments