penyakit autoimun disebabkan sistem imunitas tubuh tidak normal

Autoimun Adalah Penyakit Akibat Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Sebagian Penyakit Autoimun Menjadi Pengundang Penyakit Lainnya, Kenali Sekarang!

penyakit autoimun akibat kerusakan sistem kekebalan tubuhPenyakit autoimun atau penyakit kelainan sistem imunitas ialah segala jenis penyakit yang terjadi saat sistem imunitas tubuh atau kekebalan tubuh justru bekerja secara tidak normal dan menyerang sel-sel jaringan yang sehat.

Seharusnya, sistem imunitas tubuh menjadi perisai pertahanan bagi tubuh ketika menghadapi bakteri atau virus penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Penyakit autoimun ini dapat berdampak pada banyak bagian tubuh.

Berdasarkan data kesehatan, terdapat 80 macam penyakit autoimun dan sebagian gejalanya mirip. Dikarenakan gejala yang mirip itulah, maka biasanya tim medis membutuhkan waktu dan ketelitian untuk menentukan diagnose pasti.

Meskipun penyakit kelainan sistem imunitas ini memiliki banyak jenis, namun penyebab pastinya masih belum bisa ditetapkan secara medis.

Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejala dan Penyebab kasusnya

Dari sekian banyak jenis penyakit kelainan sistem imunitas, jenis penyakit berikut ini menjadi yang paling sering kasusnya ditemukan dalam dunia medis, antara lain :

1. Rheumatoid arthritis

Radang sendi atau yang dalam istilah medis disebut Rheumatoid arthritis menjadi salah satu penyakit autoimun yang cukup sering ditemukan kasusnya. Sistem imunitas tubuh justru memproduksi antibodi lalu menyerang bagian pelapis sendi. Akibatnya, terjadilah gangguan kesehatan seperti peradangan sendi, pembengkakan sekitar sendi, dan munculnya rasa nyeri di area persendian.

Apabila Rheumatoid arthritis tidak segera mendapatkan penanganan yang intensif, maka penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan secara permanen di bagian persendian.

2. Lupus

Jenis penyakit autoimun lainnya yang juga sering ditemukan kasusnya dalam dunia medis ialah SLE (Systemic Lupus Erythematosus), masyarakat awam biasa menyebutnya dengan nama lupus saja.

Penyakit lupus ini dapat menyebabkan tubuh penderitanya memproduksi antibodi yang akan menyerang hampir seluruh jaringan organ tubuh.

Beberapa organ tubuh yang umumnya sering diserang yakni persendian, ginjal, paru-paru, serta jaringan saraf. Penderita lupus harus segera mendapatkan penanganan medis, sebab apabila diabaikan maka organ-organ vital di dalam tubuh akan semakin cepat mengalami kerusakan.

Hingga saat ini, dunia medis belum menemukan pengobatan yang benar-benar menyembuhkan penderita lupus.

Obat-obatan yang disarankan hanyalah untuk mengurangi keparahan gejala. Selain itu, obat bagi penderita lupus hanya mampu mencegah kerusakan parah pada organ tubuh, dan meminimalkan dampak pada kehidupan para penderita lupus.

3. Diabetes type 1

Penyakit Diabetes type 1 ini umumnya akan terdiagnosa sejak masa kanak-kanak, remaja maupun dewasa awal. Diabetes type 1 sebenarnya diawali dengan serangan sistem imunitas tubuh terhadap sel-sel organ pankreas. Yang mana organ pankreas memiliki tugas untuk memproduksi insulin. Akibatnya, organ pankreas mengalami kerusakan.

Hal tersebut menyebabkan terganggunya kemampuan produksi insulin dan tubuh tak mampu mengendalikan kadar gula di dalam darah. Apabila keadaan tersebut terus menerus terjadi dan tidak segera mendapatkan penanganan, maka bukan hanya organ pankreas yang mengalami kerusakan, namun berisiko pula menimbulkan kerusakan organ tubuh lainnya.

Diabetes type 1 ini lambat laun akan mengundang penyakit lainnya seperti kebutaan, kerusakan saraf, gagal ginjal, stroke, darah tinggi, terganggunya aliran darah, penyakit jantung, masalah kulit hingga menimbulkan gangrene yang dapat berujung pada amputasi. Penyakit autoimun ini tidak dapat disembuhkan.

Tindakan medis yang dilakukan terhadap para penderitanya hanyalah bertujuan untuk menyeimbangkan kadar gula di dalam darah serta mengendalikan gejala yang muncul. Dengan demikian penderitanya akan tercegah dari munculnya penyakit komplikasi.

Selain itu, penderitanya juga wajib melakukan pemantauan terhadap kadar gula di dalam darah secara berkala. Diet sehat serta olahraga teratur tidak boleh ditinggalkan oleh penderita Diabetes type 1.

4. Multiple Sclerosis

Di saat sistem imunitas tubuh justru melakukan penyerangan pada myelin (selaput pelindung saraf) yang sehat, maka beberapa gejala mengerikan lebih berisiko muncul pada penderitanya.

Keadaan demikian merupakan kondisi yang terjadi pada penderita penyakit autoimun yakni Multiple Sclerosis. Serangan sistem imunitas pada myelin biasanya terjadi dalam otak serta saraf tulang bagian belakang.

Beberapa gejala Multiple Sclerosis yang umum terjadi, antara lain rasa lemas maupun kebas, terjadi gangguan penglihatan, sensasi geli maupun munculnya rasa nyeri di beberapa bagian-bagian tubuh, mengalami kelelahan parah, mengalami nyeri neuropati, mengalami ketidakmampuan koordinasi anggota tubuh hingga kesulitan berjalan, mengalami vertigo, maupun mengalami tremor / gemetaran.

Penderita Multiple sclerosis juga sering kali mengalami sakit kepala, terjadi ketidakjelasan saat bicara, mengalami otot kaku atau kejang, terjadi gangguan kemampuan kognitif, cemas berlebihan, emosi tidak stabil, dan penurunan kemampuan seksual. Terapi fisik biasanya juga harus dilakukan agar penderita penyakit autoimun ini mampu melakukan aktivitas pribadi sehari-hari.

5. Graves’ disease

Penyakit Graves’ disease ini merupakan penyakit autoimun yang mendorong kelenjar tiroid agar menjadi aktif berlebihan memproduksi hormone tiroid. Para penderita penyakit ini bisa saja mengalami beragam gejala yang mengganggu aktivitas sehari-harinya, misalnya Insomnia, emosi mudah tersulut, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, maupun bola mata tampak menonjol.

Gejala lainnya yang biasanya dialami penderita Graves’ disease yakni terlalu peka terhadap hawa panas, tremor, otot lemah, maupun periode menstruasi menjadi singkat. Beberapa hal lain yang dapat dilakukan agar kesehatan penderita Graves’ disease tetap terjaga, yakni menjaga pola makan, latihan fisik agar mengurangi risiko kerapuh tulang. Dan mengurangi stres.

Penyakit Graves apabila tak segera ditangani, maka dapat berujung pada komplikasi berbahaya bagi penderitanya. Beberapa komplikasi penyakit Graves diantaranya :

a. Gangguan jantung

Komplikasi ini seperti kelainan ritme detakan jantung, terjadi perubahan struktur serta otot jantung, berkurangnya kemampuan organ jantung untuk melakukan pemompaan darah menuju seluruh tubuh.

b. Keropos tulang

Jumlah produksi hormon tiroid yang banyak, ikut berdampak pada kemampuan tubuh menyerap kalsium. Hal ini menjadikan kekuatan tulang menurun dan mudah rapuh (osteoporosis).

c. Kondisi kehamilan terganggu.

Komplikasi dari penyakit Graves saat masa kehamilan yang dapat terjadi diantaranya terjadi kelahiran prematur, penurunan perkembangan janin, disfungsi tiroid janin, preeklamsia (tekanan darah tinggi pada ibu), gagal jantung sang ibu, sampai terjadinya keguguran.

6. Psoriasis

Psoriasis ialah penyakit autoimun yang menyerang kulit, menyebabkan peradangan kulit yang menahun. Psoriasis ini diawali oleh satu sel darah di dalam sistem imunitas tubuh yang aktif berlebihan, yakni Sel-T. Berkumpul Sel-T pada bagian kulit tertentu menyebabkan rangsangan di kulit dan memproduksi lebih banyak daripada seharusnya.

Psoriasis ini biasanya ditandai dengan kemunculan ruam merah, terkelupasnya kulit, penebalan kulit, kering serta bersisik. Gejala-gejala tersebut terkadang juga disertai dengan munculnya rasa perih maupun gatal. Semua kulit bagian tubuh dapat terserang gejala akibat psoriasis. Akan tetapi, gejala yang umum terjadi biasanya muncul di kulit lutut, kulit punggung bawah, kulit siku, maupun kulit kepala.

Selain itu, bagian kulit penderita Psoriasis juga akan berwarna keperakan serta bersisik. Psoriasis ini biasanya tidak membahayakan namun rasa gatal yang muncul akan mengganggu. Selain itu, kulit yang tidak normal akan mengurangi rasa percaya diri penderitanya.

Faktor Risiko Terserang Penyakit Autoimun

Terdapat beberapa faktor pemicu seseorang lebih berisiko mengalami penyakit autoimun. Apa saja faktor-faktor tersebut? Berikut ini diantaranya :

1. Lingkungan

Faktor ini ditengarai menjadi hal penting mengapa seseorang dapat terserang penyakit autoimun. Lingkungan sehari-hari baik di rumah maupun di tempat kerja yang terpapar senyawa atau zat berbahaya hingga masuk ke dalam tubuh dan merusak sistem imunitas tubuh, contohnya terpapar bahan merkuri atau bahan berbahaya lainnya.

2. Hormon

Perubahan hormone juga diduga menjadi salah satu sebab seseorang terserang penyakit autoimun. Beberapa diantara penyakit autoimun kerap kali menyerang wanita pasca melahirkan.

Masa hamil, menopause dan pasca melahirkan identik dengan perubahan hormon, maka hal tersebut memunculkan asumsi bahwa serangan penyakit autoimun erat kaitannya dengan terjadinya perubahan hormon.

3. Genetik

Faktor genetik atau keturunan diprediksi oleh para ahli sebagai faktor terbesar penyakit autoimun. Meski demikian, faktor ini dianggap bukan satu-satunya yang bisa memicu reaksi kekebalan tubuh. Seseorang dengan riwayat keluarga penderita kelainan sistem imunitas tubuh akan cenderung mempunyai risiko lebih besar,

Perlu mewaspadai penyakit autoimun ini dengan mengetahui apa saja faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terserang. Sebagian penyakit yang terkait dengan abnormalnya sistem imunitas tubuh, akan menjadi pengundang berbagai penyakit lainnya.

Apabila tubuh mulai merasakan gejala-gejalanya sebaiknya lakukan langkah penanganan sesegera mungkin agar kerusakan organ tubuh lainnya dapat dicegah.

Artikel Terkait :

Summary
Autoimun Adalah Penyakit Akibat Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh
Article Name
Autoimun Adalah Penyakit Akibat Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh
Description
Penyakit autoimun atau penyakit kelainan sistem imunitas ialah segala jenis penyakit yang terjadi saat sistem imunitas tubuh atau kekebalan tubuh justru bekerja secara tidak normal dan menyerang sel-sel jaringan yang sehat.
Author
Publisher Name
Nutra Jaya Prima
Publisher Logo
Facebook Comments